Kucing termasuk hewan domestik yang sering dipelihara. Hewan menggemaskan ini sangat sering menjadi kawan manusia. Ulahnya yang lucu mampu mengusir segala macam kegalauan manusia. Namun, kucing juga seperti makhluk hidup lainnya, perlu penanganan setelah melahirkan.
Kucing betina bisa berkembang biak lebih dari tiga ekor kucing. Belum lagi kucing betina dewasa yang bisa melahirkan hingga delapan kucing. Namun, saat-saat tersebut adalah masa krusial. Bisa jadi, induk kucing tidak mampu bertahan pasca melahirkan karena sakit.
“Teknik melahirkan juga perlu diantisipasi apakah diperlukan melahirkan normal atau dengan bantuan manusia,” papar pecinta kucing Ni Putu Adinda Sari.
Menurut gadis asli Bali itu, manusia juga perlu mempersiapkan kondisi menyusui yang mendukung untuk bayi kucing. Antibodi air susu dari induk kucing mempunyai peran yang penting. Terutama bagi tumbuh kembang anak-anak kucing yang baru lahir. Sebelum masa melahirkan, induk kucing memerlukan nutrisi yang tercukupi. Tentu saja, nutrisi yang baik terdapat pada makanan yang tinggi serat dan bergizi.
Selama memelihara kucing, Adinda selalu sigap menyiapkan segala sesuatu sebelum bayi kucing terlahir. Dia juga selalu menyediakan lap basah air hangat untuk membersihkan tubuh bayi dan induk kucing. Tidak lupa memberikan lampu penerang yang bersuhu hangat. Kemudian, dia juga menambahkan porsi makanan untuk induk kucing. Hal ini wajar terjadi pada induk kucing setelah melahirkan. “Karena kucing aku memerlukan banyak kalori buat si bayi, kan,” jelas dara 22 tahun ini.
Dia juga memisahkan induk kucing dengan pejantan. Pasalnya, induk kucing setelah melahirkan akan mudah terangsang dan hamil. Hal itu sangat tidak baik. Karena bisa jadi tubuhnya juga tidak akan kuat mengandung anak kucing lagi dalam waktu berdekatan. Resiko terjadi pendarahan sangat tinggi.
Tidak lupa, Dinda selalu mendekatkan anak kucing pada induknya. Setelah kucing melahirkan, tentu bayi kucing memerlukan sosoknya. Induk kucing juga akan membersihkan sisa-sisa plasenta yang menempel pada anaknya. “Mereka kan juga butuh menyusu dan kehangatan agar tidak mati kedinginan,” pungkasnya. (mg2/hai) Editor : Endah Sriwahyuni