Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Surat dari Masa Mudaku, Film Netflix yang Viral Mengajarkan Empati pada Anak Panti

Manda Dwi Agustin • Selasa, 3 Februari 2026 | 20:33 WIB

Film Netflix Surat dari Masa Mudaku mengajak penonton memahami anak panti asuhan dan kisah kesepian mereka. (sumber: Antara News)
Film Netflix Surat dari Masa Mudaku mengajak penonton memahami anak panti asuhan dan kisah kesepian mereka. (sumber: Antara News)

RADAR TULUNGAGUNG- Netflix menghadirkan film Indonesia original terbaru, “Surat dari Masa Mudaku”, yang digarap Sim F, sutradara yang sebelumnya mengerjakan biopik Susi Susanti.

Film ini mengambil latar panti asuhan, mengangkat kehidupan anak-anak yang sering dicap nakal, dan mengajarkan penonton memahami alasan di balik perilaku mereka.

Film berfokus pada Kevas, seorang anak panti yang kerap membuat masalah dan dicap nakal.

Kilas balik menceritakan masa kecil Kevas di Panti Asuhan Pelita Kasih, di mana ia menyaksikan ketidakadilan pengurus, kehilangan adiknya, dan trauma yang membekas hingga dewasa.

Kehidupan Kevas yang sukses di masa dewasa tetap terganggu karena sifatnya yang overprotective terhadap anaknya sendiri, yang ternyata berakar dari pengalaman masa kecilnya.

Baca Juga: Film Musuh Dalam Selimut Tayang Januari 2026, Angkat Teror Rumah Tangga yang Picu Emosi Penonton

Meskipun menggunakan formula cerita yang familiar, “Surat dari Masa Mudaku” tetap menyajikan nuansa segar.

Latar panti Kristen memberikan perspektif baru, sementara fokus utama tetap pada karakter dan emosi.

Sim F memilih tidak menambah dramatisasi berlebihan; adegan emosional disajikan secukupnya sehingga terasa natural dan menyentuh hati.

Baca Juga: Aura Kasih Terseret Polemik Ridwan Kamil, Deretan Cocokologi Netizen hingga Penjelasan Soal Pihak Ketiga.

Aktor dan Akting yang Kuat

Penampilan para aktor menjadi salah satu kekuatan film ini.

Agus Wibowo, yang memerankan Pak Simon, berhasil menunjukkan transformasi karakter melalui ekspresi mata, dari yang awalnya kosong menjadi hangat.

Anak-anak panti, termasuk Aqila Herbi sebagai Sabrina dan Cleo Haura sebagai Joy, juga menampilkan akting yang natural dan membuat penonton mudah bersimpati dengan karakter mereka.

Adegan-adegan musikal, seperti penampilan anak-anak yang menyanyikan lagu “Kris Kidung”, menambah sentuhan emosional yang indah.

Pesan Moral yang Dalam 

Film ini menekankan pesan moral penting: memahami anak-anak panti bukan sekadar melihat perilaku mereka, tetapi memahami latar belakang dan kesepian mereka.

Banyak anak yang dianggap nakal sebenarnya berjuang melawan rasa kehilangan, kesepian, dan pengalaman pahit masa lalu.

Film ini mengajak penonton untuk lebih empati, terutama bagi mereka yang memiliki privilege dan mudah menghakimi.

Selain adegan sedih, film menghadirkan momen positif dan hangat.

Baca Juga: Kedekatan Jule dan Jeffre Nicole di Bali Jadi Sorotan: Terciduk Jalan Bareng, Isu Settingan hingga Warganet Minta Jule Tobat

Kebersamaan anak-anak panti, tawa, dan kegembiraan mereka memberi keseimbangan emosional.

Hal ini membuat “Surat dari Masa Mudaku” tidak hanya menyentuh, tetapi juga inspiratif.

Alur cerita yang mudah diikuti dan durasi yang pas membuatnya cocok untuk seluruh keluarga, terutama saat liburan.

Secara keseluruhan, meski tidak mendobrak pakem perfilman Indonesia, kualitas akting, penggarapan karakter, dan pesan moral membuat film ini layak ditonton.

Netflix sekali lagi membuktikan komitmennya menghadirkan konten original Indonesia yang menghibur sekaligus mendidik.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#surat dari masa mudaku #film #review film #netflix