Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Begini Sejarah Taman Kusuma Wicitra Sebelum Menjadi Aloon Aloon Tulungagung

Nanda Nila Alvinda • Selasa, 4 Juli 2023 | 14:00 WIB
Potret Aloon Aloon Tulungagung di Malam Hari
Potret Aloon Aloon Tulungagung di Malam Hari

RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Siapa yang tak asing dengan Taman Kusuma Wicitra atau Aloon Aloon Tulungagung saat ini. Dulunya memang Aloon Aloon Tulungagung bukan memiliki nama yang sekarang. Sejarah mencatat Taman Kusuma Wicitra memiliki banyak sejarah yang jarang diketahui generasi muda saat ini. Taman Kusuma Wicitra punya cerita menarik dari penempatannya dan pembangunannya.

Aloon Aloon Tulungagung, yang dulunya Taman Kusuma Wicitra pertama kali didirikan di Kalangbret. Kemudian pindah ke Ringinpitu, karena tidak mengantongi persetujuan akhirnya pembangunan tersebut gagal di tengah jalan. Karena tidak ada kepastian, kemudian melaporkan masalah ini pada penguasa Mataram. Akhirnya mendapatkan petunjuk yaitu jika ingin mendirikan pusat kota dianjurkan di wilayah Utara Wajak, daerah tersebut karena memiliki sumber air yang melimpah sehingga harus ditanam pohon beringin yang berasal dari Mataram untuk menghentikan sumber mata air itu.

Alasan pembangunan Aloon Aloon adalah karena Kabupaten dan daerah ketemanggungan digabung dan Bupati membutuhkan tempat tinggal yang sekarang disebut Pendopo. Akhirnya Bupati segera mencari petunjuk kepada KH. Abu Manshur di Tawangsari. Beliau dikenal sebagai orang yang berilmu tinggi dan memutuskan untuk membantu pembangunan Aloon Aloon.

Dulunya Taman Kusuma Wicitra dijadikan sarana untuk berkomunikasi pemimpin dengan rakyatnya. Fungsi utamanya yakni tempat bertemunya Bupati dan Rakyat. Setelah ditemui oleh Bupati, KH. Abu Manshur mencabut 7 pohon beringin di Ringinpitu dan mencari kerbau putih. Adapun makhluk ghaib yang membantu pembangunan Aloon Aloon yakni Mbah Djigangdjojo dan Mbah Clutangdjojo, penunggu sumber mata air yang dikerahkan mencari ijuk.

Kerbau putih tersebut bertugas untuk menginjak-injak sumber mata air bertujuan untuk menyumbat mata air tersebut. Karena injakan dilakukan tanpa henti membuat kerbau putih itu mati. Guna menghindari masalah lagi, maka dibangun saluran air ke Sungai Jenes yang mengaliri Sunga Ngrowo. Setelah itu tidak ada lagi sumber air besar dan ditanamlah pohon beringin di Mataram. Setelah kejadian itu Tulungagung menjadi pusat pemerintahan yang makmur, subur dan tidak lagi berawa.

Demikianlah sejarah lokal Aloon Aloon Tulungagung yang dulunya merupakan Taman Kusuma Wicitra yang sempat terabaikan oleh generasi muda saat ini. Bangunan Aloon Aloon sekarang merupakan wujud nyata pemberdayaan dan pembangun di Tulungagung menjadi titik pusat kota.

 Baca Juga: Tiga Tempat Populer Penghasil Batik Khas Tulungagung

 

Editor : Nanda Nila Alvinda
#taman kusuma wicitra #sejarah #aloon-aloon tulungagung