24.4 C
Tulungagung
Friday, September 30, 2022

DPRD Tulungagung Usulkan Dinas Pendidikan dan Olahraga Bakal Dipisah

TULUNGAGUNG- Masih banyak kekurangan komposisi anggaran dan tugas pokok serta fungsi (tupoksi) yang yang dinilai terlalu luas. DPRD usulkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung untuk dipisah menjadi dua.

Anggota DPRD Tulungagung, Suprapto mengatakan, usulan memisahkan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungaung tersebut bukannya tanpa alasan. Pertama, karena apabila melihat komposisi yang dianggarkan pada OPD tersebut masih banyak kekurangan khususnya pada peningkatan kapasitas pemuda dalam rangka menghadapi persaingan global.

“Faktanya pada disdikpora terdapat sub prioritas untuk program kepemudaan, namun besaran penganggarannya hanya Rp 100 juta. Tentu tidak logis, karena kalau namanya prioritas bukan seperti itu,” katanya.

Apalagi mempertimbangkan bahwa permasalahan yang dihadapi didunia pendidikan sangat besar. Mencakup institusi-institusi pendidikan yang sangat banyak mulai dari SD dan SMP di seluruh Tulungagung. Maka pemisahan itu dinilai tepat, yakni menjadi dinas pendidikan yang secara khusus menangani bidang pendidikan. Serta dinas pemuda dan olahraga yang diharapkan nanti akan lebih serius menangani permasalahan pemuda dan olahraga Tulungagung. “Usulan pemisahan dua dinas ini juga mendapat sinyal positif dari Pemkab Tulungagung,” ungkapnya.

Menurut dia, pemisahan disdikpora ini juga sangat memungkinkan. Apabila ditelisik secara linier pemerintahan, pada tataran pusat terdapat dua kementerian yakni Kementerian Pendidikan Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Satu lagi, terdapat perbedaan antara keduanya, bidang pendidikan adalah merupakan sebuah urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Sedangkan bidang pemuda dan olahraga bukan merupakan urusan wajib. “Tidak apa-apa dipisah, itu tidak menyimpang,” katanya.

Dia mengaku, bahwa pemisahan dinas ini akan menambah beban anggaran pada Pemkab Tulungagung sendiri. Namun yang dilihat haruslah output dan outcome, yang menjadi harapan tentu apabila suatu hal di bidangi dan ditangani secara khusus oleh dinas yang lebih fokus maka semestinya akan lebih maju. “Ditargetkan pemisahan ini pada 2023 mendatang, pemisahan tersebut dengan peraturan bupati (perbup) sudah cukup,” tandasnya.

Dia menambahkan, selain usulan tersebut, usulan lainnya juga untuk menyongsong era digitalisasi jalannya pemerintah di Tulungagung bisa lebih fokus lagi untuk menggunakan teknologi informasi. Itu juga sebuah tuntutan zaman, diharapkan kedepan nanti segala sesuatu harus berbasis digital. Dengan begitu kecepatan dan ketepatan pelayanan akan meningkat, di sisi lain juga bisa mengurangi belanja alat-alat tulis khusunya kertas. (mg1/din)






Reporter: Binti Ayyul Husnaini

TULUNGAGUNG- Masih banyak kekurangan komposisi anggaran dan tugas pokok serta fungsi (tupoksi) yang yang dinilai terlalu luas. DPRD usulkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tulungagung untuk dipisah menjadi dua.

Anggota DPRD Tulungagung, Suprapto mengatakan, usulan memisahkan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungaung tersebut bukannya tanpa alasan. Pertama, karena apabila melihat komposisi yang dianggarkan pada OPD tersebut masih banyak kekurangan khususnya pada peningkatan kapasitas pemuda dalam rangka menghadapi persaingan global.

“Faktanya pada disdikpora terdapat sub prioritas untuk program kepemudaan, namun besaran penganggarannya hanya Rp 100 juta. Tentu tidak logis, karena kalau namanya prioritas bukan seperti itu,” katanya.

Apalagi mempertimbangkan bahwa permasalahan yang dihadapi didunia pendidikan sangat besar. Mencakup institusi-institusi pendidikan yang sangat banyak mulai dari SD dan SMP di seluruh Tulungagung. Maka pemisahan itu dinilai tepat, yakni menjadi dinas pendidikan yang secara khusus menangani bidang pendidikan. Serta dinas pemuda dan olahraga yang diharapkan nanti akan lebih serius menangani permasalahan pemuda dan olahraga Tulungagung. “Usulan pemisahan dua dinas ini juga mendapat sinyal positif dari Pemkab Tulungagung,” ungkapnya.

Menurut dia, pemisahan disdikpora ini juga sangat memungkinkan. Apabila ditelisik secara linier pemerintahan, pada tataran pusat terdapat dua kementerian yakni Kementerian Pendidikan Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Satu lagi, terdapat perbedaan antara keduanya, bidang pendidikan adalah merupakan sebuah urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Sedangkan bidang pemuda dan olahraga bukan merupakan urusan wajib. “Tidak apa-apa dipisah, itu tidak menyimpang,” katanya.

Dia mengaku, bahwa pemisahan dinas ini akan menambah beban anggaran pada Pemkab Tulungagung sendiri. Namun yang dilihat haruslah output dan outcome, yang menjadi harapan tentu apabila suatu hal di bidangi dan ditangani secara khusus oleh dinas yang lebih fokus maka semestinya akan lebih maju. “Ditargetkan pemisahan ini pada 2023 mendatang, pemisahan tersebut dengan peraturan bupati (perbup) sudah cukup,” tandasnya.

Dia menambahkan, selain usulan tersebut, usulan lainnya juga untuk menyongsong era digitalisasi jalannya pemerintah di Tulungagung bisa lebih fokus lagi untuk menggunakan teknologi informasi. Itu juga sebuah tuntutan zaman, diharapkan kedepan nanti segala sesuatu harus berbasis digital. Dengan begitu kecepatan dan ketepatan pelayanan akan meningkat, di sisi lain juga bisa mengurangi belanja alat-alat tulis khusunya kertas. (mg1/din)






Reporter: Binti Ayyul Husnaini

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/