Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

OJK Dorong BPR dan BPRS Semakin Berintegritas, Tangguh, dan Kontributif Dukung UMKM

R
Penulis: Rahmat Nur Yahya❯
OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS 2024–2027.
OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS 2024–2027.

Advertisement

KEDIRI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) agar semakin berintegritas, tangguh, dan kontributif dalam memperluas akses keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta masyarakat di daerah.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa dinamika ekonomi global dan regional, disertai perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, menjadi tantangan tersendiri bagi industri perbankan, termasuk BPR dan BPRS. Perubahan perilaku, ekspektasi, dan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan menuntut BPR dan BPRS untuk terus beradaptasi dan meningkatkan daya saing.

“Melalui penguatan struktur dan daya saing, BPR dan BPRS diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan kegiatan usaha, mengantisipasi dampak gejolak perekonomian, serta memperkuat fungsi intermediasi kepada masyarakat dan sektor UMKM,” ujarnya.

Advertisement

Sebagai tindak lanjut amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), OJK telah menerbitkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Industri BPR dan BPRS 2024–2027.

Roadmap tersebut menjadi acuan bagi industri dalam menyusun strategi bisnis yang resilien melalui empat pilar utama, yakni penguatan struktur dan daya saing, akselerasi digitalisasi, penguatan peran di wilayah, serta penguatan pengaturan, perizinan, dan pengawasan.

Advertisement

Secara nasional, hingga Maret 2026 industri BPR dan BPRS mencatatkan kinerja positif.

Total aset tumbuh 3,70 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp236,69 triliun.

Penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 2,83 persen yoy menjadi Rp176,96 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 3,16 persen yoy menjadi Rp165,49 triliun.

Ketahanan permodalan industri juga tetap kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27,20 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Selain itu, penyaluran kredit dan pembiayaan kepada sektor UMKM mencapai 50,07 persen dari total kredit dan pembiayaan yang disalurkan hingga Maret 2026.

Advertisement
Editor : Vidya Sajar Fitri

Artikel Terkait

Nilai Luhur Pancasila Harus Dijiwai Generasi Muda Tulungagung di Tengah Tantangan Era Digital

Nilai Luhur Pancasila Harus Dijiwai Generasi Muda Tulungagung di Tengah Tantangan Era Digital

Perkembangan teknologi digital membawa banyak kemudahan bagi kehidupan masyarakat. Namun di balik manfaat tersebut muncul tantangan baru yang harus dihadapi, terutama terkait perubahan karakter generasi muda.

Diduga Karena Jalan Gelap, Kecelakaan Maut di Pakel Tulungagung Renggut Nyawa Pengendara Lansia

Diduga Karena Jalan Gelap, Kecelakaan Maut di Pakel Tulungagung Renggut Nyawa Pengendara Lansia

Pada Sabtu (30/5/2026) sekitar 18.15, seorang pengendara motor berusia lanjut dilaporkan meninggal dunia seketika di lokasi kejadian setelah terlibat tabrakan hebat dengan motor jenis trail.

Hari Lahir Pancasila 2026, Bakesbangpol Tulungagung Ingatkan Pentingnya Menjaga Keutuhan Bangsa dan Perdamaian Dunia

Hari Lahir Pancasila 2026, Bakesbangpol Tulungagung Ingatkan Pentingnya Menjaga Keutuhan Bangsa dan Perdamaian Dunia

Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali semangat persatuan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer