26.2 C
Tulungagung
Friday, August 12, 2022

Jembatan Karangrejo-Boro Dibuka, Makin Ruso Momot 30 Ton

TULUNGAGUNG – Jembatan Karangrejo-Boro akhirnya resmi dibuka pada Jumat (10/12) kemarin. Saat itu juga, seluruh rambu pengalihan kendaraan dilepas. Arus lalu lintas pun berjalan normal seperti sedia kala.

Pembukaan tersebut diawali dengan peninjauan proyek oleh Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo. Di sela itu, Maryoto menjelaskan secara keseluruhan pengerjaan jembatan di jalan nasional tersebut sudah tuntas. Perbaikan lantai jembatan yang menelan anggaran Rp 1,3 miliar itu pun sudah dapat dilewati kendaraan bertonase besar.

Bahkan setelah dilakukan perbaikan lantainya sejak September lalu, jembatan dengan panjang 60 meter dengan lebar 7,5 meter ini bisa menahan beban dengan muatan hingga 30 ton.

“Jalan ini masuk kelas 4. Artinya secara aturan, beban yang boleh melintas hanya 8 ton. Tapi karena ini, lantai jembatan itu dapat menahan dengan kapasitas 30 ton,” terangnya.

Dengan dibukanya jembatan tersebut, maka kata Maryoto beban di kota kembali berkurang. Dia mengakui peran jembatan Karangrejo-Boro cukup vital. Karena, keberadaan jembatan tersebut termasuk jaringan sekunder yang menghubungkan antarkabupaten. Yakni Kediri-Tulungagung. “Tugas kita belum selesai. Setelah ini kita akan menganggarkan perbaikan jembatan Plengkung, Sembung. Karena imbas jembatan ini ditutup, sana rusak karena konstruksi jembatan tidak direncanakan untuk menahan kendaraan tonase besar,” terangnya. (lil/c1/din/dfs)

TULUNGAGUNG – Jembatan Karangrejo-Boro akhirnya resmi dibuka pada Jumat (10/12) kemarin. Saat itu juga, seluruh rambu pengalihan kendaraan dilepas. Arus lalu lintas pun berjalan normal seperti sedia kala.

Pembukaan tersebut diawali dengan peninjauan proyek oleh Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo. Di sela itu, Maryoto menjelaskan secara keseluruhan pengerjaan jembatan di jalan nasional tersebut sudah tuntas. Perbaikan lantai jembatan yang menelan anggaran Rp 1,3 miliar itu pun sudah dapat dilewati kendaraan bertonase besar.

Bahkan setelah dilakukan perbaikan lantainya sejak September lalu, jembatan dengan panjang 60 meter dengan lebar 7,5 meter ini bisa menahan beban dengan muatan hingga 30 ton.

“Jalan ini masuk kelas 4. Artinya secara aturan, beban yang boleh melintas hanya 8 ton. Tapi karena ini, lantai jembatan itu dapat menahan dengan kapasitas 30 ton,” terangnya.

Dengan dibukanya jembatan tersebut, maka kata Maryoto beban di kota kembali berkurang. Dia mengakui peran jembatan Karangrejo-Boro cukup vital. Karena, keberadaan jembatan tersebut termasuk jaringan sekunder yang menghubungkan antarkabupaten. Yakni Kediri-Tulungagung. “Tugas kita belum selesai. Setelah ini kita akan menganggarkan perbaikan jembatan Plengkung, Sembung. Karena imbas jembatan ini ditutup, sana rusak karena konstruksi jembatan tidak direncanakan untuk menahan kendaraan tonase besar,” terangnya. (lil/c1/din/dfs)

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/