RADAR TULUNGAGUNG – Analisis harga Bitcoin hari ini kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto.
Seorang analis dalam video terbaru YouTube menyebutkan bahwa tren jangka pendek hingga menengah masih didominasi tekanan bearish, dengan potensi penurunan harga Bitcoin menuju level USD 52.000 bahkan USD 45.000.
Dalam analisis harga Bitcoin tersebut, grafik timeframe 1 jam menunjukkan ekspansi Bollinger Bands yang cukup besar, menandakan volatilitas tinggi dalam waktu singkat.
Namun, jika diperbesar ke timeframe 4 jam, struktur pasar masih menunjukkan pola lower low dan lower high, ciri khas tren turun.
Analis menegaskan, selama harga Bitcoin belum mampu menembus dan menutup candle di atas USD 72.000, maka peluang penguatan masih terbatas.
Level ini disebut sebagai kunci pembalikan arah (trend reversal) dalam jangka pendek.
Tren Jangka Pendek Masih Tekanan Turun
Pada timeframe 1 jam, terlihat garis tren menurun (descending trend line) yang masih membatasi pergerakan harga.
Area resistance terdekat berada di kisaran USD 68.500, kemudian disusul level psikologis USD 70.000.
Sementara itu, pada timeframe harian (1D), Bitcoin sempat membentuk wick hingga area support kuat di antara USD 65.000–66.000.
Saat ini harga masih bergerak dalam zona support 67.500 hingga 70.000 dolar AS.
Untuk sisi atas, resistance harian berada di kisaran USD 71.500 sampai USD 73.000.
Meski indikator RSI harian menunjukkan adanya breakout dari tren turun, harga secara struktur belum menunjukkan konfirmasi pembalikan arah.
“Market structure di daily masih bearish, masih membentuk lower lows dan lower highs,” jelas analis tersebut.
Skenario Bearish: Target USD 52.000 hingga USD 45.000
Dalam timeframe mingguan (1W), analis menyoroti pola bearish flag yang telah breakdown.
Dari pola tersebut, proyeksi teknikal mengarah ke target harga di USD 52.000. Bahkan, jika dihitung lebih konservatif, potensi penurunan bisa mencapai USD 45.000.
Skenario ini akan tetap berlaku selama tidak ada invalidasi kuat, seperti penutupan candle mingguan di atas USD 87.000.
Level tersebut juga berimpit dengan garis tren turun jangka panjang yang menjadi penghalang utama tren bullish.
Artinya, selama harga Bitcoin belum menembus 87.000 dolar AS secara meyakinkan, bias utama pasar masih condong ke bawah.
Meski demikian, analis menekankan bahwa potensi reversal tetap terbuka dan akan sangat mudah dikenali jika terjadi breakout signifikan di timeframe harian maupun mingguan.
Arus Masuk Bitcoin ETF Capai USD 150 Juta
Di tengah tekanan teknikal, sentimen positif datang dari data arus dana Bitcoin ETF. Dalam satu hari perdagangan terakhir, tercatat net inflow lebih dari USD 150 juta.
Menariknya, ini merupakan hari ketiga berturut-turut terjadi arus masuk dana bersih ke produk ETF Bitcoin.
Tren ini dinilai memberikan tekanan naik (upward pressure) terhadap harga Bitcoin.
Jika pola inflow ini berlanjut, maka potensi reli jangka pendek tetap terbuka, meski secara struktur teknikal masih berada dalam tren turun.
Peta Likuidasi: Likuiditas Besar di Atas USD 80.000
Berdasarkan analisis liquidation heat map, saat ini mayoritas likuiditas berada di sisi atas harga.
Area USD 80.000 menjadi magnet likuiditas besar, bahkan terdapat kantong likuiditas signifikan di sekitar USD 85.000.
Dalam jangka sangat pendek, terdapat likuiditas di level 69.400, 70.000 hingga 72.000 dolar AS.
Jika harga berhasil menembus 72.000 dolar AS, maka potensi “liquidity grab” ke atas bisa terjadi dengan cepat.
Namun, selama harga masih bergerak di dalam descending channel, analis menyarankan pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap tekanan jual.
Level Penting yang Wajib Dipantau
Beberapa level krusial dalam analisis harga Bitcoin kali ini antara lain:
- Support utama: USD 65.000–66.000
- Resistance jangka pendek: USD 68.500 dan USD 70.000
- Level konfirmasi bullish: USD 72.000
- Invalidasi bearish besar: USD 87.000
- Target penurunan: USD 52.000 dan USD 45.000
Dengan struktur pasar yang masih bearish, pelaku pasar disarankan menunggu konfirmasi breakout sebelum mengambil posisi agresif.
Analisis harga Bitcoin ini menunjukkan bahwa meski ada dorongan dari arus masuk ETF, struktur teknikal masih menjadi faktor dominan.
Apakah Bitcoin akan menembus 72.000 dolar AS dan membalikkan tren, atau justru melanjutkan penurunan ke 45.000 dolar AS?
Pasar akan segera menjawabnya dalam beberapa pekan ke depan.
Editor : Vidya Sajar Fitri