Sabtu, 25 Jun 2022
Radar Tulungagung
Home / Features
icon featured
Features

Prestasi Puluhan Atlet Cilik Sepatu Roda Tulungagung

Gondol Belasan Medali Kejurprov V Jatim

14 April 2021, 12: 13: 03 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Prestasi Puluhan Atlet Cilik Sepatu Roda Tulungagung

LUAR BIASA: Terlihat puluhan atlet yang sedang foto bersama setelah menggondol belasan medali dalam Kejurprov V Jatim 2021. (TAGLINER TULUNGAGUNG FOR RATU)

Share this      

Meski masih dua tahun berjalan, prestasi bocah-bocah atlet sepatu roda yang tergabung dalam klub Tagliner Tulungagung tak bisa dipandang sebelah mata. Baru-baru ini dalam Kejurprov V Jawa Timur (Jatim), belasan medali telah digondol ke Kota Marmer.

MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN, Kota, Radar Tulungagung

Siang kemarin (13/4) di barat Gor Lembu Peteng, terlihat puluhan anak dengan riang gembira memainkan sepatu rodanya. Shroot-shroot brak. Suara itu terdengar dari salah satu anak yang bermain sepatu roda itu. Bukannya menangis, dia bangkit lagi dan mendorong sepatu rodanya lagi. Puluhan anak itu adalah atlet dari klub Tagliner Tulungagung.

Baca juga: Kegetolan Rizki Maliki Berekspresi dengan Kamera Lubang Jarum

Ketua Harian klub Tagliner Tulungagung, Ananta Bagus mengatakan, pandemi Covid-19 tidak meredupkan semangat atlet cilik sepatu roda untuk meraih prestasi. Pada awal April lalu, hanya dengan satu bulan persiapan, mereka memberanikan diri untuk ikut serta dalam ajang Kejurprov V Jatim di Kabupaten Lumajang. Ratusan atlet dari 13 kota/kabupaten se-Jatim menjadi pesaing mereka. “Kami hanya mengirim 22 atlet cilik untuk mewakili Tulungagung untuk bertarung di Kejurprov. Mereka adalah atlet yang masih berumur 6-13 tahun,” tuturnya.

Nanta, sapaan akrabnya menjelaskan, karena mereka tau bahwa jalur perlombaan itu sangat berbeda dengan jalur yang biasanya mereka latihan. Maka, mereka harus berangkat satu hari sebelum lomba dilakukan. Sesampainya di lokasi, mereka langsung melakukan uji coba pada jalur tersebut untuk beradaptasi. Dan benar, beberapa atlet cilik kaget dan sempat takut ketika melintasi jalur tikungan yang miring. “Kalau di Gor Lembu Peteng kan jalanya aspal dan lurus. Tapi kalau jalur perlombaan itu terbuat dari beton dan ada kemiringannya. Jadi para atlit harus beradaptasi dengan waktu yang singkat,” jelasnya.

Kendati demikian, bukan menjadi halangan mereka untuk merasa minder dan pesimistis mengikuti lomba tersebut. Dan memang benar, tidak ada usaha yang mengkhianati hasil. Meski persiapan singkat, atlet sepatu roda Tulungagung bisa mendapatkan belasan medali dari Kejurprov Jatim. Bahkan, mereka mendapatkan juara III umum kategori standar. “Kami sangat bahagia bisa mendapatkan 4 emas, 3 perak, 4 perunggu dari kategori speed, serta 3 perunggu dari kategori standar,” terangnya.

Pria asal Kecamatan/Desa Gondang itu mengungkapkan, pencapaian ini merupakan pencapaian terbaik selama dua tahun berdirinya klub Tagliner. Bagaimana tidak, di saat berbagai kota sudah lama menekuni olahraga sepatu roda, di Tulungagung masih menjadi hal baru. Namun, dengan keyakinan dan usaha bersama, akhirnya atlet-atlet cilik itu bisa mengharumkan Tulungagung. “Kalau dulu ketika kami ikut lomba, mungkin masih hanya mendapatkan satu medali saja. Tapi alhamdulillah selama pandemi ini malah semakin pesat kemajuan mereka dalam olahraga sepatu roda,” ungkapnya.

Pria yang sudah dua tahun fokus dalam olahraga sepatu roda ini, menargetkan atlet-atlet cilik dari Tulungagung ini bisa masuk dalam tiga besar juara Kejurprov Jatim dalam kategori speed. Meskipun hal itu juga butuh perjuangan, pihaknya juga berharap semoga Pemkab Tulungagung bisa membuatkan track khusus bagi para atlit cilik sepatu roda. “Karena di Tulungagung itu belum ada track khusus. Jadi kami harus menyesuaikan jika mau lomba. Apalagi dengan track yang kini ada, sering kalau membuat roda cepat rusak dan berpengaruh pada penghitungan kecepatan para atlet,” pungkasnya. (*)

(rt/mam/alwk/JPR)

 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia