29.2 C
Tulungagung
Saturday, August 13, 2022

Polisi Temukan Pesan Suami yang Rela Tusuk Perut Sendiri Karena Istri

TRENGGALEK – Aksi nekat Turni, 43, warga Dusun Jongke, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, dengan menusukkan pisau ke perutnya. Langsung direspon polisi tak lama setelah kabar tersiar.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi. Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi bergegas meluncur ke lokasi untuk membantu menolong korban dan melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan pihak medis, akibat percobaan bunuh diri tersebut, Turni mengalami luka bagian leher tengah, luka sayatan pada kulit luar sekitar 10 sentimeter, luka tusuk di perut sebanyak dua kali di atas pusar, serta luka di dada bagian tengah. “Untung saja tusukan atau sayatan benda tajam itu tidak mengenai organ vital seperti saluran pernapasan di leher sehingga dia bisa diselamatkan kendati harus dilakukan perawatan intensif,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil keterangan keluarga korban, diduga kuat Turni nekat melakukan itu karena tidak ingin diceraikan oleh sang istri. Sebab, satu hari sebelum kejadian tersebut (Selasa, 8/1), Turni sempat memberikan barang pribadinya seperti KTP dan kartu ATM kepada saudaranya. Selain itu, dia juga berpesan kepada saudaranya yang intinya meminta merawat anaknya dan jika ingin membeli berbagai keperluan, silakan mengambil uang yang ada pada tabungannya melalui ATM. “Dugaan sementara karena masalah asmara. Namun masih perlu dilakukan pendalaman. Makanya jika kondisinya (Turni, Red) membaik, kami akan meminta keterangannya,” jelas Supadi.

TRENGGALEK – Aksi nekat Turni, 43, warga Dusun Jongke, Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari, dengan menusukkan pisau ke perutnya. Langsung direspon polisi tak lama setelah kabar tersiar.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek Iptu Supadi. Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi bergegas meluncur ke lokasi untuk membantu menolong korban dan melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan pihak medis, akibat percobaan bunuh diri tersebut, Turni mengalami luka bagian leher tengah, luka sayatan pada kulit luar sekitar 10 sentimeter, luka tusuk di perut sebanyak dua kali di atas pusar, serta luka di dada bagian tengah. “Untung saja tusukan atau sayatan benda tajam itu tidak mengenai organ vital seperti saluran pernapasan di leher sehingga dia bisa diselamatkan kendati harus dilakukan perawatan intensif,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil keterangan keluarga korban, diduga kuat Turni nekat melakukan itu karena tidak ingin diceraikan oleh sang istri. Sebab, satu hari sebelum kejadian tersebut (Selasa, 8/1), Turni sempat memberikan barang pribadinya seperti KTP dan kartu ATM kepada saudaranya. Selain itu, dia juga berpesan kepada saudaranya yang intinya meminta merawat anaknya dan jika ingin membeli berbagai keperluan, silakan mengambil uang yang ada pada tabungannya melalui ATM. “Dugaan sementara karena masalah asmara. Namun masih perlu dilakukan pendalaman. Makanya jika kondisinya (Turni, Red) membaik, kami akan meminta keterangannya,” jelas Supadi.

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/