23.5 C
Tulungagung
Friday, June 9, 2023

JLS Hampir Rampung, Tulungagung Belum Punya Pelabuhan Representatif

TULUNGAGUNG – Potensi laut di selatan Tulungagung masih bisa dikembangkan lagi. Termasuk pengembangan pelabuhan representatif. Dengan begitu, mampu memberikan dampak ekonomi tinggi bagi masyarakat, khususnya wilayah selatan.

Impian memiliki pelabuhan representatif sangat selaras dengan jalan lintas selatan (JLS) yang kini sedang proses pembangunan. Mobilitas hasil laut Tulungagagung akan semakin tinggi ketika dua hal tersebut bisa tercapai. Adanya dua pembangunan itu akan memberikan semangat. Suntikan energi bagi para masyarakat selatan untuk meningkatkan potensi perekonomian. “Dengan waktu tempuh yang diperkecil, biaya untuk distribusi akan semakin turun,” ujar anggota Komisi V DPR RI, Sri Rahayu.

Apabila pembangunan pelabuhan memang dapat terwujud, tentu bisa dibangun juga cold storage untuk menyimpan berbagai hasil produk laut dari Tulungagung. Cold storage bisa dimanfaatkan untuk menstabilkan harga ikan, sampai pemenuhan permintaan pasar yang bisa dikendalikan, dan memperkecil kemungkinan tersendatnya pasokan ikan.

“Karena kendalanya bisa saja dari faktor cuaca sehingga nelayan tidak bisa berlayar. Ke depan, saya rasa keberadaan cold storage ini sangat dibutuhkan kalau memang dermaga bisa dibangun dengan baik,” katanya.

Dia menuturkan, penganggaran untuk pembangunan pelabuhan sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa cara. Apabila daerah (Tulungagung, Red) mampu, maka bisa dilakukan pembangunan. Kalau pemerintah pusat ada anggaran juga bisa dialokasikan untuk itu. Bahkan, bisa saja ada sharing anggaran antara pemerintah daerah bersama dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan ambisi itu. “Saya kira itu bukan hal mustahil. Karena pada dasarnya antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten (pemkab) memang harus berkolaborasi,” tuturnya.

Rencana itu seharusnya tidak dieksekusi dalam waktu lama. Pihaknya juga mendorong pemkab maupun kementerian yang menangani untuk segera membuat program pembangunan pelabuhan yang representatif di Tulungagung.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menambahkan, selama ini Tulungagung memiliki pelabuhan kecil sebagai lintas laut selatan Tulungagung. Namun, pelabuhan besar yang representatif memang selama ini belum dimiliki. Pemkab optimistis pembangunan pelabuhan itu bisa dilaksanakan di Tulungagung.

“Kita akan tetap melakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat. Karena tidak mungkin daerah mampu membangunnya sendiri,” tandasnya.  (nul/c1/din/rka)

TULUNGAGUNG – Potensi laut di selatan Tulungagung masih bisa dikembangkan lagi. Termasuk pengembangan pelabuhan representatif. Dengan begitu, mampu memberikan dampak ekonomi tinggi bagi masyarakat, khususnya wilayah selatan.

Impian memiliki pelabuhan representatif sangat selaras dengan jalan lintas selatan (JLS) yang kini sedang proses pembangunan. Mobilitas hasil laut Tulungagagung akan semakin tinggi ketika dua hal tersebut bisa tercapai. Adanya dua pembangunan itu akan memberikan semangat. Suntikan energi bagi para masyarakat selatan untuk meningkatkan potensi perekonomian. “Dengan waktu tempuh yang diperkecil, biaya untuk distribusi akan semakin turun,” ujar anggota Komisi V DPR RI, Sri Rahayu.

Apabila pembangunan pelabuhan memang dapat terwujud, tentu bisa dibangun juga cold storage untuk menyimpan berbagai hasil produk laut dari Tulungagung. Cold storage bisa dimanfaatkan untuk menstabilkan harga ikan, sampai pemenuhan permintaan pasar yang bisa dikendalikan, dan memperkecil kemungkinan tersendatnya pasokan ikan.

“Karena kendalanya bisa saja dari faktor cuaca sehingga nelayan tidak bisa berlayar. Ke depan, saya rasa keberadaan cold storage ini sangat dibutuhkan kalau memang dermaga bisa dibangun dengan baik,” katanya.

Dia menuturkan, penganggaran untuk pembangunan pelabuhan sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa cara. Apabila daerah (Tulungagung, Red) mampu, maka bisa dilakukan pembangunan. Kalau pemerintah pusat ada anggaran juga bisa dialokasikan untuk itu. Bahkan, bisa saja ada sharing anggaran antara pemerintah daerah bersama dengan pemerintah pusat untuk mewujudkan ambisi itu. “Saya kira itu bukan hal mustahil. Karena pada dasarnya antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten (pemkab) memang harus berkolaborasi,” tuturnya.

- Advertisement -

Rencana itu seharusnya tidak dieksekusi dalam waktu lama. Pihaknya juga mendorong pemkab maupun kementerian yang menangani untuk segera membuat program pembangunan pelabuhan yang representatif di Tulungagung.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo menambahkan, selama ini Tulungagung memiliki pelabuhan kecil sebagai lintas laut selatan Tulungagung. Namun, pelabuhan besar yang representatif memang selama ini belum dimiliki. Pemkab optimistis pembangunan pelabuhan itu bisa dilaksanakan di Tulungagung.

“Kita akan tetap melakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat. Karena tidak mungkin daerah mampu membangunnya sendiri,” tandasnya.  (nul/c1/din/rka)


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/