BLITAR –Supriono, pedagang kayu asal Kabupaten Lumajang ditemukan meninggal dunia di pekarangan Desa Sukoanyar, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Kamis (2/11/2023). Musababnya, korban tertimpa pohon sonokeling yang roboh tepat ke arahnya.
Korban tidak sadarkan diri usai tertimpa pohon sonokeling, padahal saudaranya telah berusaha memberitahu bahaya. Namun korban rupanya mengalami gangguan pendengaran.
Kapolsek Kesamben AKP Suhartono mengatakan bahwa korban tertimpa pohon bernama Supriono mengalami gangguan pendengaran. Itu sebabnya dia tidak segera menghindar ketika rekannya berteriak saat pohon mulai roboh.
Baca Juga: Hindari Genangan Air, Warga Tulungagung Saling Tabrakan, dan Meninggal di Depan Pemakaman Umum
Sesaat sebelum kejadian, dia datang ke lokasi penebangan pohon di Desa Sukoanyar bersama ketiga rekannya. Tepatnya pada pukul 09.00. Lantas keempatnya memutuskan untuk menebang satu pohon sonokeling dengan diameter sekitar 15 sentimeter (cm) dan tinggi sekitar 15 meter.
“Setelah kami meminta keterangan para saksi-saksi. Ternyata sebelum korban menebang pohon, telah diperingatkan untuk hati-hati. Ternyata korban mengalami gangguan pendengaran atau tuna rungu sehingga tidak direspons,” ujar Suhartono.
Dia melanjutkan, batang pohon itu ditarik dengan tali tambang. Nahas, salah satu dahan pohon yang cukup besar tiba-tiba roboh hingga mengenai tangan kiri Supriono. Sontak, korban langsung terjatuh dengan posisi tertelungkup dan tidak sadarkan diri.
Polisi menghubungi pihak keluarga untuk datang ke klinik dan meminta jenazah tidak dilakukan otopsi. Namun keluarga menolak karena merasa kejadian ini murni akibat kecelakaan tanpa adanya kesengajaan.
“Jadi korban memang tuna rungu. Ketika menarik pohon sonokeling, korban tidak melihat di atasnya terdapat dahan pohon yang jatuh,” pungkasnya. (jar/dit)
Editor : Doni Setiawan