JAKARTA – Saham Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menjadi perhatian setelah merilis laporan keuangan kuartal IV 2025 dengan kinerja yang solid.
Laba bersih kuartal IV tercatat naik signifikan dari sekitar Rp13,7 triliun menjadi Rp18,5 triliun. Revenue juga menunjukkan pertumbuhan dari kisaran Rp35 triliun menjadi Rp42 triliun. Meski sempat ada fluktuasi di kuartal II dan III, secara tahunan kinerja tetap menunjukkan tren pertumbuhan.
Secara Fundamental: Masih Tergolong Murah?
Beberapa indikator valuasi menunjukkan BMRI berada di bawah rata-rata historisnya:
-
PER saat ini: ±8,41x
-
PER rata-rata 3 tahun: ±10,23x
-
PBV saat ini: ±1,61x
-
PBV rata-rata historis: ±2,11x
-
ROE: ±19% (di atas standar 10%)
-
EPS TTM: ±603
Jika dihitung dengan pendekatan historis:
-
Estimasi harga wajar berbasis PER: ±6.170
-
Estimasi harga wajar berbasis PBV: ±6.640
Dengan harga pasar yang masih berada di bawah kisaran tersebut, secara valuasi BMRI tergolong relatif murah dibanding rerata historisnya.
Pergerakan Asing Masih Jadi Kunci
Seperti bank besar lainnya, pergerakan BMRI sangat dipengaruhi oleh dana asing.
Meski sempat terjadi net sell, tercatat beberapa broker asing justru melakukan akumulasi signifikan, termasuk transaksi ratusan miliar rupiah dalam beberapa sesi terakhir. Di sisi lain, bandar lokal juga terlihat mulai kembali melakukan pengisian.
Artinya, distribusi tidak terjadi secara merata. Ada rotasi kepemilikan, bukan sekadar tekanan jual sepihak.
Analisis Teknikal: Target 5.300 Jika Break 5.200
Secara tren, BMRI masih dalam struktur uptrend dengan MA2 berada di bawah harga dan mulai mengarah ke atas. MA10 juga sudah mulai berada di bawah candle dan mengarah naik.
Namun terdapat bekas area penurunan di sekitar 4.630 serta ekor panjang di area 4.400 yang menjadi catatan teknikal jangka menengah.
Level Penting BMRI:
-
Support kuat: 4.630
-
Area minor: 4.400
-
Resistance kunci: 5.200
-
Target terdekat: 5.300
-
Target menengah: 6.200
Area 5.200 menjadi kunci. Jika berhasil ditembus dengan body kuat, target 5.300 terbuka. Setelah itu, potensi menuju 6.200 semakin realistis, mendekati estimasi harga wajar berbasis PER.
Kesimpulan
Secara fundamental, BMRI menunjukkan kinerja solid dan valuasi di bawah rata-rata historis. Secara teknikal, tren masih positif selama tidak kembali jatuh ke bawah support utama.
Namun tetap perlu diingat, arah akhir tetap ditentukan oleh pergerakan pasar. Analisa membantu meningkatkan probabilitas, tetapi disiplin manajemen risiko tetap menjadi kunci utama.
Bagi investor yang berbasis fundamental, level saat ini masih menarik. Bagi trader teknikal, fokus pada break 5.200 untuk konfirmasi kelanjutan tren naik menuju 5.300 hingga 6.200.
Editor : Divka Vance Yandriana