26.1 C
Tulungagung
Saturday, August 13, 2022

GeNose untuk PTM Masih Terus Dikaji

KOTA, Radar Trenggalek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus segera mematangkan proses penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah atau lembaga pendidikan lain. Itu perlu dilakukan agar pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka (PTM) di jenjang pendidikan segera terlaksana.

Apalagi hingga kini proses vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di Kota Keripik Tempe belum 100 persen rampung. Apalagi ada wacana tentang penggunaan GeNose C19 bagi guru dan para peserta didik di sekolah yang menggelar PTM. “Masih kami kaji. Semoga PTM bisa segera dilaksanakan,” ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin.

Dia melanjutkan, itu terjadi mengingat vaksinasi seluruh PTK merupakan salah satu syarat agar PTM bisa terlaksana. Kini pemkab terus mengebut proses vaksinasi pada seluruh PTK. Bahkan proses vaksinasi ini juga sudah dilakukan hingga lingkungan pondok pesantren. Namun untuk proses vaksinasi, tergantung pasokan vaksin dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi. “Karena itu, setiap ada kiriman vaksin, akan langsung diinjeksikan sesuai sasaran prioritas. Sebab, dalam proses vaksinasi, kami sudah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni,” katanya.

Terkait penerapan GeNose C19 di sekolah untuk deteksi dini Covid- 19 ketika pelaksanaan PTM, pemkab belum bisa menyampaikan. Kendati, GeNose C19 adalah salah satu alat pendeteksi infeksi virus korona melalui embusan napas yang dibuat oleh Universitas Gajah Mada (UGM). Selain itu, juga sudah mengantongi izin edar dan izin pakai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tak hanya itu, GeNose C19 sudah dijadikan sebagai salah satu alternatif screening kesehatan pada berbagai moda transportasi umum selama pandemi Covid-19. Namun, hal itu tidak serta-merta menjadi dasar untuk penerapan pada PTM. Sebab, perlu pedoman jelas untuk pelaksanaan agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Untuk itu, kini pemkab akan mengkaji lebih dalam. Baik terkait peraturan maupun prosesnya. Jika memungkinkan, tidak menutup kemungkinan penggunaan GeNose C19 bagi siswa-siswi dan PTK juga akan diterapkan di seluruh SD dan SMP negeri maupun swasta sebagai prasyarat menjalani PTM. “Akan kami kaji terlebih dahulu. Apakah (penarapan GeNose, Red) efektif atau tidak,” jelas Ipin. (*)

KOTA, Radar Trenggalek – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek harus segera mematangkan proses penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah atau lembaga pendidikan lain. Itu perlu dilakukan agar pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka (PTM) di jenjang pendidikan segera terlaksana.

Apalagi hingga kini proses vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di Kota Keripik Tempe belum 100 persen rampung. Apalagi ada wacana tentang penggunaan GeNose C19 bagi guru dan para peserta didik di sekolah yang menggelar PTM. “Masih kami kaji. Semoga PTM bisa segera dilaksanakan,” ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin.

Dia melanjutkan, itu terjadi mengingat vaksinasi seluruh PTK merupakan salah satu syarat agar PTM bisa terlaksana. Kini pemkab terus mengebut proses vaksinasi pada seluruh PTK. Bahkan proses vaksinasi ini juga sudah dilakukan hingga lingkungan pondok pesantren. Namun untuk proses vaksinasi, tergantung pasokan vaksin dari pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi. “Karena itu, setiap ada kiriman vaksin, akan langsung diinjeksikan sesuai sasaran prioritas. Sebab, dalam proses vaksinasi, kami sudah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni,” katanya.

Terkait penerapan GeNose C19 di sekolah untuk deteksi dini Covid- 19 ketika pelaksanaan PTM, pemkab belum bisa menyampaikan. Kendati, GeNose C19 adalah salah satu alat pendeteksi infeksi virus korona melalui embusan napas yang dibuat oleh Universitas Gajah Mada (UGM). Selain itu, juga sudah mengantongi izin edar dan izin pakai dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tak hanya itu, GeNose C19 sudah dijadikan sebagai salah satu alternatif screening kesehatan pada berbagai moda transportasi umum selama pandemi Covid-19. Namun, hal itu tidak serta-merta menjadi dasar untuk penerapan pada PTM. Sebab, perlu pedoman jelas untuk pelaksanaan agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Untuk itu, kini pemkab akan mengkaji lebih dalam. Baik terkait peraturan maupun prosesnya. Jika memungkinkan, tidak menutup kemungkinan penggunaan GeNose C19 bagi siswa-siswi dan PTK juga akan diterapkan di seluruh SD dan SMP negeri maupun swasta sebagai prasyarat menjalani PTM. “Akan kami kaji terlebih dahulu. Apakah (penarapan GeNose, Red) efektif atau tidak,” jelas Ipin. (*)

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/