KABUPATEN BLITAR - Kendaraan angkutan pelajar alias bus sekolah di Bumi Penataran kembali beroperasi awal tahun ini. Tetapi, pemkab masih dihadapkan dengan jumlah armada yang terlampau minim. Imbasnya, banyak pelajar di berbagai kecamatan belum bisa menikmati layanan gratis ini.
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar Amir Bharata mengakui, saat ini hanya memiliki empat unit bus dengan tiga trayek. Menurutnya, pemetaan ini belum sepenuhnya maksimal lantaran belum bisa meng-cover seluruh jalur-jalur utama di Bumi Penataran.
“Tetap kekurangan unit. Dari kapasitas penumpang, sekarang seratus persen lebih. Kalau nanti ditambah unitnya, bisa jangkau banyak sekolah,” ujarnya kemarin (12/2).
Untuk diketahui, tiga trayek itu tersebar di tujuh kecamatan. Trayek pertama melayani kawasan Kanigoro, Talun, Selopuro, dan Wlingi. Lalu, trayek kedua menjangkau area Kuningan, Kanigoro, dan Sawentar. Sedangkan trayek ketiga di area barat, yakni Udanawu, Wonodadi, dan Srengat.
Amir menambahkan, selain masih kekurangan unit, pihaknya juga masih terkendala dengan letak sekolah yang dinilai tersebar. Bahkan, banyak yang berlokasi di kawasan pelosok. Kondisi ini membuat pelayanam bus sekolah belum bisa mobiling secara maksimal. Utamanya di Kabupaten Blitar sisi utara dan selatan.
“Saat ini menjangkau wilayah timur, tengah, dan barat. Tidak semua kecamatan bisa di-cover karena keberadaan sekolah sifatnya tersebar,” imbuhnya.
Inovasi yang diluncurkan pemkab ini sebenarnya cukup membantu pelajar dalam akses berangkat hingga pulang sekolah. Pantauan di titik pemberangkatan, pengguna layanan ini didominasi pelajar SMP. Sedangkan untuk jenjang SD dan SMA minim.
Soal rencana penambahan bus, pihaknya tak bisa memastikan dilakukan tahun ini. Sebab, pos anggaran untuk dinasnya masih terbatas. Adapun, penambahan unit juga tak bisa dilakukan serta merta lantaran harus melihat survey permintaan dari masyarakat dan jalur yang dilalui wajib melalui kajian.
“Anggaran tahun ini minim dan sistemnya juga menyewa dari pihak ketiga. Yang ada dulu kami maksimalkan,” pungkasnya. (luk/hai) Editor : Doni Setiawan