25 C
Tulungagung
Tuesday, October 4, 2022

Mengenal Alan Bintang Pancamukti, Sineas Muda Asal Blitar

Kota Blitar tidak pernah kehabisan bakat-bakat muda. Buktinya, satu lagi nama muncul dari dunia seni peran. Adalah Alan Bintang Pancamukti, sineas muda yang telah beberapa kali ikut proyek film garapan sutradara kenamaan di Tanah Air.

 

ADITYA YUDA SETYA PUTRA, Sananwetan, Radar Blitar

 

Waktu menunjukkan pukul 16.00. Lalu lintas di Jalan Soekarno tampak lengang. Di salah satu sudut jalan, tepatnya di sebuah kafe yang sedang ramai pengunjung, terlihat beberapa muda-mudi tampak asyik bercengkerama. Beberapa di antaranya sibuk menyetel gitar, menuang cat ke atas palet, hingga menata letak kanvas. Rupanya itu adalah acara gelar seni yang dihelat oleh sejumlah kelompok pegiat seni di Kota Blitar.

Dari sekian banyak pengunjung yang datang sore kemarin, terlihat seorang pemuda berkacamata yang juga asyik ngobrol dengan seorang wanita yang duduk di sampingnya. Pria itu adalah Alan Bintang Pancamukti bersama sang istri. Dengan ramah, Alan mempersilakan wartawan Koran ini, untuk duduk nimbrung.

Alan menuturkan, semua berawal ketika masih duduk di bangku SMA. Dia sangat suka menonton film. Bahkan, dalam sehari dia bisa maraton empat judul film sekaligus. “Dari SMA dulu ada kebiasaan nonton film. Bahkan, dalam sehari saya bisa nonton sampai beberapa film,” bebernya.

Kebiasaan ini terbawa hingga melanjutkan pendidikan di Negeri Panzer, Jerman. Di sana dia mengambil kuliah jurusan desain komunikasi visual (DKV). Saat kuliah inilah dia punya banyak referensi soal penataan letak visual agar lebih enak dipandang. Uniknya, Alan justru mengaku sempat patah hati begitu kuliah di Jerman. Lantaran dia merasa tidak mengambil jurusan yang sesuai dengan minatnya, yaitu dunia perfilman.

“Saya merasa tidak ada passion (minat, Red) di sana. Lalu, saat pulang ke Indonesia, saya menyadari kalau passion saya itu di dunia film. Patah hati lah ya. Makanya saya ingin bekerja sesuai hobi saja pas pulang pada 2017 lalu,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Rupanya, hal tersebut menjadi pelecut bagi Alan untuk tekun belajar segala hal soal film. Lambat laun, Alan mulai berani memproduksi film sendiri. Hingga kini tak kurang dari lima judul film yang pernah disutradarai. “Kalau film yang saya sutradarai hingga kini ada lima,” aku warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan ini.

Teranyar, Alan baru merampungkan film berjudul Laga Kebo yang berkisah soal pesan sosial. Terkait itu, Alan mengaku jika film terbarunya ini sangat idealis dan sarat akan makna. “Intinya itu soal protes terhadap kekuasaan. Tapi, pesan itu biar ditangkap sendiri oleh penonton. Saya sebagai sutradara tidak perlu menjelaskannya secara detail,” ujarnya.

Disinggung mengenai nominal atau budget pembuatan film, Alan mengaku enggan membeberkannya. Pasalnya, dia menilai jika film hanya perlu dinikmati tanpa harus memikirkan soal budget. “Karena ini film independen. Jadi tujuannya bukan hanya soal uang. Ya yang penting ada pesan di dalam film yang bisa disampaikan kepada penonton,” bebernya.

Pria kelahiran 1 Oktober 1995 ini mengaku, ada sejumlah kendala yang dihadapi selama memimpin sebuah proyek film. Yaitu sempat mengalami depresi pascaproduksi karena adanya tuntutan untuk membuat film yang sempurna untuk disajikan. “Kadang ada depresi post-production karena harus melihat gambar yang sama berulang-ulang. Itu karena kita mengincar kesempurnaan. Ya intinya ada pergolakan lagi secara pribadi,” ungkapnya.

Tapi, ada satu hal unik dalam perjalanan Alan sebagai seorang sineas. Yaitu dia sempat ditawari untuk bergabung ke sebuah proyek film yang disutradarai oleh sineas kenamaan Indonesia, yakni Hanung Bramantyo. Dalam proyek tersebut, lanjut Alan, dia dipercaya sebagai tim artistik. Namun, dia mengaku enggan membeberkan lebih lanjut perihal film yang masih dalam tahap produksi ini.

