24.4 C
Tulungagung
Friday, September 30, 2022

Dikarenakan Putus Cinta, Pria di Rejotangan Gantung Diri

TULUNGAGUNG- Pria di Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan, harus meregang nyawa dengan gantung diri setelah diketahui putus cinta dari kekasihnya, Minggu (4/9). Dia bernama MS, menderita depresi dalam beberapa hari terakhir dan sikapnya berubah usai menjalani touring komunitas motornya.

Kejadian ini membuat kaget keluarganya, terutama SN sebagai nenek MS yang menemukan jasad pemuda 23 tahun itu menggantung di kamarnya. Padahal sang nenek berniat untuk mengajaknya untuk melihat lomba baris di Kecamatan Ngunut. Namun ketika SN memanggil cucunya, tidak ada respons hingga akhirnya dia masuk ke dalam rumah untuk mencarinya.

“SN mencari semua ruangan di rumahnya. Lalu, pukul 14.30 WIB di kamar belakang, SN menemukan cucunya sudah dalam kondisi gantung diri dengan kepala menghadap ke barat dan memakai baju warna abu-abu serta celana pendek biru,” ujar Kapolsek Rejotangan AKP Puji Hartanto.

Diprediksi, MS gantung diri sejak dua jam sebelum ditemukan oleh neneknya. Ketika dilihat unit Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis RSUD dr Iskak, bibir korban terlihat membiru. Selain itu, lidahnya keluar. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Kejadian itu membuat pipi SN dibanjiri air mata, karena cucu kesayangannya meninggal dunia dengan cara tragis. Apalagi sang nenek menceritakan dalam seminggu terakhir sikap cucunya berubah semenjak touring bersama teman-temannya ke Solo dan dugaan itu diperkuat dengan korban yang pernah bercerita bila baru saja putus dengan kekasihnya. Bahkan setelah itu keluarganya juga sempat membawa korban ke dokter, namun kondisinya tidak membuahkan hasil.

Paman korban yang mendapatkan informasi dari sang nenek juga ikut terhadap peristiwa ini. Sang paman langsung melaporkan ke perangkat desa dan pihak desa juga ikut kaget dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Rejotangan. Hingga mengevakuasi korban dan menyerahkan korban ke pihak keluarga untuk langsung dimakamkan

“Keluarga sempat membawa korban ke dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan fisik dan jiwanya. Namun sikapnya tetap seperti orang depresi. Apalagi dia telah izin tidak kerja selama 10 hari tanpa alasan tertentu,” terangnya.(jar/din)






Reporter: Binti Ayyul Husnaini

TULUNGAGUNG- Pria di Desa Blimbing, Kecamatan Rejotangan, harus meregang nyawa dengan gantung diri setelah diketahui putus cinta dari kekasihnya, Minggu (4/9). Dia bernama MS, menderita depresi dalam beberapa hari terakhir dan sikapnya berubah usai menjalani touring komunitas motornya.

Kejadian ini membuat kaget keluarganya, terutama SN sebagai nenek MS yang menemukan jasad pemuda 23 tahun itu menggantung di kamarnya. Padahal sang nenek berniat untuk mengajaknya untuk melihat lomba baris di Kecamatan Ngunut. Namun ketika SN memanggil cucunya, tidak ada respons hingga akhirnya dia masuk ke dalam rumah untuk mencarinya.

“SN mencari semua ruangan di rumahnya. Lalu, pukul 14.30 WIB di kamar belakang, SN menemukan cucunya sudah dalam kondisi gantung diri dengan kepala menghadap ke barat dan memakai baju warna abu-abu serta celana pendek biru,” ujar Kapolsek Rejotangan AKP Puji Hartanto.

Diprediksi, MS gantung diri sejak dua jam sebelum ditemukan oleh neneknya. Ketika dilihat unit Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis RSUD dr Iskak, bibir korban terlihat membiru. Selain itu, lidahnya keluar. Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Kejadian itu membuat pipi SN dibanjiri air mata, karena cucu kesayangannya meninggal dunia dengan cara tragis. Apalagi sang nenek menceritakan dalam seminggu terakhir sikap cucunya berubah semenjak touring bersama teman-temannya ke Solo dan dugaan itu diperkuat dengan korban yang pernah bercerita bila baru saja putus dengan kekasihnya. Bahkan setelah itu keluarganya juga sempat membawa korban ke dokter, namun kondisinya tidak membuahkan hasil.

Paman korban yang mendapatkan informasi dari sang nenek juga ikut terhadap peristiwa ini. Sang paman langsung melaporkan ke perangkat desa dan pihak desa juga ikut kaget dan langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Rejotangan. Hingga mengevakuasi korban dan menyerahkan korban ke pihak keluarga untuk langsung dimakamkan

“Keluarga sempat membawa korban ke dokter untuk memeriksa kondisi kesehatan fisik dan jiwanya. Namun sikapnya tetap seperti orang depresi. Apalagi dia telah izin tidak kerja selama 10 hari tanpa alasan tertentu,” terangnya.(jar/din)






Reporter: Binti Ayyul Husnaini

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/