26.1 C
Tulungagung
Saturday, August 13, 2022

Satu Balita Diisolasi Mandiri

KOTA, Radar Trenggalek – Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Keripik Tempe terus bertambah. Terbaru, kemarin (18/7) ada penambahan lima kasus pasien terkonfirmasi positif hingga jumlah total menjadi 59 pasien.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Murti Rukiyandari mengatakan, pasien tersebut adalah pasien 55, 56, 57, 58, dan 59. Dari tambahan lima kasus tersebut, pasien 57 merupakan seorang anak-anak, 1 tahun 7 bulan, warga Rungkut, Surabaya yang berdomisili di Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu. Pasien ini merupakan anak dari pasien 51 dengan status terkonfirmasi tanpa gejala. Diketahui keluarga pasien 57 merupakan warga asli Trenggalek yang hendak pindah ke Surabaya. Kartu keluarga sudah Surabaya, tapi KTP kedua orang tuanya masih Trenggalek. Karena adanya pembelajaran daring, maka pasien 57 selama Maret hingga Juli tidak pernah kembali ke Trenggalek.

Baru pada Sabtu (11/7), pasien 57 sekeluarga melakukan perjalanan kembali ke Trenggalek. Empat hari kemudian dilakukan swab test dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Penanganan pasien 57 dilakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari satgas dan puskesmas wilayah. “Berdasarkan hasil tracing yang kami lakukan dari kasus ini, terdapat lima kontak erat. Yaitu ibu dan kakak hasil swab test negatif serta kakek, nenek, dan paman dijadwalkan swab test hari ini (19/7). Kesimpulannya, pasien ini terpapar dari pasien 51,” katanya.

Sedangkan untuk penanganan, pasien 57 status terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Anak tersebut kini dalam kondisi baik, juga tidak ada perawatan khusus. Sehingga tidak diisolasi untuk menjaga psikologis dan perlu pendampingan ibunya. Sedangkan untuk perawatan yang diberikan, menjaga status imunnya tetap baik dengan makanan bergizi dan vitamin. “Tentu saja kendati isolasi mandiri di rumah, kami tetap melakukan pengawasan terkait perkembangan kondisinya,” ujarnya.

Sedangkan untuk pasien 55, merupakan perempuan, 34, warga Desa Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang berdomisili di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Status pasien ini terkonfirmasi tanpa gejala. Diketahui pasien 55 adalah ibu rumah tangga yang merupakan istri dari pasien 35. Diketahui pada Kamis (2/7) hingga Senin lalu (6/7) merawat suami yang sakit di Pasuruan. “Setelah itu, besoknya pasien bersama suami dan anak diantar kakak ipar ke Trenggalek menggunakan kendaraan pribadi,” jlentreh-nya.

Dia melanjutkan, baru pada Rabu (8/7), pasien menjalani rapid test dengan hasil reaktif. Kemudian Rabu (15/7), dilakukan swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek dan besoknya hasil keluar, terkonfirmasi positif. Disinyalir pasien tersebut tertular suami saat merawatnya di Pasuruan. Karena terpapar Covid-19, maka pasien ini dilakukan isolasi di Asrama Covid 1 BKD. “Dari kasus ini, kami mendapatkan enam orang kontak erat dan lima di antaranya dilakukan swab test dengan hasil negatif,” Tuturnya.

Sedangkan, pasien 56 berkelamin laki-laki, 60, warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Trenggalek. Status dari pasien ini konfirmasi dengan gejala ringan. Diketahui pasien 56 selama 14 hari ke belakang tidak melakukan perjalanan. Istrinya adalah ibu rumah tangga dan anaknya adalah sopir serabutan. Namun pada Kamis (9/7), kerabat dari Jakarta datang untuk takziah. Pasien tersebut tidak menemui kerabatnya, tapi keluarganya yang tinggal serumah yang menemui.

Sekitar tiga hari kemudian pasien 56 mengeluh demam, batuk, pusing, dan lemas. Baru pada Senin (13/7) dilakukan pemeriksaan di klinik dengan hasil rapid test reaktif. Selanjutnya pada Rabu (15/7), dilakukan swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek dan besoknya hasil swab test keluar dan pasien ini terpapar Covid-19. Karena terpapar Covid-19, maka pasien 56 segera dilakukan isolasi di Asrama Covid Dinkes PPKB. Dari kasus tersebut, ditemukan dua orang kontak erat anak dan istri yang telah dilakukan swab test dengan hasil masih menunggu. Sedangkan kesimpulan kasus terpaparnya pasien ini masih dilakukan kajian lebih lanjut.

