Minggu, 26 Jun 2022
Radar Tulungagung
Home / Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Dermatitis Atopik Tak Bisa Hilang

03 September 2018, 11: 45: 59 WIB | editor : Anggi Septian Andika Putra

Dermatitis Atopik Tak Bisa Hilang

BEROBAT : Salah satu pasien balita ketika melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kedungwaru, kemarin (1/9). (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Share this      

TULUNGAGUNG –  Cuaca yang kering seringkali mengakibatkan masalah bagi kulit. Tak hanya orang dewasa, bayi pun kerap terkena masalah kulit. Terlebih karena kulit bayi masih sensitif. Salah satu masalah kulit yang kerap diderita oleh bayi adalah dermatitis atopik atau biasa disebut ruam susu.

Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam merah di sekitar pipi atau wajah dan menimbulkan rasa gatal. Selain munculnya ruam, kulit kepala akan terasa bersisik dan gatal.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, Marta Dwi Rifka menjelaskan, sebenarnya penyakit dermatitis atopik dapat menyerang siapa pun. Mulai dari bayi, anak-anak, hingga dewasa. Terlebih bagi pemilik kulit sensitif.

Baca juga: KPK Bawa Dokumen Penting dari Penggeledahan di Tulungagung

Dermatitis Atopik Tak Bisa Hilang

GRAFIS SEPUTAR RUAM SUSU (HENDRA NOVIAS/RATU)

Dia menambahkan, dermatitis atopik merupakan penyakit peradangan kulit yang bersifat kronis. Artinya, penyakit ini dapat membaik lalu muncul kembali menjadi parah.

“Dermatitis ini termasuk penyakit kulit yang bersifat kambuh-kambuhan,” jelasnya Minggu (2/9).

Hingga kini, dermatitis atopik belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, diperkirakan berasal dari faktor keturunan atau genetik, lingkungan, dan cuaca. Apalagi kondisi kulit yang kering akan menyebabkan kulit menjadi sensitive, hingga peradangan pada kulit. Itu terlihat dari munculnya bercak merah yang kadang bersisik dan disertai gatal pada kulit. Makanan juga dapat menjadi salah satu penyebab.

“Sebenarnya untuk mengetahui alergi terhadap suatu makanan atau tidak dapat dilakukan tes alergi,” tandasnya.

Faktor lain yang dapat mengakibatkan peradangan pada kulit, yakni lingkungan berdebu. Terutama debu rumah yang banyak mengandung kutu mati. Ditambah kondisi suhu dengan kelembapan rendah, membuat kulit terasa kering dan kusam.

Wanita berhijab ini menegaskan, penyakit itu tidak dapat dihilangkan, tapi dapat dikendalikan.

Yakni dengan melakukan pencegahan agar tidak kambuh. Perubahan gaya hidup menjadi salah satunya. Contohnya, menghindari konsumsi makanan yang dicurigai sebagai penyebab munculnya dermatitis atopic.

Dia menjelaskan, penggunaan air conditioner (AC) secara terus-menerus tidak baik bagi kesehatan kulit. Pasalnya, kulit terkena paparan AC terlalu lama akan membuat kelembapan pada kulit berkurang. Sehingga kulit akan kering.

“Sebaiknya gunakan AC seperlunya saja. Karena terlalu sering dalam ruangan ber-AC juga tidak bagus bagi kulit,” terangnya. Penggunaan pelembap dapat membantu pemilik kulit kering dan sensitif untuk mencegah agar dermatitis atopic tidak sering kambuh.

Namun, pemilihan pelembap harus memperhatikan jenis kulit dan bahan pelembap yang digunakan.

Dia menyatakan, pemberian pelembap berupa lotion pada bayi juga diperbolehkan. Namun disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit si kecil.

“Penggunaan lotion bisa menjadi cara paling efisien untuk menjaga kelembapan kulit. Namun tetap disesuaikan dengan jenis kulit. Jika ruam dan rasa gatal sudah cukup parah, sebaiknya segera periksa ke dokter. Terlebih jika dapat mengganggu aktivitas sehari-hari,” ungkapnya. (nda/ed/din)

(rt/lai/ang/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia