24.2 C
Tulungagung
Saturday, August 13, 2022

Puluhan Kendaraan Dipaksa Putar Balik

RADAR TULUNGAGUNG – Puluhan kendaraan dari luar daerah dihalau dan dipaksa putar balik oleh petugas check point yang berada di perbatasan masuk Tulungagung pada Minggu (26/4) kemarin. Langkah itu diambil untuk menindaklanjuti instruksi pemerintah tentang larangan mudik.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, melalui Kasatlantas, Aristianto Budi S. mengatakan, dalam penyekatan ini, semua kendaraan yang dari luar daerah masuk ke Tulungagung akan diperiksa oleh petugas dari personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP Tulungagung, dan Dinas Kesehatan yang menjaga di-check point. Mereka akan diwawancarai singkat tujuan dan memeriksa kondisi tubuhnya melalui termo gun.

“Semua perbatasan dijaga. Ada empat check point yang didirikan. Yakni di Ngantru, Karangrejo, Rejotangan, dan juga Gondang. Saat ini kami juga mendirikan Pos PAM di Ngujang,” jelasnya.

Dan, dari dua hari yakni Sabtu (25/4) dan Minggu (26/4) kemarin, tercatat ada 33 kendaraan-kendaraan dari luar kota yang diduga mudik awal dihalau dan dipaksa untuk berputar balik. Kendaraan tersebut ada yang ber plat B, AD, W maupun plat AA.

Tak hanya itu saja, penyekatan juga menyasar sejumlah angkutan umum bus antarkota. Dan hasilnya, didapati tiga orang mudik ke Tulungagung. Ketiga orang tersebut mengaku datang dari Jambi, Jogjakarta, dan Wonosobo.

“Untuk tiga orang tersebut, kami berkoordinasi dengan forpimcam untuk melakukan penjemputan di check point. Dan mereka diimbau untuk melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari,” jelasnya.

Aris menambahkan, larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Terlebih, saat ini orang sebagai carier tidak memiliki gejala umumnya Covid-19. Sehingga sulit dideteksi.

“Ini untuk kebaikan bersama. Agar virus tidak menyebar meluas,” tandasnya.

RADAR TULUNGAGUNG – Puluhan kendaraan dari luar daerah dihalau dan dipaksa putar balik oleh petugas check point yang berada di perbatasan masuk Tulungagung pada Minggu (26/4) kemarin. Langkah itu diambil untuk menindaklanjuti instruksi pemerintah tentang larangan mudik.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, melalui Kasatlantas, Aristianto Budi S. mengatakan, dalam penyekatan ini, semua kendaraan yang dari luar daerah masuk ke Tulungagung akan diperiksa oleh petugas dari personel gabungan TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP Tulungagung, dan Dinas Kesehatan yang menjaga di-check point. Mereka akan diwawancarai singkat tujuan dan memeriksa kondisi tubuhnya melalui termo gun.

“Semua perbatasan dijaga. Ada empat check point yang didirikan. Yakni di Ngantru, Karangrejo, Rejotangan, dan juga Gondang. Saat ini kami juga mendirikan Pos PAM di Ngujang,” jelasnya.

Dan, dari dua hari yakni Sabtu (25/4) dan Minggu (26/4) kemarin, tercatat ada 33 kendaraan-kendaraan dari luar kota yang diduga mudik awal dihalau dan dipaksa untuk berputar balik. Kendaraan tersebut ada yang ber plat B, AD, W maupun plat AA.

Tak hanya itu saja, penyekatan juga menyasar sejumlah angkutan umum bus antarkota. Dan hasilnya, didapati tiga orang mudik ke Tulungagung. Ketiga orang tersebut mengaku datang dari Jambi, Jogjakarta, dan Wonosobo.

“Untuk tiga orang tersebut, kami berkoordinasi dengan forpimcam untuk melakukan penjemputan di check point. Dan mereka diimbau untuk melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari,” jelasnya.

Aris menambahkan, larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah ini bertujuan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Terlebih, saat ini orang sebagai carier tidak memiliki gejala umumnya Covid-19. Sehingga sulit dideteksi.

“Ini untuk kebaikan bersama. Agar virus tidak menyebar meluas,” tandasnya.

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/