Untuk pasien 58 adalah laki-laki, 46, warga Desa Besuki, Kecamatan Munjungan, merupakan suami dari pasien 40. Juga pasien terkonfirmasi tanpa gejala. Pasien 58 bekerja sebagai penjaga kos bersama istri di Surabaya. Saat menjaga kos berkontak dengan satpam yang selalu berganti. Baru pada Minggu (5/7) bersama istri pulang kembali ke Trenggalek menggunakan mobil carteran. Dua hari kemudian, pasien 58 di-rapid test oleh puskesmas dengan hasil nonreaktif.

Tidak mau gegabah, karena istri positif, pada Rabu (15/7) dilakukan swab test di RSUD dr Soedomo. Besoknya hasil keluar dan pasien ini dinyatakan positif Covid-19. Sehingga pasien tersebut dilakulan isolasi di Asrama BKD. Dari kasus ini terdapat tujuh kontak erat dan disimpulkan terpapar dari Surabaya.

Terakhir, pasien 59, laki-laki, 47, warga Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, dengan status terkonfirmasi tanpa gejala. Pasien 58 adalah pegawai di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya. Pasien berdomisili di Jambangan, Surabaya. Pada Minggu (12/7), pasien 59 kembali ke Trenggalek menggunakan sepeda motor dan membantu membangun rumah untuk adiknya.

Besoknya pasien ini didatangi tim satgas, tapi sedang ke hutan memetik cengkih. Selanjutnya pada Selasa (14/7), pasien dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Besoknya segera dilakukan swab test dan pada Kamis (16/7) hasilnya keluar, pasien ini terpapar Covid-19. Karena positif, pasien dikarantina di Ascov 1 BKD. Dari kasus ini, terdapat lima orang kontak erat. Disimpulkan pasien ini terpapar dari Surabaya. “Dengan adanya penambahan kasus ini, kami mengimbau masyarakat bawasanya adaptasi kebiasaan baru (AKB) bukan berarti virusnya sudah hilang, tapi kita harus berhati-hati, menjalankan aktivitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelas dr Murti. (*)

KOTA, Radar Trenggalek – Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Keripik Tempe terus bertambah. Terbaru, kemarin (18/7) ada penambahan lima kasus pasien terkonfirmasi positif hingga jumlah total menjadi 59 pasien.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr Murti Rukiyandari mengatakan, pasien tersebut adalah pasien 55, 56, 57, 58, dan 59. Dari tambahan lima kasus tersebut, pasien 57 merupakan seorang anak-anak, 1 tahun 7 bulan, warga Rungkut, Surabaya yang berdomisili di Desa Pucanganak, Kecamatan Tugu. Pasien ini merupakan anak dari pasien 51 dengan status terkonfirmasi tanpa gejala. Diketahui keluarga pasien 57 merupakan warga asli Trenggalek yang hendak pindah ke Surabaya. Kartu keluarga sudah Surabaya, tapi KTP kedua orang tuanya masih Trenggalek. Karena adanya pembelajaran daring, maka pasien 57 selama Maret hingga Juli tidak pernah kembali ke Trenggalek.

Baru pada Sabtu (11/7), pasien 57 sekeluarga melakukan perjalanan kembali ke Trenggalek. Empat hari kemudian dilakukan swab test dan hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19. Penanganan pasien 57 dilakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan dari satgas dan puskesmas wilayah. “Berdasarkan hasil tracing yang kami lakukan dari kasus ini, terdapat lima kontak erat. Yaitu ibu dan kakak hasil swab test negatif serta kakek, nenek, dan paman dijadwalkan swab test hari ini (19/7). Kesimpulannya, pasien ini terpapar dari pasien 51,” katanya.

Sedangkan untuk penanganan, pasien 57 status terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Anak tersebut kini dalam kondisi baik, juga tidak ada perawatan khusus. Sehingga tidak diisolasi untuk menjaga psikologis dan perlu pendampingan ibunya. Sedangkan untuk perawatan yang diberikan, menjaga status imunnya tetap baik dengan makanan bergizi dan vitamin. “Tentu saja kendati isolasi mandiri di rumah, kami tetap melakukan pengawasan terkait perkembangan kondisinya,” ujarnya.

