Senin, 17 Jan 2022
Radar Tulungagung
Home / Blitar
icon featured
Blitar

Tradisi Asli, Pemkab Blitar Gelar Jamasan Gong Kyai Pradah

22 Oktober 2021, 19: 29: 26 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Tradisi Asli, Pemkab Blitar Gelar Jamasan Gong Kyai Pradah

Share this      

SUTOJAYAN, Radar Blitar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar menggelar siraman atau jamasan Gong Kyai Pradah, kemarin (21/10). Kegiatan ritual jamasan ini menjadi salah satu tradisi budaya yang selalu dilestarikan setiap tahunnya. Kendati digelar secara terbatas, momentum gelaran tradisi budaya tersebut tetap berjalan dengan lancar.

Ritual jamasan Gong Kyai Pradah diikuti langsung oleh Wakil Bupati Blitar Rahmat Santosa. Didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Izul Marom, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto, dan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Olahraga (Disparbud) Kabupaten Blitar Suhendro Winarso.

Baca juga: Dikira Bagikan Telur Gratis, Warga Blitar Kecele Isinya Nasi Kotak

Tradisi Asli, Pemkab Blitar Gelar Jamasan Gong Kyai Pradah

Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso mengatakan, prosesi jamasan Gong Kyai Pradah merupakan salah satu tradisi budaya asli Kabupaten Blitar. Sehingga, Pemkab Blitar perlu melestarikan budaya jamasan Gong Kyai Pradah tersebut. Untuk itu, gelaran jamasan yang selalu diselenggarakan secara rutin setiap 1 Syawal atau Robiul Awal.

“Alhamdulillah untuk kegiatan ritual jamasan hari ini (kemarin, Red) bisa berjalan dengan lancar. Ini merupakan salah satu tradisi budaya dari Bumi Bung Karno yang memang harus dilestarikan setiap tahunnya,” ujarnya.

Rahmat menegaskan, kegiatan jamasan Gong Kyai Pradah harus digelar secara terbatas. Itu karena, sampai dengan saat ini pandemi Covid-19 masih belum hilang. Sehingga kegiatan ritual jamasan ini harus terbatas tanpa mengurangi sakralnya ritual tersebut.

“Memang ada perubahan antara tahun – tahun sebelumnya dengan saat ini, karena kondisi pandemi. Untuk itu jamasan Gong Kyai Pradah kita gelar terbatas, dengan protokol kesehatan ketat. Tapi insyaallah tidak mengurangi inti dari kesakralan ritual ini,” terangnya.

Dia mengatakan, pihaknya mengharapkan adanya ritual tradisi jamasan Gong Kyai Pradah ini bisa menjadi momentum dalam melestarikan budaya daerah. Sekaligus menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk dapat kembali menggerakkan perekonomian. Sementara itu, Kepala Disparbudpora Kabupaten Blitar Suhendro Winarso mengaku, ritual jamasan Gong Kyai Pradah merupakan tradisi budaya turun temurun dari para leluhur. Untuk itu, pihaknya telah mempersiapkan ritual sejak jauh hari. Termasuk mengurangi agenda pendukung. Itu dilakukan karena kondisi pandemi yang belum cukup memungkinkan untuk menggelar banyak agenda.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua panitia yang telah mempesiapkan agenda ritual ini. Meskipun untuk kedua kalinya agenda wayangan setelah jamasan Gong Kyai Pradah ditiadakan lagi. Itu karena memang kondisi pandemi,” jelasnya.

Menurut dia, masyarakat sudah bisa memahami bahwa kegiatan ritual jamasan ini digelar secara terbatas. Sehingga, masyarakat tidak berbondong – bondong untuk menyaksikan secara langsung prosesi rutin tahunan ini.

“Masyarakat sudah paham, kalau selama dua tahun terakhir ini jamasan Gong Kyai Pradah dilakukan terbatas. Jadi tidak ada penumpukan atau kerumunan masyarakat. Karena memang peserta yang hadir juga terbatas,” tandasnya. (fim/ady/dfs)

(rt/ima/usm/ang/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia