Sabtu, 25 Jun 2022
Radar Tulungagung
Home / Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Pasacalongsor, Normalisasi Irigasi Belum Maksimal

02 Juli 2021, 14: 11: 06 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Pasacalongsor, Normalisasi Irigasi Belum Maksimal

Ilustrasi (Istimewa)

Share this      

KOTA, Radar Tulungagung - Normalisasi jaringan irigrasi yang mengalami kerusakan akibat longsor di Kecamatan Sendang beberapa waktu lalu hingga kini belum maksimal. Pasalnya, saluran irigasi yang sudah selesai tidak bisa berfungsi baik karena hulu pengambilan air ternyata masih tertutup material longsor.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Tulungagung Anang Prastistianto mengatakan, memang awalnya target perbaikan dua jaringan irigasi yang rusak akibat longsor di Kecamatan Sendang, Kamis (17/6) belum tuntas dilakukan normalisasi. Dua jaringan irigasi itu di antaranya adalah Sumber Pandan dan Bendo Gilir, Kecamatan Sendang. Tiga titik berada di jaringan Bendo Gilir dan satu titik berada di Sumber Pandan. Kini dua titik jaringan irigasi belum tuntas dilakukan normalisasi. “Jadi, ada dua titik di saluran irigasi Bendo Gilir yang belum bisa bekerja secara optimal karena debit airnya belum kembali normal,” tuturnya.

Mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung menelusuri untuk mencari penyebab tidak optimalnya jaringan irigrasi yang sudah dilakukan normalisasi. Ternyata di hulu pengambilan air ditemukan tumpukan material longsor yang lebih besar di pintu pengambilan air. Karena di hulu pengambilan tertutup material longsor, menjadikan jaringan irigasi yang sudah dilakukan normalisasi tidak bisa bekerja secara optimal. “Itu lokasinya sekitar 3 kilometer (km) dari tiga titik yang terkena dampak longsor atau di Dusun Bengkok, Desa Geger. Maka dari itu, dua titik irigasi tidak bisa mengirimkan air dengan jumlah besar dan kini kami sedang menyelesaikan permasalan itu,” terangnya.

Baca juga: RS Darurat Covid-19 Penuh

Anang menjelaskan, akibatnya sekitar 250 hektare (ha) lahan persawahan di Kecamatan Pagerwojo tidak bisa mendapatkan pasokan air secara optimal. Meskipun, beberapa area persawahan masih bisa mendapatkan pasokan air di saluran irigasi lainnya. “Memang tidak sepenuhnya tidak mendapatkan pasokan air dari saluran irigasi. Beberapa saluran irigasi juga masih terdapat air yang bersumber dari jaringan air lainnya,” jelasnya.

Pria berkumis itu mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan normalisasi di hulu pengambilan air yang menyebabkan debit air ke saluran irigasi berkurang. Setelah dilakukan normalisasi, pihaknya akan melihat perkembangannya. Jika dirasa perlu dilakukan pemadatan tanggul menggunakan back hoe, maka akan dilakukan. “Kalau di Sumber Pandan masih menunggu dari BPBD dan PUPR. karena kalau mereka belum selesai melakukan perbaikan, kami juga tidak bisa bergerak,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia