Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Sempat Anjlok 2 Persen, Analis Ingatkan Investor Bersiap Hadapi Wave Kedua

Dara Shauqy Hadiwijaya • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:30 WIB

IHSG Hari Ini Sempat Anjlok 2 Persen, Investor Diminta Waspadai Wave Kedua.
IHSG Hari Ini Sempat Anjlok 2 Persen, Investor Diminta Waspadai Wave Kedua.

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan volatilitas tinggi. Pada perdagangan terbaru, IHSG sempat terkoreksi hingga 2 persen di sesi kedua sebelum akhirnya stabil, memunculkan peringatan dini bagi investor untuk mulai bersiap menghadapi potensi wave koreksi lanjutan.

Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa tekanan jual mulai muncul, setelah IHSG bergerak dalam tren kenaikan cukup panjang. Meski secara tren besar masih menguat, pelaku pasar diminta tidak lengah dan mulai menata ulang portofolio sejak dini.

 

Koreksi Tajam Jadi Alarm Awal Pasar

Dalam ulasan pasar edisi 12 Januari 2026, analis pasar menyebutkan koreksi tajam yang terjadi berlangsung cepat, namun cukup signifikan. Pola ini menandakan bahwa kekuatan beli mulai melemah dan tekanan jual tinggal menunggu momentum.

“Ketika indeks masih berada di level tinggi, justru saat itulah investor perlu bersiap. Jangan menunggu pasar benar-benar crash baru melakukan penyesuaian,” ujar analis dalam pembahasan market tersebut.

IHSG saat ini masih berada dalam fase koreksi wajar dan belum menunjukkan konfirmasi penurunan besar. Namun, sinyal kehati-hatian mulai terlihat dari pergerakan sejumlah saham unggulan.

 

Pentingnya Cash on Hand dalam Portofolio

Salah satu strategi utama yang kembali ditekankan adalah pentingnya menjaga cash on hand di dalam portofolio. Langkah ini bukan berarti keluar total dari pasar, melainkan memosisikan portofolio agar tetap ideal dalam berbagai kondisi.

Dengan memiliki porsi kas yang cukup, investor dinilai lebih siap:

“Cash bukan untuk ditakuti. Justru saat market turun, cash adalah senjata utama,” jelasnya.

 

 

Saham Bubble Mulai Terkoreksi

Koreksi pasar juga mulai terlihat pada sejumlah saham yang sebelumnya dianggap sudah berada di area bubble. Saham-saham dari kelompok konglomerasi dan emiten yang mengalami kenaikan ekstrem dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan pelemahan.

Menurut analis, pola ini bukan hal baru. Fenomena serupa pernah terjadi pada saham sektor perbankan digital, farmasi, hingga emiten pulp dan kertas pada periode sebelumnya.

“Ketika euforia berakhir, saham yang berada di fase bubble biasanya menjadi pemicu utama koreksi di wave berikutnya,” ungkapnya.

 

Investor Diimbau Bersikap Preventif

Meski demikian, investor tidak disarankan untuk sepenuhnya keluar dari pasar. Strategi preventif lebih dianjurkan, seperti:

Koreksi yang terjadi saat ini masih dinilai sebagai koreksi sehat, namun kesiapan sejak awal akan mempermudah pengelolaan portofolio jika tekanan pasar semakin dalam.

 

 

Konsultasi Saham Tetap Selektif

Dalam sesi interaktif, analis juga menekankan bahwa setiap keputusan investasi harus didasarkan pada analisis yang matang, bukan sekadar emosi atau rasa takut ketinggalan peluang. Strategi trading dan investasi harus disesuaikan dengan tujuan, profil risiko, dan kondisi portofolio masing-masing investor.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#ihsg hari ini #2026 #ihsg #ekonomi #ihsg anjlok