Minggu, 28 Nov 2021
Radar Tulungagung
Home / Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Perhatikan Dampak Sosial dan Kemacetan

Saat Jembatan Ngujang 1 Direvitalisasi

14 November 2020, 11: 33: 11 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Perhatikan Dampak Sosial dan Kemacetan

Share this      

KOTA, Radar Tulungagung - Rencana revitalisai Jembatan Ngujang I pada 2021 mendatang bukan sekedar wacana. Karena berbagai persiapan telah dilakukan. Terbaru, Senin hingga Kamis (12/11) kemarin, tim Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) meliputi kementerian perhubungan, kementerian PUPR serta Korlantas Polri melakukan survei di lokasi untuk mengetahui dampak dari pembangunan Jembatan Ngujang tersebut.

Dikonfirmasi hasil survei ini, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung, Eka Prihadi melalui Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, Ferdi Aris Iswahyudi yang mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, sesuai rencana awal pembangunan Jembatan Ngujang I baru akan dilakukan pada triwulan 2 2021 mendatang. Namun setelah dilakukan survei oleh tim, rencana pembangunan akan dilakukan setelah ada kesepakatan dalam manajemen dan rekayasa lalu lintasnya. Sebab, tim menemukan beberapa catatan saat survei lokasi dari rencana pengalihan arus lalu lintas dari Ngujan I ke Ngujang II. "Rekomendasi kita dialihkan ke Jembatan Ngujang II. Namun banyak pertimbangan juga di sana. Meski sudah laik, karena jalan sudah diperlebar namun perlu ada manajemen serta rekayasa yang tepat agar tidak memunculkan dampak kemacetan, sosial, atau lainnya," jelasnya.

Perbaikan jembatan yang tidak hanya dilakukan di Jembatan Ngujang I tapi juga Jembatan Bandar Ngalim, Kota Kediri juga jadi pertimbangan lainnya. Itu karena lokasi keduanya cukup berdekatan dinilai dapat memicu adanya kemacetan arus lalu lintas baik dari arah Kediri-Tulungagung atau sebaliknya."Mau dialihkan ke jembatan Jeli juga tidak mungkin. Karena di sana status jembatan masih darurat. Padahal banyak kendaraan besar yang nantinya melintas, seperti bus, truk dan lainnya," terangnya.

Baca juga: Bio Farma Produksi Vaksin untuk Dunia

Menurut dia, pembangunan Jembatan Ngujang I ini akan dilakukan pembongkaran total dengan desain dan kekuatan yang lebih modern yang memakan hampir satu tahun pengerjaan membuat tim tak ingin ambil keputusan yang berisiko. Sehingga, tim akan melakukan evaluasi lagi. Dari survei lanjutan hingga pembahasan kepastian pembangunan. "Sesuai dengan desain, lebar Jembatan Ngujang Baru akan bertambah menjadi 12,5 meter dari lebar awal yang hanya di angka 7 meter," tegasnya.

Sekadar mengingatkan, harapan warga Kota Marmer ada perbaikan pada jembatan Ngujang I tampaknya telah diamini Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Sebab, jembatan nasional yang menghubungkan Kediri-Tulungagung itu akan dibongkar total dan diganti dengan kontruksi yang lebih kokoh pada 2021 mendatang.

Sesuai rencana ada tiga jembatan yang akan direvitalisasi. Yakni, Jembatan Ngujang I, Jembatan Bandar Ngalim, Kota Kediri dan Jembatan Munjungan, Trenggalek. Ketiganya direncanakan akan realisasikan pada tahun depan (2021, red).(*)

(rt/lai/alwk/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia