Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dijual Sayang, Ditahan Biaya Besar

Anggi Septian Andika Putra • Senin, 6 Februari 2023 | 20:21 WIB

KABUPATEN BLITAR – Dilema menghantui para peternak kambing kontes. Gegara penyakit mulut dan kuku (PMK) mobitas ternak relatif terbatas. Padahal, butuh biaya besar untuk pemeliharaan ternak ini.

“Kalau masih dalam satu pulau tidak begitu ada kendala, tapi kalau sudah pengiriman luar pulau ini yang agak susah,” ujar Ketua Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Blitar, Didik Surdiyanto, kemarin (5/2).

Dia mengungkapkan, PMK menjadi tantangan besar bagi peternak kambing kontes, semisal peranakan etawa (PE). Sebab, selama penyakit ini mewabah nyaris tidak ada event untuk menyalurkan hobi atau kepiawaian dalam merawat hewan tersebut. Akibatnya, nilai ekonominya pun mengalami penurunan. “Harganya masih mahal, tapi kalau dibandingkan dengan kondisi normal sangat jauh. Bisa hampir separo penurunannya,” jelas Didik.

Idealnya, anakan PE dengan kualitas bagus dihargai sekitar Rp 10juta sampai Rp 15 juta. Namun, karena kondisi sedang tidak normal, bisa turun sampai separo harga. Untuk itu, kata Didik, even-event harus segera digelar untuk mengembalikan gairah peternakan masyartakat.

Didik mengungkapkan, untuk menahan atau tetap memelihara kambing ini juga dilematis bagi peternak. Sebab, biaya perawatan yang dibutuhkan untuk memelihara kambing tersebut mahal. Tak kurang dari Rp 80 ribu per hari harus dikeluarkan hanya untuk kebutuhan susu bagi kambing saja. “Susu ini penting untuk membentuk fisik yang baik. Rata-rata untuk anakan butuh 4 liter. Perliternya sekitar Rp 20 ribu, tinggal mengalikan saja,” jelas dia.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Nanang Miftahudin mengatakan, penanganan PMK kini sudah cukup baik jika dibandingkan dengan beberapa bulan lalu. Untuk sementara pemerintah memang belum bisa memberikan fasilitasi maksimal kepada para peternak untuk menggelar event. “Vaksin PMK menjadi syarat utamanya. Selain itu para peternak juga harus paham langkah-langkah pencegahan penyakit ini,” ucapnya.

Nanang memahami, keberadaan event atau kontestasi sangat penting bagi peternak. Sebab, hal ini bisa menjadi sarana untuk mengembalikan kondisi pasar kambing kontes. Untuk itu, pihaknya berharap para peternak juga mawasdiri dalam budidaya peternakan ini. “Nanti kalau sudah dipastikan aman, pemerintah pasti memberikan fasilitasi dan dukungan secara optimal. Karena ini juga bagian pengungkit ekonomi masyarakat,”tanda”nya. (hai) Editor : Anggi Septian Andika Putra
#Kabupaten Blitar #radar blitar #peristiwa blitar #radar tulungagung #blitar hari ini #radar penataran #Kota Blitar #blitar #blitar update