Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Saham Bank BUMN Turun Bersamaan, Apakah Ini Saat Tepat Beli? Analisa BBCA, BMRI, BBRI hingga BBNI Jadi Sorotan Investor

Krisna Pambudi • Selasa, 10 Maret 2026 | 10:59 WIB

Saham Bank BUMN seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI kompak turun. (Ilustrasi: Gemini)
Saham Bank BUMN seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI kompak turun. (Ilustrasi: Gemini)

RADAR TULUNGAGUNG - Pergerakan saham perbankan kembali menjadi sorotan investor di Bursa Efek Indonesia.

Sejumlah saham bank besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI kompak mengalami tekanan harga.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor: apakah ini menjadi momentum menarik untuk mengoleksi saham bank?

Dalam analisa terbaru pasar saham, saham Bank BUMN seperti BBRI, BMRI, dan BBNI dinilai masih memiliki fundamental kuat meskipun harga sahamnya sedang melemah.

Bahkan, sebagian analis melihat kondisi ini sebagai peluang investasi jangka panjang.

Penurunan harga saham bank terjadi bersamaan dengan tekanan di pasar saham secara keseluruhan.

Namun, beberapa indikator teknikal menunjukkan saham-saham perbankan mulai mendekati area support yang berpotensi memicu rebound.

Saham BBCA Masih Bertahan di Area Support

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat turun sekitar 1,7 persen. Penurunan ini relatif tidak terlalu dalam dibandingkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Secara teknikal, BBCA saat ini berada di area support sekitar 6.700.

Level ini menjadi perhatian investor karena selama beberapa waktu terakhir harga saham BBCA belum mampu menembus resistance di sekitar 6.900.

Dari sisi transaksi, investor asing masih mencatatkan aksi net sell sejak awal Februari dengan nilai sekitar Rp5,2 triliun.

Namun di sisi lain, investor ritel domestik mulai masuk dan mengoleksi saham BBCA di harga saat ini.

Secara fundamental, valuasi BBCA dinilai masih cukup menarik.

Rasio Price to Book Value (PBV) berada di kisaran 3 kali, lebih rendah dibandingkan valuasi historis yang biasanya berada di atas 4 kali.

Saham Bank Mandiri Dinilai Paling Menarik

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami penurunan lebih dalam, yakni sekitar 3,21 persen.

Meski begitu, sejumlah analis justru menilai harga saat ini cukup menarik untuk investasi.

Valuasi Bank Mandiri saat ini tergolong murah dibandingkan kinerjanya. Price to Earnings Ratio (PER) berada di sekitar 7,9 kali, sedangkan PBV sekitar 1,5 kali.

Padahal secara kinerja, pendapatan Bank Mandiri pada 2025 menunjukkan peningkatan signifikan, terutama pada kuartal keempat.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp447 triliun, Bank Mandiri dianggap masih memiliki potensi pertumbuhan yang baik.

Apalagi bank ini juga dikenal rutin membagikan dividen dengan rasio payout yang cukup besar, berkisar 60 hingga 70 persen.

Secara teknikal, area support saham BMRI berada di kisaran 4.720, sedangkan resistance terdekat berada di sekitar 4.870.

Saham BBRI Turun, Tapi Masih Menarik

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga ikut melemah sekitar 2,7 persen. Harga sahamnya kini berada di sekitar 3.570, yang juga berdekatan dengan area support.

Saham BBRI dikenal memiliki volatilitas yang cukup tinggi dibandingkan saham bank besar lainnya.

Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan harga saham BBRI bahkan bisa mencapai 3 hingga 4 persen dalam satu hari perdagangan.

Secara valuasi, BBRI diperdagangkan dengan PER sekitar 9 kali dan PBV sekitar 1,6 kali.

Walaupun pendapatan pada 2025 tercatat mengalami penurunan, saham BBRI tetap menarik karena memiliki dividen yang relatif tinggi.

Jika harga turun lebih lanjut, support berikutnya diperkirakan berada di kisaran 3.440.

BBNI Justru Menguat Tipis

Berbeda dengan bank lainnya, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) justru berhasil mencatatkan kenaikan tipis sekitar 0,47 persen.

Harga saham sempat menyentuh support di level 4.130 sebelum akhirnya memantul naik dan ditutup di sekitar 4.290.

Menariknya, data transaksi menunjukkan investor asing mulai melakukan net buy pada saham BBNI.

Hal ini menjadi salah satu faktor yang menjaga harga saham tetap stabil di tengah tekanan pasar.

Secara valuasi, saham BBNI tergolong murah. Rasio PBV bahkan sudah berada di bawah 1 kali, sedangkan PER berada di sekitar 7,9 kali, hampir sama dengan Bank Mandiri.

Investor Disarankan Tetap Diversifikasi

Meski banyak saham perbankan yang terlihat menarik, investor tetap disarankan tidak menempatkan seluruh dana hanya pada satu saham.

Strategi diversifikasi portofolio dan menjaga ketersediaan dana tunai tetap penting untuk mengantisipasi volatilitas pasar.

Jika kondisi pasar global dan ekonomi Indonesia tetap stabil, saham-saham perbankan berpotensi mengalami rebound dalam beberapa waktu ke depan.

Karena itu, sejumlah analis menilai penurunan harga saham bank saat ini justru bisa menjadi peluang bagi investor jangka panjang untuk mulai melakukan akumulasi secara bertahap.

Editor : Krisna Pambudi
#analisa saham perbankan #saham BBRI #Saham bank BUMN 2026 #Saham BBCA #saham BMRI