Sedangkan untuk pasien 55, merupakan perempuan, 34, warga Desa Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang berdomisili di Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Status pasien ini terkonfirmasi tanpa gejala. Diketahui pasien 55 adalah ibu rumah tangga yang merupakan istri dari pasien 35. Diketahui pada Kamis (2/7) hingga Senin lalu (6/7) merawat suami yang sakit di Pasuruan. “Setelah itu, besoknya pasien bersama suami dan anak diantar kakak ipar ke Trenggalek menggunakan kendaraan pribadi,” jlentreh-nya.

Dia melanjutkan, baru pada Rabu (8/7), pasien menjalani rapid test dengan hasil reaktif. Kemudian Rabu (15/7), dilakukan swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek dan besoknya hasil keluar, terkonfirmasi positif. Disinyalir pasien tersebut tertular suami saat merawatnya di Pasuruan. Karena terpapar Covid-19, maka pasien ini dilakukan isolasi di Asrama Covid 1 BKD. “Dari kasus ini, kami mendapatkan enam orang kontak erat dan lima di antaranya dilakukan swab test dengan hasil negatif,” Tuturnya.

Sedangkan, pasien 56 berkelamin laki-laki, 60, warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Trenggalek. Status dari pasien ini konfirmasi dengan gejala ringan. Diketahui pasien 56 selama 14 hari ke belakang tidak melakukan perjalanan. Istrinya adalah ibu rumah tangga dan anaknya adalah sopir serabutan. Namun pada Kamis (9/7), kerabat dari Jakarta datang untuk takziah. Pasien tersebut tidak menemui kerabatnya, tapi keluarganya yang tinggal serumah yang menemui.

Sekitar tiga hari kemudian pasien 56 mengeluh demam, batuk, pusing, dan lemas. Baru pada Senin (13/7) dilakukan pemeriksaan di klinik dengan hasil rapid test reaktif. Selanjutnya pada Rabu (15/7), dilakukan swab test di RSUD dr Soedomo Trenggalek dan besoknya hasil swab test keluar dan pasien ini terpapar Covid-19. Karena terpapar Covid-19, maka pasien 56 segera dilakukan isolasi di Asrama Covid Dinkes PPKB. Dari kasus tersebut, ditemukan dua orang kontak erat anak dan istri yang telah dilakukan swab test dengan hasil masih menunggu. Sedangkan kesimpulan kasus terpaparnya pasien ini masih dilakukan kajian lebih lanjut.

Untuk pasien 58 adalah laki-laki, 46, warga Desa Besuki, Kecamatan Munjungan, merupakan suami dari pasien 40. Juga pasien terkonfirmasi tanpa gejala. Pasien 58 bekerja sebagai penjaga kos bersama istri di Surabaya. Saat menjaga kos berkontak dengan satpam yang selalu berganti. Baru pada Minggu (5/7) bersama istri pulang kembali ke Trenggalek menggunakan mobil carteran. Dua hari kemudian, pasien 58 di-rapid test oleh puskesmas dengan hasil nonreaktif.

Tidak mau gegabah, karena istri positif, pada Rabu (15/7) dilakukan swab test di RSUD dr Soedomo. Besoknya hasil keluar dan pasien ini dinyatakan positif Covid-19. Sehingga pasien tersebut dilakulan isolasi di Asrama BKD. Dari kasus ini terdapat tujuh kontak erat dan disimpulkan terpapar dari Surabaya.

Terakhir, pasien 59, laki-laki, 47, warga Desa Tawing, Kecamatan Munjungan, dengan status terkonfirmasi tanpa gejala. Pasien 58 adalah pegawai di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya. Pasien berdomisili di Jambangan, Surabaya. Pada Minggu (12/7), pasien 59 kembali ke Trenggalek menggunakan sepeda motor dan membantu membangun rumah untuk adiknya.

Besoknya pasien ini didatangi tim satgas, tapi sedang ke hutan memetik cengkih. Selanjutnya pada Selasa (14/7), pasien dilakukan rapid test dengan hasil reaktif. Besoknya segera dilakukan swab test dan pada Kamis (16/7) hasilnya keluar, pasien ini terpapar Covid-19. Karena positif, pasien dikarantina di Ascov 1 BKD. Dari kasus ini, terdapat lima orang kontak erat. Disimpulkan pasien ini terpapar dari Surabaya. “Dengan adanya penambahan kasus ini, kami mengimbau masyarakat bawasanya adaptasi kebiasaan baru (AKB) bukan berarti virusnya sudah hilang, tapi kita harus berhati-hati, menjalankan aktivitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelas dr Murti. (*)

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/