24.4 C
Tulungagung
Friday, September 30, 2022

BBM Naik, Tarif Bus AKDP Ikut Naik Hingga 30 Persen

Tulungagung- Nampaknya satu per satu dampak dari kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu mulai kelihatan. Termasuk tarif bus antarkota dalam provinsi (AKDP) ekonomi yang mengalami kenaikan sampai sekitar 30 persen.

Kenaikan harga BBM secara resmi diumumkan pemerintah pusat pada Sabtu (3/9) lalu. Sehari setelah kenaikan tersebut, tarif bus AKDP ekonomi ikut naik pada Minggu (4/9).

“Terhitung mulai 4 September 2022 lalu, tarif bus AKDP ekonomi di Tulungagung mengalami perubahan tarif,” ujar Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Gayatri, Dukut Siswantoyo, kemarin (6/9).

Dukut -sapaan akrab pria tersebut-melanjutkan, perubahan mengarah pada kenaikan harga. Sebelum kenaikan harga BBM, tarif bus AKDP ekonomi dari Tulungagung ke Surabaya adalah Rp 25 ribu, sedangkan kini berubah menjadi Rp 33 ribu. Selain itu, bus dengan jurusan Tulungagung-Malang dengan tarif sebelumnya Rp 40 ribu, kini naik menjadi Rp 45 ribu. “Saya sudah bertanya kepada pengelola bus (AKDP ekonomi, Red), tarif naik sekitar 30 persen,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya tarif bus AKDP ekonomi ini diatur pada peraturan gubernur (pergub), berbeda dengan bus cepat terbatas (patas) maupun bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang tidak ada ketentuannya. Berdasarkan Pergub Jawa Timur (Jatim) Nomor 27 Tahun 2016 tentang Tarif Dasar, tarif jarak batas atas dan batas bawah angkutan penumpang antarkota dalam provinsi kelas ekonomi menggunakan mobil bus umum di Provinsi Jatim, terdapat aturan tentang batas atas maupun batas bawah tarif bus AKDP ekonomi.

“Batas atas tarif untuk Tulungagung-Surabaya ada di angka Rp 25 ribu, batas bawahnya Rp 15.500. Lalu, batas atas Tulungagung-Malang di angka Rp 20 ribu,” sebutnya.

Meski peraturan tersebut belum ada penyesuaian batas atas maupun batas bawah tarif dengan kenaikan harga BBM yang terjadi, tetapi pengelola bus seluruh PO di Tulungagung telah sepakat menaikkan tarif bus AKDP ekonomi. Kalau didalami, salah satu faktor kenaikan tarif ini adalah naiknya harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu. Kenaikan tarif ini bisa dibilang adalah reaksi dari perusahaan bus akibat kenaikan BBM.

Dia menambahkan, dengan kenaikan tarif bus ini, penumpang bus AKDP ekonomi ini masih terbilang stabil. Pada hari biasa, Terminal Gayatri memberangkatkan sekitar 2.500 penumpang, sedangkan pada akhir pekan jumlah penumpang bisa melonjak sampai sekitar 4.000 penumpang. Jumlah tersebut di-cover oleh sekitar 250 bus yang berangkat setiap harinya dari Terminal Gayatri. “Tetap ada penumpang. Biasanya yang kesehariannya berangkat bekerja dengan bus atau untuk kuliah ke luar kota juga tetap,” tutup Dukut. (mg1/c1/din)






Reporter: Binti Ayyul Husnaini

Tulungagung- Nampaknya satu per satu dampak dari kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu mulai kelihatan. Termasuk tarif bus antarkota dalam provinsi (AKDP) ekonomi yang mengalami kenaikan sampai sekitar 30 persen.

Kenaikan harga BBM secara resmi diumumkan pemerintah pusat pada Sabtu (3/9) lalu. Sehari setelah kenaikan tersebut, tarif bus AKDP ekonomi ikut naik pada Minggu (4/9).

“Terhitung mulai 4 September 2022 lalu, tarif bus AKDP ekonomi di Tulungagung mengalami perubahan tarif,” ujar Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Gayatri, Dukut Siswantoyo, kemarin (6/9).

Dukut -sapaan akrab pria tersebut-melanjutkan, perubahan mengarah pada kenaikan harga. Sebelum kenaikan harga BBM, tarif bus AKDP ekonomi dari Tulungagung ke Surabaya adalah Rp 25 ribu, sedangkan kini berubah menjadi Rp 33 ribu. Selain itu, bus dengan jurusan Tulungagung-Malang dengan tarif sebelumnya Rp 40 ribu, kini naik menjadi Rp 45 ribu. “Saya sudah bertanya kepada pengelola bus (AKDP ekonomi, Red), tarif naik sekitar 30 persen,” katanya.

Menurut dia, sebenarnya tarif bus AKDP ekonomi ini diatur pada peraturan gubernur (pergub), berbeda dengan bus cepat terbatas (patas) maupun bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang tidak ada ketentuannya. Berdasarkan Pergub Jawa Timur (Jatim) Nomor 27 Tahun 2016 tentang Tarif Dasar, tarif jarak batas atas dan batas bawah angkutan penumpang antarkota dalam provinsi kelas ekonomi menggunakan mobil bus umum di Provinsi Jatim, terdapat aturan tentang batas atas maupun batas bawah tarif bus AKDP ekonomi.

“Batas atas tarif untuk Tulungagung-Surabaya ada di angka Rp 25 ribu, batas bawahnya Rp 15.500. Lalu, batas atas Tulungagung-Malang di angka Rp 20 ribu,” sebutnya.

Meski peraturan tersebut belum ada penyesuaian batas atas maupun batas bawah tarif dengan kenaikan harga BBM yang terjadi, tetapi pengelola bus seluruh PO di Tulungagung telah sepakat menaikkan tarif bus AKDP ekonomi. Kalau didalami, salah satu faktor kenaikan tarif ini adalah naiknya harga BBM bersubsidi beberapa waktu lalu. Kenaikan tarif ini bisa dibilang adalah reaksi dari perusahaan bus akibat kenaikan BBM.

Dia menambahkan, dengan kenaikan tarif bus ini, penumpang bus AKDP ekonomi ini masih terbilang stabil. Pada hari biasa, Terminal Gayatri memberangkatkan sekitar 2.500 penumpang, sedangkan pada akhir pekan jumlah penumpang bisa melonjak sampai sekitar 4.000 penumpang. Jumlah tersebut di-cover oleh sekitar 250 bus yang berangkat setiap harinya dari Terminal Gayatri. “Tetap ada penumpang. Biasanya yang kesehariannya berangkat bekerja dengan bus atau untuk kuliah ke luar kota juga tetap,” tutup Dukut. (mg1/c1/din)






Reporter: Binti Ayyul Husnaini

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/