“Iya. Saya ikut jadi tim artistik di film Hanung Bramantyo. Pokoknya itu film soal superhero. Kalau film superhero kan produksinya butuh waktu lama karena banyak efek yang harus ditampilkan. Tapi itu nanti akan dirilis lah,” katanya. (*)

Kota Blitar tidak pernah kehabisan bakat-bakat muda. Buktinya, satu lagi nama muncul dari dunia seni peran. Adalah Alan Bintang Pancamukti, sineas muda yang telah beberapa kali ikut proyek film garapan sutradara kenamaan di Tanah Air.

 

ADITYA YUDA SETYA PUTRA, Sananwetan, Radar Blitar

 

Waktu menunjukkan pukul 16.00. Lalu lintas di Jalan Soekarno tampak lengang. Di salah satu sudut jalan, tepatnya di sebuah kafe yang sedang ramai pengunjung, terlihat beberapa muda-mudi tampak asyik bercengkerama. Beberapa di antaranya sibuk menyetel gitar, menuang cat ke atas palet, hingga menata letak kanvas. Rupanya itu adalah acara gelar seni yang dihelat oleh sejumlah kelompok pegiat seni di Kota Blitar.

Dari sekian banyak pengunjung yang datang sore kemarin, terlihat seorang pemuda berkacamata yang juga asyik ngobrol dengan seorang wanita yang duduk di sampingnya. Pria itu adalah Alan Bintang Pancamukti bersama sang istri. Dengan ramah, Alan mempersilakan wartawan Koran ini, untuk duduk nimbrung.

Alan menuturkan, semua berawal ketika masih duduk di bangku SMA. Dia sangat suka menonton film. Bahkan, dalam sehari dia bisa maraton empat judul film sekaligus. “Dari SMA dulu ada kebiasaan nonton film. Bahkan, dalam sehari saya bisa nonton sampai beberapa film,” bebernya.

Kebiasaan ini terbawa hingga melanjutkan pendidikan di Negeri Panzer, Jerman. Di sana dia mengambil kuliah jurusan desain komunikasi visual (DKV). Saat kuliah inilah dia punya banyak referensi soal penataan letak visual agar lebih enak dipandang. Uniknya, Alan justru mengaku sempat patah hati begitu kuliah di Jerman. Lantaran dia merasa tidak mengambil jurusan yang sesuai dengan minatnya, yaitu dunia perfilman.

“Saya merasa tidak ada passion (minat, Red) di sana. Lalu, saat pulang ke Indonesia, saya menyadari kalau passion saya itu di dunia film. Patah hati lah ya. Makanya saya ingin bekerja sesuai hobi saja pas pulang pada 2017 lalu,” ujar anak ketiga dari tiga bersaudara ini.

Rupanya, hal tersebut menjadi pelecut bagi Alan untuk tekun belajar segala hal soal film. Lambat laun, Alan mulai berani memproduksi film sendiri. Hingga kini tak kurang dari lima judul film yang pernah disutradarai. “Kalau film yang saya sutradarai hingga kini ada lima,” aku warga Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan ini.

Teranyar, Alan baru merampungkan film berjudul Laga Kebo yang berkisah soal pesan sosial. Terkait itu, Alan mengaku jika film terbarunya ini sangat idealis dan sarat akan makna. “Intinya itu soal protes terhadap kekuasaan. Tapi, pesan itu biar ditangkap sendiri oleh penonton. Saya sebagai sutradara tidak perlu menjelaskannya secara detail,” ujarnya.

Disinggung mengenai nominal atau budget pembuatan film, Alan mengaku enggan membeberkannya. Pasalnya, dia menilai jika film hanya perlu dinikmati tanpa harus memikirkan soal budget. “Karena ini film independen. Jadi tujuannya bukan hanya soal uang. Ya yang penting ada pesan di dalam film yang bisa disampaikan kepada penonton,” bebernya.

Pria kelahiran 1 Oktober 1995 ini mengaku, ada sejumlah kendala yang dihadapi selama memimpin sebuah proyek film. Yaitu sempat mengalami depresi pascaproduksi karena adanya tuntutan untuk membuat film yang sempurna untuk disajikan. “Kadang ada depresi post-production karena harus melihat gambar yang sama berulang-ulang. Itu karena kita mengincar kesempurnaan. Ya intinya ada pergolakan lagi secara pribadi,” ungkapnya.

Tapi, ada satu hal unik dalam perjalanan Alan sebagai seorang sineas. Yaitu dia sempat ditawari untuk bergabung ke sebuah proyek film yang disutradarai oleh sineas kenamaan Indonesia, yakni Hanung Bramantyo. Dalam proyek tersebut, lanjut Alan, dia dipercaya sebagai tim artistik. Namun, dia mengaku enggan membeberkan lebih lanjut perihal film yang masih dalam tahap produksi ini.

“Iya. Saya ikut jadi tim artistik di film Hanung Bramantyo. Pokoknya itu film soal superhero. Kalau film superhero kan produksinya butuh waktu lama karena banyak efek yang harus ditampilkan. Tapi itu nanti akan dirilis lah,” katanya. (*)

Artikel Terkait


Most Read


Artikel Terbaru

/