Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berawal dari Hobi Bertualang, Hendrik Rintis Arkend Koepi dengan Slogan Hangatkan Petualangmu

R
Penulis: Rahiiq Al Bachri❯

Advertisement

Hendrik Albets Saputra menunjukkan usaha kopi miliknya yang dirintis dari Dusun Kendit, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat.
Hendrik Albets Saputra menunjukkan usaha kopi miliknya yang dirintis dari Dusun Kendit, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat.

TULUNGAGUNG – Kebiasaan minum kopi membuka peluang usaha bagi Hendrik Albets Saputra, warga Dusun Kendit, Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Melihat kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan anak muda dan pencinta aktivitas luar ruangan, dia merintis usaha kopi lokal bernama Arkend Koepi.

Mengusung slogan Hangatkan Petualanganmu, Hendrik ingin menghadirkan kopi yang tidak sekadar menjadi teman bersantai, tetapi juga bagian dari pengalaman berpetualang. Konsep tersebut menyasar konsumen yang gemar berkegiatan di alam terbuka, seperti berkemah dan mendaki gunung.

Advertisement

“Awalnya, saya melihat kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama anak muda dan komunitas yang suka berkegiatan di luar ruangan atau berpetualang,” ungkapnya.

Arkend Koepi menawarkan kopi bubuk dalam kemasan 100 gram dengan harga Rp 25 ribu. Produk tersebut dilengkapi sendok dan gula sehingga praktis disiapkan untuk dinikmati di rumah maupun ketika melakukan aktivitas luar ruangan.

Advertisement

“Bagi kami, keunikan Arkend Koepi bukan hanya terletak pada kopinya, tetapi juga pada cerita, identitas, dan pengalaman yang ingin kami hadirkan kepada para pelanggan,” jelasnya.

Dalam mengembangkan usaha, Hendrik menghadapi tantangan menjaga kualitas rasa sekaligus mempertahankan harga agar tetap terjangkau. Biaya bahan baku, pengolahan, kemasan, hingga pemasaran menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhitungkan agar usaha tetap bisa berkembang.

Menurut dia, keseimbangan antara kualitas dan harga menjadi hal penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Produk yang ditawarkan harus tetap memiliki kualitas yang baik tanpa membebani daya beli pelanggan.

“Tantangan terbesar dalam membangun Arkend Koepi adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara kualitas produk, harga yang terjangkau, dan kemampuan usaha untuk terus berkembang,” ujarnya.

Untuk memperluas jangkauan pasar, Hendrik memanfaatkan media sosial seperti TikTok dan Instagram, serta WhatsApp sebagai sarana pemasaran. Dia juga membidik komunitas pendaki, pencinta alam, hingga penyedia perlengkapan berkemah sebagai calon mitra pemasaran.

Strategi tersebut diharapkan dapat memperkenalkan Arkend Koepi kepada konsumen yang sesuai dengan konsep produk. Identitas sebagai kopi untuk pencinta aktivitas luar ruangan menjadi salah satu hal yang ingin terus diperkuat.

“Target saya ke depan adalah menjadikan produk saya brand kopi yang memiliki identitas kuat dan dikenal oleh masyarakat, khususnya para pencinta kegiatan outdoor dan petualangan,” tandasnya.

Ke depan, Hendrik ingin memperkuat pasar lokal terlebih dahulu sebelum memperluas pemasaran ke berbagai daerah di Indonesia. Dia berharap Arkend Koepi tidak hanya berkembang dari sisi penjualan, tetapi juga memiliki identitas produk yang kuat dan mampu menjaga kepercayaan konsumen.(bac)

Advertisement

Artikel Terkait

Penempatan PMI Tulungagung Turun 16,8 Persen dalam Dua Tahun, Ini Data Terbarunya

Penempatan PMI Tulungagung Turun 16,8 Persen dalam Dua Tahun, Ini Data Terbarunya

Penempatan PMI Tulungagung turun dari 8.029 orang pada 2024 menjadi 6.677 orang pada 2026. Disnaker mengingatkan calon PMI soal prosedur legal.

Jembatan Gondang 1 Tulungagung Kembali Dibuka, Perbaikan Jalan dan Drainase Rusak Diusulkan 2027

Jembatan Gondang 1 Tulungagung Kembali Dibuka, Perbaikan Jalan dan Drainase Rusak Diusulkan 2027

PUPR Tulungagung mendata kerusakan jalan dan drainase akibat pengalihan arus Jembatan Gondang. Perbaikan diusulkan masuk anggaran 2027.

Tanam 62 Pohon Beringin di Sumber Air, Golkar Tulungagung lestarikan alam

Tanam 62 Pohon Beringin di Sumber Air, Golkar Tulungagung lestarikan alam

Sumber air yang masih bertahan di tengah delapan bulan kekeringan menjadi perhatian dalam peringatan HUT ke-62 Partai Golkar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer