Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kontroversi Pedro Pascal Makin Panas: Dituding Kelewatan Sentuh Lawan Main hingga Bawa-bawa Anxiety Disorder

Axsha Zazhika • Kamis, 26 Februari 2026 | 16:25 WIB

Kontroversi Pedro Pascal Makin Panas: Dituding Kelewatan Sentuh Lawan Main hingga Bawa-bawa Anxiety Disorder
Kontroversi Pedro Pascal Makin Panas: Dituding Kelewatan Sentuh Lawan Main hingga Bawa-bawa Anxiety Disorder

TULUNGAGUNG - Kontroversi Pedro Pascal kembali jadi sorotan publik di tengah puncak popularitasnya sebagai aktor Hollywood papan atas. Nama Pedro Pascal yang melambung lewat The Last of Us, The Mandalorian, hingga Fantastic 4 kini tak hanya dibicarakan karena prestasi aktingnya, tetapi juga karena gestur fisik yang dianggap berlebihan saat berinteraksi dengan lawan main.

Kontroversi Pedro Pascal mencuat setelah sejumlah video interaksinya dengan rekan artis viral di media sosial. Dalam beberapa momen, ia terlihat melakukan sentuhan fisik yang dinilai sebagian warganet melampaui batas. Isu ini makin ramai karena dikaitkan dengan pengakuannya soal anxiety disorder atau gangguan kecemasan.

Di tengah karier yang sedang berada di titik tertinggi, kontroversi Pedro Pascal justru memunculkan tanda tanya besar. Apakah ia sekadar sosok hangat dan ekspresif, atau ada perilaku yang tak disadari telah menyinggung norma publik?

Baca Juga: Ramalan Shio Kuda 2026: Tahun Kuda Api Penuh Ujian, Keuangan dan Asmara Rawan Konflik Besar!

Karier Cemerlang Pedro Pascal

Pedro Pascal lahir dengan nama lengkap Jose Pedro Balmaceda Pascal di Santiago, Chili. Ia tumbuh di keluarga yang harus berpindah-pindah akibat situasi politik di negaranya. Masa kecil yang penuh dinamika itu membentuk karakter Pedro sebelum akhirnya ia menemukan pelarian dalam dunia seni peran.

Perjalanan kariernya di Hollywood tidak instan. Ia sempat bertahun-tahun hanya mendapat peran kecil di serial televisi. Namanya mulai dikenal luas saat memerankan Oberyn Martell di Game of Thrones. Meski tampil singkat, karakter tersebut melekat kuat di benak penonton.

Setelah itu, Pedro Pascal membintangi serial Narcos dan semakin diakui sebagai aktor berkarisma. Popularitasnya melonjak drastis saat memerankan Din Djarin dalam The Mandalorian di semesta Star Wars. Puncaknya, ia sukses memerankan Joel dalam The Last of Us, karakter ayah tangguh namun emosional yang menuai pujian global.

Terbaru, ia dipercaya menjadi salah satu tokoh utama dalam film Fantastic 4 versi terbaru. Hampir setiap tahun, wajah Pedro Pascal hadir dalam proyek besar, membuatnya menjadi salah satu aktor paling dicari di industri hiburan.

Momen Komikon 2024 yang Jadi Titik Awal

Sorotan terhadap sikap Pedro Pascal bermula dari ajang Comic-Con 2024. Saat itu, ia tampil bersama Vanessa Kirby dalam rangka promosi Fantastic 4. Kamera menangkap momen ketika Pedro menggenggam tangan Vanessa di atas panggung.

Awalnya publik menilai itu sebagai gestur dukungan. Namun setelah muncul video lain yang menunjukkan Pedro memeluk Vanessa dari belakang hingga mengusap lehernya, opini publik berubah. Gestur tersebut dianggap terlalu intim untuk hubungan profesional.

Kontroversi membesar karena Vanessa Kirby diketahui telah bertunangan dan dikabarkan sedang hamil saat itu. Publik pun terbelah. Sebagian menganggap interaksi itu wajar dalam konteks kedekatan rekan kerja, sementara lainnya menilai sudah melewati batas.

Tak hanya dengan Vanessa, Pedro juga terekam menyentuh dagu istri Willem Dafoe dalam sebuah acara penghargaan. Ada pula cerita dari Dakota Johnson yang menyebut Pedro pernah melontarkan candaan kontroversial di depan publik.

Anxiety Disorder Jadi Perdebatan

Pedro Pascal pernah mengaku mengidap anxiety disorder dalam wawancara dengan media internasional. Ia menyebut sentuhan fisik dengan orang terdekat bisa membantunya meredakan kecemasan saat tampil di depan umum.

Bagi sebagian penggemar, pengakuan ini justru membuat Pedro terlihat manusiawi. Namun bagi pihak lain, alasan tersebut dianggap tidak cukup untuk membenarkan gestur fisik yang dinilai berlebihan.

Menariknya, Pedro juga kerap menunjukkan keakraban fisik dengan rekan pria, seperti berpelukan atau mencium pipi. Hal ini memicu spekulasi liar tentang orientasi seksualnya, terlebih ia dikenal vokal mendukung komunitas LGBT dan isu inklusivitas.

Figur Publik dengan Dua Wajah Persepsi

Di satu sisi, Pedro Pascal dipandang sebagai simbol aktor modern yang terbuka, pro-inklusi, dan hangat terhadap sesama. Di sisi lain, citranya kini dipenuhi perdebatan soal batas profesionalisme dan etika interaksi publik.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana popularitas tinggi di era media sosial dapat memperbesar setiap gerak-gerik figur publik. Sorotan tak lagi hanya pada karya, tetapi juga pada gestur dan pernyataan pribadi.

Hingga kini, tidak ada laporan hukum atau tuduhan resmi terkait dugaan pelecehan terhadap Pedro Pascal. Namun diskursus di media sosial terus berkembang dan memunculkan dua kubu yang saling berseberangan.

Pada akhirnya, kontroversi Pedro Pascal menjadi cerminan kompleksitas seorang bintang besar. Ia tetap dipuji karena kualitas aktingnya, tetapi juga tak lepas dari penilaian publik atas perilaku di luar layar.

Editor : Axsha Zazhika
#Fantastic 4 #vanessa kirby #Kontroversi Pedro Pascal #pedro pascal #anxiety disorder