Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Purbaya Yudhi Sadewa Bandingkan Ekonomi SBY dan Jokowi, Ungkap Fakta Mengejutkan di Forum 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Khoinatul fitriyah • Selasa, 25 November 2025 | 19:40 WIB
Menkeu Purbaya Yudi Sadewa memaparkan perbandingan ekonomi era SBY dan Jokowi dalam forum 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang digelar Metro TV.
Menkeu Purbaya Yudi Sadewa memaparkan perbandingan ekonomi era SBY dan Jokowi dalam forum 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran yang digelar Metro TV.

RADAR TULUNGAGUNG – Pernyataan tegas kembali dilontarkan ekonom sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam forum 1 Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran.

Dalam kesempatan itu, ia blak-blakan memaparkan perbedaan karakter pertumbuhan ekonomi Indonesia pada dua periode penting, yakni era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Topik ini langsung memantik perhatian publik karena Purbaya bandingkan ekonomi SBY dan Jokowi dengan data yang ia sebut sebagai gambaran nyata kondisi sektor riil Indonesia.

Pertumbuhan Tinggi Era SBY, Meski Kebijakan Disebut “Santai”

Dalam paparannya, Purbaya menyebut bahwa pada masa pemerintahan SBY, roda ekonomi berjalan dengan karakter lebih longgar.

Sektor swasta menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara pemerintah tidak melakukan pembangunan masif seperti yang terlihat pada era Jokowi.

Meski demikian, kata Purbaya, pertumbuhan ekonomi pada periode SBY justru berada di kisaran 6 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan di era Jokowi yang berada di sekitar 5 persen.

Menurutnya, sektor swasta yang “hidup” pada masa tersebut menjadi mesin utama perekonomian.

“Private sektor yang hidup, enggak heme... santai-santai saja, tapi tetap tumbuh,” ujarnya dalam forum tersebut.

Era Jokowi: Infrastruktur Gencar, Tapi Pertumbuhan Tetap 5 Persen

Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menyampaikan cerita saat ia menunjukkan data ekonomi kepada Presiden Jokowi.

Dengan nada santai, ia mengaku pernah berkata bahwa di masa SBY, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen meski tanpa pembangunan masif.

“Pak SBY tidur saja pertumbuhannya 6 persen,” katanya sambil menirukan momen tersebut.

Ia menegaskan bahwa pernyataan itu hanya sebagai ilustrasi perbandingan, bukan kritik personal terhadap pemerintahan sebelumnya.

Namun, menurut Purbaya, kenyataannya memang demikian berdasarkan data yang ia pegang.

Proyek infrastruktur besar-besaran yang dikerjakan di era Jokowi tidak otomatis membuat pertumbuhan meroket.

Rata-rata pertumbuhan tetap berkisar 5 persen, bahkan sempat turun drastis sebelum krisis melanda.

GDP Sempat Jatuh Hingga 23 Persen

Purbaya memaparkan bagaimana Gross Domestic Product (GDP) Indonesia mengalami penurunan cukup tajam.

Ia menyebut angka penurunan GDP yang turun terus hingga menyentuh 23 persen.

Grafik yang ia tampilkan dalam forum menunjukkan garis merah yang menggambarkan periode pemerintahan Jokowi.

Ia menilai bahwa sektor riil pada periode tersebut seolah “dicekik”.

“Zamannya Pak Jokowi, real sektornya hampir enggak tumbuh,” kata Purbaya.

“Dicekik, sementara governance sector-nya jalan.”

Purbaya bandingkan ekonomi SBY dan Jokowi bukan hanya dari pertumbuhan, tetapi juga dari daya dorong sektor swasta.

Ia menilai bahwa dalam 20 tahun terakhir, terlihat jelas tanda-tanda mesin ekonomi yang pincang.

Titik Balik: Suntikan Pemerintah Rp300 Triliun

Meski menilai pertumbuhan di era Jokowi cenderung rendah, Purbaya juga mengakui bahwa pemerintah bergerak cepat ketika ekonomi mulai melemah.

Pada Maret 2021, menurutnya, ekonomi sempat pulih berkat kebijakan injeksi anggaran sebesar Rp300 triliun.

Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah yang berhasil menyelamatkan ekonomi nasional dari titik negatif.

“Untung kita enggak mati,” ujarnya.

Meski begitu, Purbaya tetap menegaskan bahwa gambaran besar yang ia sampaikan menunjukkan pentingnya menata ulang mesin pertumbuhan ekonomi agar tidak terus pincang.

Ia menilai kunci utamanya ada pada kebangkitan sektor swasta.

Sebagai penutup, Purbaya memberikan pesan untuk pemerintahan saat ini agar memperhatikan keseimbangan antara pembangunan, kapasitas fiskal, serta pergerakan sektor riil dan swasta.

Menurutnya, pembangunan fisik penting, tetapi tanpa partisipasi kuat dari sektor swasta, pertumbuhan ekonomi sulit mencapai level optimal.

Pernyataan keras Purbaya ini pun menjadi sorotan publik, khususnya karena ia blak-blakan membandingkan ekonomi SBY dan Jokowi secara terbuka di forum nasional.

Analisisnya memberi gambaran bagaimana Indonesia perlu mengatur ulang strategi pertumbuhan agar tidak terjebak dalam kondisi ekonomi yang stagnan.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Ekonomi SBY #tulungagung #radar tulungagung tv #Ekonomi Jokowi #Purbaya Yudhi Sadewa #Pemerintahan Prabowo Gibran #radar tulungagung digital