RADAR TULUNGAGUNG - Festival Film Indonesia (FFI) 2025 resmi menutup malam puncaknya di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki.
FFI kembali menjadi panggung apresiasi tertinggi bagi sineas Tanah Air, menghadirkan kemenangan besar dari berbagai kategori utama maupun teknis.
Kemenangan Besar di Kategori Utama
FFI 2025 menobatkan Pangku sebagai Film Cerita Panjang Terbaik. Film ini mengungguli Jumbo, Perang Kota, dan Sore: Istri dari Masa Depan.
Selain itu, Tambang Emas Ra Ritek meraih kemenangan penting sebagai Film Dokumenter Panjang Terbaik, menunjukkan kuatnya karya akar rumput yang mengangkat isu lingkungan dan suara warga Trenggalek.
Deretan Pemenang Kategori Dokumenter
Kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik dimenangkan oleh Tambang Emas Ra Ritek, mengalahkan Kidung Tani dan Goodbye Tarling, Forgive Me Darling.
Film ini semakin menegaskan bahwa karya komunitas dan isu publik mampu bersaing di panggung nasional.
Film Cerita Panjang dan Penyutradaraan
Sutradara Yandy Laurens membawa pulang penghargaan Sutradara Terbaik lewat film Sore: Istri dari Masa Depan. Film yang sama juga mengantarkan Sheila Dara Aisha meraih Pemeran Utama Perempuan Terbaik.
Kategori Pemeranan
Kategori pemeranan tahun ini menampilkan nama besar dan talenta lintas generasi.
- Pemeran Utama Pria Terbaik: Ringgo Agus Rahman (Panggil Aku Ayah)
- Pemeran Utama Perempuan Terbaik: Sheila Dara Aisha (Sore: Istri dari Masa Depan)
- Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Omara Esteghlal (Pengepungan di Bukit Duri)
- Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik: Christine Hakim (Pangku)
Dominasi Pengepungan di Bukit Duri di Kategori Teknis
Pengepungan di Bukit Duri menjadi film paling dominan dengan lima Piala Citra lewat kategori teknis berikut:
- Penata Efek Visual Terbaik
- Pengarah Sinematografi Terbaik (Ical Tanjung, I.C.S.)
- Pemeran Pendukung Pria Terbaik
- Penata Musik Terbaik (Aghi Narotama)
- Penata Rias Terbaik (Novie Ariyanti)
Keberhasilan ini mempertegas kualitas sinematografi dan produksi film tersebut.
Penulisan, Penyuntingan, dan Musik
Pangku juga unggul melalui kategori Penulis Skenario Asli Terbaik yang dimenangkan oleh Reza Rahadian & Felix K Nesi.
Sore: Istri dari Masa Depan meraih Penyunting Gambar Terbaik lewat Hendra Adhi Susanto dan Lagu Tema Terbaik oleh Gerald Situmorang, Iga Massardi, dan Asteriska.
Kategori Animasi dan Film Pendek
- Film Animasi Panjang Terbaik: Jumbo
- Film Animasi Pendek Terbaik: So I Pray
- Film Cerita Pendek Terbaik: Sammi, Who Can Detach His Body Parts
- Jumbo juga membawa pulang Piala Antemas sebagai Film Terlaris 2025.
Penghargaan Khusus
Penghargaan Pengabdian Seumur Hidup diberikan kepada tiga sosok penting perfilman Indonesia:
- El Manik (Pemeran)
- Franki Raden (Penata Musik)
- Hendrick Gozali (Produser)
Sementara itu, Penghargaan Nya Abbas Akup – Film Pilihan Penonton diraih oleh Rangga & Cinta. Film ini turut mengantar Leya Princy dan El Putra Sarira sebagai Aktris dan Aktor Pilihan Penonton.
FFI 2025 menjadi penegasan keragaman kualitas karya film Indonesia. Dari kemenangan Tambang Emas Ra Ritek yang membawa suara rakyat, hingga dominasi Pengepungan di Bukit Duri di kategori teknis, ajang ini menunjukkan ekosistem perfilman Indonesia yang semakin matang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana