Radar Tulungagung - Harga emas hari ini mengalami tekanan cukup dalam setelah harga emas dunia anjlok signifikan dan meninggalkan level psikologis 5.000 dolar AS per troy ons. Penurunan tajam ini terjadi pada penutupan perdagangan Kamis dan langsung berdampak pada harga emas batangan di pasar domestik, termasuk emas Antam.
Pada perdagangan global, harga emas hari ini di pasar spot tercatat merosot 3,53 persen dan ditutup di level sekitar 4.905 dolar AS per troy ons. Angka tersebut menjadi posisi terendah emas dunia dalam sepekan terakhir, seiring koreksi tajam yang juga terjadi di pasar saham Amerika Serikat.
Penurunan harga emas hari ini mengejutkan pelaku pasar karena tidak disertai isu fundamental besar. Analis menilai, kejatuhan emas lebih banyak dipicu oleh faktor teknis dan aksi jual masif yang dilakukan sistem perdagangan otomatis atau robot trading.
Tekanan Algoritma dan Koreksi Bursa Global
Sejumlah analis pasar menyebut penurunan harga emas dunia kali ini merupakan efek lanjutan dari tekanan teknis. Setelah harga emas gagal bertahan di atas level 5.000 dolar AS per troy ons, sistem algoritma perdagangan otomatis memicu aksi jual secara serentak.
Aksi jual tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi tajam di bursa saham New York. Indeks utama seperti Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat melemah signifikan pada perdagangan dini hari, memperkuat sentimen negatif di pasar keuangan global.
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai, dalam kondisi tertentu emas tetap bisa mengalami tekanan ketika pelaku pasar melakukan likuidasi besar-besaran untuk menutup posisi di instrumen lain.
Harga Emas Antam Ikut Terkoreksi
Dampak penurunan harga emas dunia langsung terasa di pasar domestik. Mengacu pada data harga logam mulia, harga emas Antam hari ini mengalami penurunan pada perdagangan Jumat, 13 Februari 2026.
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang untuk pecahan 1 gram tercatat di level Rp2.904.000 per gram. Angka tersebut turun Rp43.000 dibandingkan posisi perdagangan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga ikut turun cukup dalam. Pada perdagangan hari ini, harga buyback berada di level Rp2.688.000 per gram atau turun Rp53.000 dari harga sebelumnya.
Penurunan harga ini menjadi perhatian masyarakat, terutama investor ritel yang dalam beberapa pekan terakhir menyaksikan harga emas bergerak di level tinggi.
Baca Juga: Mobil Listrik di Bawah Rp200 Juta Membanjiri IIMS 2026, Ini Daftar yang Paling Worth It Dibeli
Analis: Koreksi Sehat di Tengah Tren Besar
Meski harga emas terkoreksi tajam, analis menilai kondisi ini masih tergolong wajar. Penurunan harga emas dunia disebut sebagai koreksi teknikal setelah reli panjang yang membawa harga emas menembus rekor demi rekor dalam beberapa bulan terakhir.
Secara fundamental, emas masih didukung oleh berbagai faktor global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia, hingga permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
“Koreksi seperti ini justru diperlukan agar pasar kembali sehat. Selama tidak ada perubahan besar pada faktor fundamental, tren jangka menengah emas masih positif,” ujar salah satu analis pasar.
Respons Investor: Tunggu atau Tambah?
Turunnya harga emas hari ini memunculkan dilema bagi investor. Sebagian memilih menahan emas sambil menunggu harga kembali stabil, sementara lainnya mulai melirik koreksi ini sebagai peluang beli.
Bagi investor jangka panjang, emas masih dinilai layak disimpan sebagai instrumen perlindungan nilai. Namun, investor diimbau tetap mencermati volatilitas harga dalam jangka pendek, terutama jika tekanan teknis global belum sepenuhnya mereda.
Sementara itu, bagi masyarakat yang berencana menjual emas, penurunan harga ini bisa menjadi pertimbangan untuk menunda penjualan hingga harga kembali pulih.
Pasar Menanti Arah Selanjutnya
Pelaku pasar kini menantikan pergerakan harga emas pada perdagangan selanjutnya. Apakah koreksi ini akan berlanjut atau justru menjadi titik balik penguatan kembali, sangat bergantung pada stabilitas pasar global dan respons investor terhadap kondisi bursa saham internasional.
Yang jelas, pergerakan harga emas hari ini kembali menegaskan bahwa meski berstatus aset aman, emas tetap tidak kebal dari gejolak pasar dan aksi jual berbasis teknologi.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh