24 C
Tulungagung
Monday, October 3, 2022

Jabalsari Bukan Lockdown, Karantina Dilakukan selama Sebulan

SUMBERGEMPOL, Radar Tulungagung – Karantina wilayah di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol bakal dilakukan selama sebulan. Hal itu diputuskan tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung untuk memutus penularan Covid-19 di desa tersebut semakin meluas.

“Ya, durasinya satu bulan. Tapi jika dievaluasi sudah membaik, ya sudah tidak karantina lagi,” ucap Bupati Tulungagung Maryoto Birowo ditemui usai rapat, kemarin.

Selama menjalani karantina, masyarakat diperbolehkan untuk beraktivitas atau bekerja seperti biasanya. Tentu mengutamakan protokoler kesehatan termasuk menerapkan social dan physical distancing. Sementara mereka yang lansia dan keluarga yang rentan tertular, diminta untuk menjalani isolasi di rumah masing-masing.

“Ya, boleh. Mereka boleh beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Karena ini bukan lockdown, hanya pembatasan sosial,” tuturnya.

Untuk mempermudah pengawasan, pihaknya hanya memberikan dua akses masuk/keluar desa. Tak hanya itu saja, mereka juga akan melewati pemeriksaan kesehatan, seperti dengan thermo gun dan bilik sterilisasi.

“Akses kami batasi. Ini untuk mempermudah pengawasan dan pemantauan mereka yang keluar-masuk. Juga harus lapor pada petugas jaga. Agar penularan Covid-19 ini tidak meluas,” terangnya.

Sementara itu, soal tracing atau pelacakan, kata Maryoto, tetap berlanjut. Tracing akan difokuskan terhadap mereka yang memiliki kontak erat dengan terkonfirmasi positif Covid-19 maupun yang positif di-rapid test.

“Karena alat kami, seperti rapid test jumlahnya terbatas, kami fokuskan di dusun atau lingkungan yang terkonfirmasi Covid-19 ini,” terangnya.

Disinggung terkait dampak ekonomi dan kebutuhan masyarakat, kata Maryoto, tim satgas berencana akan memberikan bantuan berupa sembako bagi mereka yang ekonominya terdampak Covid-19. Namun, tidak menutup kemungkinan akan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Tulungagung memutuskan mengarantina wilayah Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, sejak Kamis malam (23/4), kemarin. Karantina wilayah diambil pascaditemukannya 14 warga setempat positif virus dari rapid test. Sedangkan 14 warga yang positif rapid test menjalani isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung.

SUMBERGEMPOL, Radar Tulungagung – Karantina wilayah di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol bakal dilakukan selama sebulan. Hal itu diputuskan tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung untuk memutus penularan Covid-19 di desa tersebut semakin meluas.

“Ya, durasinya satu bulan. Tapi jika dievaluasi sudah membaik, ya sudah tidak karantina lagi,” ucap Bupati Tulungagung Maryoto Birowo ditemui usai rapat, kemarin.

Selama menjalani karantina, masyarakat diperbolehkan untuk beraktivitas atau bekerja seperti biasanya. Tentu mengutamakan protokoler kesehatan termasuk menerapkan social dan physical distancing. Sementara mereka yang lansia dan keluarga yang rentan tertular, diminta untuk menjalani isolasi di rumah masing-masing.

“Ya, boleh. Mereka boleh beraktivitas dan bekerja seperti biasa. Karena ini bukan lockdown, hanya pembatasan sosial,” tuturnya.

Untuk mempermudah pengawasan, pihaknya hanya memberikan dua akses masuk/keluar desa. Tak hanya itu saja, mereka juga akan melewati pemeriksaan kesehatan, seperti dengan thermo gun dan bilik sterilisasi.

“Akses kami batasi. Ini untuk mempermudah pengawasan dan pemantauan mereka yang keluar-masuk. Juga harus lapor pada petugas jaga. Agar penularan Covid-19 ini tidak meluas,” terangnya.

Sementara itu, soal tracing atau pelacakan, kata Maryoto, tetap berlanjut. Tracing akan difokuskan terhadap mereka yang memiliki kontak erat dengan terkonfirmasi positif Covid-19 maupun yang positif di-rapid test.

“Karena alat kami, seperti rapid test jumlahnya terbatas, kami fokuskan di dusun atau lingkungan yang terkonfirmasi Covid-19 ini,” terangnya.

Disinggung terkait dampak ekonomi dan kebutuhan masyarakat, kata Maryoto, tim satgas berencana akan memberikan bantuan berupa sembako bagi mereka yang ekonominya terdampak Covid-19. Namun, tidak menutup kemungkinan akan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Tulungagung memutuskan mengarantina wilayah Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, sejak Kamis malam (23/4), kemarin. Karantina wilayah diambil pascaditemukannya 14 warga setempat positif virus dari rapid test. Sedangkan 14 warga yang positif rapid test menjalani isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung.

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/