26.2 C
Tulungagung
Saturday, August 13, 2022

Tempat Wisata Jurang Senggani di Tulungagung

SENDANG, Radar Tulungagung – Pengelolaan wisata Bumi Perkemahan (Bumper) Jurang Senggani tak berkutik. Meski sudah ditutup, masih ada pengunjung menerobos masuk karena tidak dipasangnya portal di pintu masuk. Mereka tidak bisa menarik parkir dan tiket masuk karena terbelenggu aturan PPKM level 4.

“Serba salah. Kami tak bisa menarik tiket karena tutup, sedangkan pengunjung banyak setiap Sabtu-Minggu,” ucap salah satu anggota Pokdarwis Bumper Jurang Senggani, Supadi, kemarin.

Kondisi ini, kata Supadi, sebenarnya sudah dirasakan pada awal PPKM darurat Juli lalu. Dia beralasan tak bisa memortal jalan menuju Bumper Jurang Senggani karena merupakan akses ekonomi warga setempat. Jadi hanya papan imbauan yang terpasang. “Nggak mungkin kami pasang portal. Karena itu akses ekonomi,” katanya.

Dia juga tidak memberlakukan penjagaan. Sebab, pengelolaan wisata andalan Desa Nglurup, Kecamatan Sendang ini belum sepenuhnya pulih. Pengelolaan sempat tersendat ketika akses masuk bumper tertutup material longsor terjadi Juni lalu. Pendapatan dari parkir dan karcis yang dibagi untuk biaya operasional sangat terbatas.

“Terus terang kondisi wisata kami sekarang tak terawat. Itu karena biaya perawatan tidak ada. Apabila PPKM kelar, mungkin masih begitu-begitu saja,” jelasnya.

Dia mengatakan, penutupan wisata yang berkepanjangan ini juga berimbas pada anggotanya. Beberapa dari mereka telah mengibarkan bendera putih dan memilih pekerjaan lain yang hasilnya dapat diandalkan. Bahkan, jelasnya, ada yang merantau ke luar kota. “Ini karena tidak ada kepastian kapan boleh buka. Jadi mereka cari pekerjaan lain,” tegasnya.

Untuk itu, dia sangat berharap ada relaksasi setelah PPKM level 4 berakhir 23 Agustus nanti. Sebab, masih banyak yang menggantungkan ekonominya di pengelolaan wisata Bumper Jurang Senggani.  Termasuk mereka yang mengisi di lokasi kuliner.

“Kami juga berharap pemerintah mau memberikan solusi pada kami (Pokdarwis Bumper Jurang Senggani, Red). Baiknya gimana gitu agar wisata ini dapat dipertahankan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, perpanjangan PPKM level 4 yang diberlakukan sekarang ini masih menutup semua objek wisata. Sebab, di tempat wisata rawan orang berkerumun dan berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19.

“Sabar. Penutupan ini sifatnya sementara. Kami berharap semua mau mendukung upaya penanganan Covid-19 sekarang ini,” ucapnya. (*)

SENDANG, Radar Tulungagung – Pengelolaan wisata Bumi Perkemahan (Bumper) Jurang Senggani tak berkutik. Meski sudah ditutup, masih ada pengunjung menerobos masuk karena tidak dipasangnya portal di pintu masuk. Mereka tidak bisa menarik parkir dan tiket masuk karena terbelenggu aturan PPKM level 4.

“Serba salah. Kami tak bisa menarik tiket karena tutup, sedangkan pengunjung banyak setiap Sabtu-Minggu,” ucap salah satu anggota Pokdarwis Bumper Jurang Senggani, Supadi, kemarin.

Kondisi ini, kata Supadi, sebenarnya sudah dirasakan pada awal PPKM darurat Juli lalu. Dia beralasan tak bisa memortal jalan menuju Bumper Jurang Senggani karena merupakan akses ekonomi warga setempat. Jadi hanya papan imbauan yang terpasang. “Nggak mungkin kami pasang portal. Karena itu akses ekonomi,” katanya.

Dia juga tidak memberlakukan penjagaan. Sebab, pengelolaan wisata andalan Desa Nglurup, Kecamatan Sendang ini belum sepenuhnya pulih. Pengelolaan sempat tersendat ketika akses masuk bumper tertutup material longsor terjadi Juni lalu. Pendapatan dari parkir dan karcis yang dibagi untuk biaya operasional sangat terbatas.

“Terus terang kondisi wisata kami sekarang tak terawat. Itu karena biaya perawatan tidak ada. Apabila PPKM kelar, mungkin masih begitu-begitu saja,” jelasnya.

Dia mengatakan, penutupan wisata yang berkepanjangan ini juga berimbas pada anggotanya. Beberapa dari mereka telah mengibarkan bendera putih dan memilih pekerjaan lain yang hasilnya dapat diandalkan. Bahkan, jelasnya, ada yang merantau ke luar kota. “Ini karena tidak ada kepastian kapan boleh buka. Jadi mereka cari pekerjaan lain,” tegasnya.

Untuk itu, dia sangat berharap ada relaksasi setelah PPKM level 4 berakhir 23 Agustus nanti. Sebab, masih banyak yang menggantungkan ekonominya di pengelolaan wisata Bumper Jurang Senggani.  Termasuk mereka yang mengisi di lokasi kuliner.

“Kami juga berharap pemerintah mau memberikan solusi pada kami (Pokdarwis Bumper Jurang Senggani, Red). Baiknya gimana gitu agar wisata ini dapat dipertahankan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, perpanjangan PPKM level 4 yang diberlakukan sekarang ini masih menutup semua objek wisata. Sebab, di tempat wisata rawan orang berkerumun dan berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19.

“Sabar. Penutupan ini sifatnya sementara. Kami berharap semua mau mendukung upaya penanganan Covid-19 sekarang ini,” ucapnya. (*)

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/