24.4 C
Tulungagung
Friday, September 30, 2022

Retno Sarilita Ubah Pelepah Pisang jadi Berbagai Kerajinan

TULUNGAGUNG- Di masyarakat, pelepah pisang seringkali dianggap sebagai limbah karena jarang dimanfaatkan. Padahal, dengan ide kreatif barang tersebut bisa diubah menjadi berbagai bentuk kerajinan. Itulah yang kini digeluti Era, sapaan akrab Retno Sarilita Santosaningtyas. Yakni merubah pelepah pisang menjadi beraneka ragam kerajinan.

“Baru mulai tahun ini getol membuat craft atau kerajinan dari pelepah pisang,” ungkap ibu asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung tersebut.

Dia mengaku berangkat dari keprihatinannya ketika melihat pelepah pisang dibuang begitu saja dan akhirnya menjadi sampah. Padahal bisa dimanfaatkan. Era pun juga berkeinginan bisa mengolah pelepah pisang menjadi kerajinan-kerajinan yang berguna dan tentu memiliki nilai ekonomis.

Era sudah bertahun-tahun sudah senang dalam bidang kreatif untuk membuat beraneka ragam kerajinan dari berbagai bahan. Namun, tahun ini bisa dibilang mulai serius dalam membuat craft dari pelepah pisang ini, bahkan sampai belajar khusus ke Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

Hampir satu minggu di Pekalongan, Era belajar mengolah pelepah pisang mulai dari proses bahan hingga produk jadi, sampai diajarkan cara membuat serat dari pelepah pisang. Lantas setelah pulang ke Tulungagung dikembangkan sesuai dengan keinginan.

“Memang di Pekalongan lebih dahulu mengembangkan craft dari pelepah pisang ini. Sebenarnya ide tersebut sudah muncul lama sebelum belajar ke Pekalongan. Dulu pernah membuat kerajinan dari pelepah pisang untuk percobaan, namun secara detail diperdalam di Pekalongan,” tandasnya.

Banyak kerajinan yang bisa dihasilkan dari pelepah pisang, mulai dari sendal, vas bunga, tempat tisu, wadah cincin, taplak meja dan lainnya. Hasilnya juga awet layaknya barang dibuat dengan bahan lainnya, yang menjadi nilai tambah dan membuat orang tertarik. Karena bahan dasarnya yaitu pelepah pisang yang warna dan bentuknya memiliki ciri khas tersendiri.

Terpenting, kata dia, bahan dasarnya mudah didapatkan bahkan di sekitar rumah. Biasanya ketika pisang sudah berbuah, maka batangnya dibuang begitu saja oleh masyarakat.

Untuk prosesnya, pohon pisang diuraikan pelepahnya satu per satu, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Ketika sudah kering, bisa diambil seratnya dahulu atau langsung dikreasikan menjadi beraneka ragam craft sesuai dengan keinginan. “Bahannya tidak beli, gratis. Mendapatkannya sangat mudah di sekitar kita,” ujarnya.

Karya dari pelepah pisang itupun ternyata mendapat atensi tersendiri dari masyarakat, buktinya banyak pesanan datang kepadanya. Namun, karena masalah waktu dan dengan pekerjaan utamanya, pemasaran masih belum maksimal dengan hanya mengandalkan kenalan yang dimilikinya.

“Pasarnya masih di sekitaran Tulungagung. Pernah dulu memasarkan lewat media sosial (medsos), namun saya malah takut kalau slow respon padahal banyak orang tertarik ingin membeli,” katanya. (*/din)






Reporter: Binti Ayyul Husnaini

TULUNGAGUNG- Di masyarakat, pelepah pisang seringkali dianggap sebagai limbah karena jarang dimanfaatkan. Padahal, dengan ide kreatif barang tersebut bisa diubah menjadi berbagai bentuk kerajinan. Itulah yang kini digeluti Era, sapaan akrab Retno Sarilita Santosaningtyas. Yakni merubah pelepah pisang menjadi beraneka ragam kerajinan.

“Baru mulai tahun ini getol membuat craft atau kerajinan dari pelepah pisang,” ungkap ibu asal Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung tersebut.

Dia mengaku berangkat dari keprihatinannya ketika melihat pelepah pisang dibuang begitu saja dan akhirnya menjadi sampah. Padahal bisa dimanfaatkan. Era pun juga berkeinginan bisa mengolah pelepah pisang menjadi kerajinan-kerajinan yang berguna dan tentu memiliki nilai ekonomis.

Era sudah bertahun-tahun sudah senang dalam bidang kreatif untuk membuat beraneka ragam kerajinan dari berbagai bahan. Namun, tahun ini bisa dibilang mulai serius dalam membuat craft dari pelepah pisang ini, bahkan sampai belajar khusus ke Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

Hampir satu minggu di Pekalongan, Era belajar mengolah pelepah pisang mulai dari proses bahan hingga produk jadi, sampai diajarkan cara membuat serat dari pelepah pisang. Lantas setelah pulang ke Tulungagung dikembangkan sesuai dengan keinginan.

“Memang di Pekalongan lebih dahulu mengembangkan craft dari pelepah pisang ini. Sebenarnya ide tersebut sudah muncul lama sebelum belajar ke Pekalongan. Dulu pernah membuat kerajinan dari pelepah pisang untuk percobaan, namun secara detail diperdalam di Pekalongan,” tandasnya.

Banyak kerajinan yang bisa dihasilkan dari pelepah pisang, mulai dari sendal, vas bunga, tempat tisu, wadah cincin, taplak meja dan lainnya. Hasilnya juga awet layaknya barang dibuat dengan bahan lainnya, yang menjadi nilai tambah dan membuat orang tertarik. Karena bahan dasarnya yaitu pelepah pisang yang warna dan bentuknya memiliki ciri khas tersendiri.

Terpenting, kata dia, bahan dasarnya mudah didapatkan bahkan di sekitar rumah. Biasanya ketika pisang sudah berbuah, maka batangnya dibuang begitu saja oleh masyarakat.

Untuk prosesnya, pohon pisang diuraikan pelepahnya satu per satu, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari. Ketika sudah kering, bisa diambil seratnya dahulu atau langsung dikreasikan menjadi beraneka ragam craft sesuai dengan keinginan. “Bahannya tidak beli, gratis. Mendapatkannya sangat mudah di sekitar kita,” ujarnya.

Karya dari pelepah pisang itupun ternyata mendapat atensi tersendiri dari masyarakat, buktinya banyak pesanan datang kepadanya. Namun, karena masalah waktu dan dengan pekerjaan utamanya, pemasaran masih belum maksimal dengan hanya mengandalkan kenalan yang dimilikinya.

“Pasarnya masih di sekitaran Tulungagung. Pernah dulu memasarkan lewat media sosial (medsos), namun saya malah takut kalau slow respon padahal banyak orang tertarik ingin membeli,” katanya. (*/din)






Reporter: Binti Ayyul Husnaini

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/