Sumber itu mengalirkan air yang sangat jernih. Pengelola sengaja menaburkan pasir di dasar kolam agar kolam tidak gampang lumutan. Sumber itu kali pertama diketahui ketika ada seorang warga yang menggali sebuah sumur.
Ketika beberapa meter menggali, mata air tiba-tiba muncul dan meluap hingga membentuk sebuah kolam. “Itu dari cerita turun-temurun. Katanya ada mbah-mbah yang menggali sumur, tapi baru menggali sebentar muncullah mata air yang meluap sampai amber. Makanya disebut Sumur Amber,” ungkap Ketua Pengelola Wisata Sumber Amber, Ammaruloh Abas, kepada koran ini.
Sumber mata airnya pun tak diragukan lagi. Selain debet air yang melimpah, airnya juga sangat jernih dan menyegarkan. Di dalamnya juga terdapat ikan-ikan kecil yang biasa dimanfaatkan untuk terapi.
Abas mengaku Sumber Amber tak pernah sepi pengunjung. Apalagi, ketika hari libur, pengunjung sudah berdatangan sejak pagi. Konon, air dari Sumur Amber banyak khasiatnya. Bahkan, banyak pengunjung yang datang untuk berendam pada malam hari. “Sampai malam ndak pernah sepi. Kalau malam biasanya orang terapi. Rata-rata mereka sakit stroke dan asma. Kalau hari-hari biasa paling sering anak-anak SD biasanya latihan renang,” tambahnya.
Pengunjung yang ingin berendam dan terapi memang disarankan pada malam hari. Sebab, suasananya sepi sehingga cocok untuk bersantai tanpa harus berdesak-desakan dengan pengunjung lain. Biasanya akan ada pengelola dan tetua desa yang mendampingi. “Alhamdulillah sudah banyak yang sembuh. Untuk berdoa memang ditujukan kepada masing-masing agama yang dianut, tetapi proses penyembuhannya melalui perantara air di Sumur Amber,” katanya.
Sumber Amber baru dibuka untuk umum sekitar Juni 2022 lalu. Sebelumnya, sumber itu hanya menjadi sumber pengairan sawah. Kemudian dibendung dan dibangun kolam-kolam untuk berenang. “Sebenarnya kami melihat potensi itu sejak lama. Baru terealisasi Juni 2022 lalu karena ada anggaran dana desa yang bisa dipergunakan untuk membangun sarana prasarana lokasi wisata,” ujarnya.
Pengelolaan Sumber Amber melibatkan anggota karang taruna. Ada lima kotak kolam yang disediakan. Setiap kotak kolam dibuat bervariasi sesuai tingkat kedalaman dan luasannya. Kolam pertama yang dekat dengan sumber air memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter. Terdapat dua kolam untuk orang dewasa dan tiga kolam untuk anak-anak.
Abas menambahkan bahwa semenjak Sumur Amber dikelola dan dibuka untuk umum bisa meningkatkan pendapatan asli desa (PAD). Warga sekitar pun terkena imbasnya, seperti menjadikan halaman rumah menjadi tempat parkir dan membuka warung makan. “Alhamdulillah bisa meningkatkan PAD hampir 50 juta,” katanya.
Untuk masuk ke wisata tersebut, pengunjung ditarik tiket seharga Rp 5.000 per orang. Pengunjung pun bisa berenang sepuasnya. Di lokasi juga disediakan ban pelampung yang disewa dengan harga Rp 4.000 ukuran kecil dan Rp 5.000 ukuran besar. Fasilitas lainnya seperti toilet, gazebo, dan karaoke. (mg2/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni