Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Komunitas Gowes Purwokerto Bike Comunity Blitar, Berangkat dari Pandemi Covid-19

Mila Inka Dewi • Rabu, 20 September 2023 | 15:00 WIB
KOMPAK: Para anggota PBC berkumpul saat mengikuti event gowes di Kota Blitar beberapa waktu lalu.
KOMPAK: Para anggota PBC berkumpul saat mengikuti event gowes di Kota Blitar beberapa waktu lalu.

BLITAR - Olahraga sepeda cukup diminati dalam beberapa tahun terakhir. Terutama ketika pandemi Covid-19. Komunitas pencinta sepeda pun bermunculan. Hampir di setiap daerah memiliki komunitas sepeda sendiri. Salah satunya, Purwokerto Bike Comunity (PBC) dari Desa Purwokerto, Kecamatan Srengat.

Meski memiliki nama Purwokerto sebagai identitas, nyatanya PBC juga memiliki anggota dari desa lain. Seperti Desa Pakisrejo, Desa Selokajang, Desa Ngaglik, dan Srengat. Komunitas ini dibentuk sekitar 2017 lalu oleh kumpulan masyarakat yang hobi gowes demi menghilangkan penat setelah bekerja.

Tidak mengenal batas usia, mulai dari remaja hingga orang dewasa. "Karena punya hobi yang sama, sering gowes bareng, dan kebetulan satu kampung juga. Kita buat aja namanya jadi PBC," ungkap salah satu anggota PBC, Sholikin, Selasa (19/9).

Menurutnya, siapa saja boleh bergabung meskipun berbeda desa. Yang terpenting adalah menambah relasi dan seduluran. Pun tak ada batasan usia. Perempuan juga dibolehkan join.

Komunitas ini juga tidak menunjuk ketua secara resmi. Sebab, siapa saja bisa jadi pemimpin asalkan mengarah pada kegiatan yang positif.

Sholikin mengakui bahwa saat ini anggota PBC tidak seramai dulu. Itu karena kesibukan masing-masing anggota. Namun, kegiatan gowes tetap berjalan seperti biasanya. Meski terkadang mengambil rute pendek, seperti ke alun-alun kota atau Bendungan Serut.

"Ramainya kan waktu Korona. Teman-teman banyak yang di rumah. Kalau sekarang aktivitasnya sudah normal, jadi banyak yang gak aktif gowes," imbuh pria berkacamata ini.

Tidak hanya kegiatan gowes bersama, tak jarang PBC ikut meramaikan kegiatan aksi sosial. Seperti penggalangan dana untuk korban ledakan mercon di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, yang menggegerkan warga pada Februari lalu. Juga ketika bencana banjir di Lodoyo. Selain itu, kegiatan galang dana dari komunitas sepeda lain.

PBC, lanjut Sholikin, bukan hanya sebagai wadah hobi dan olahraga. Sebisa mungkin ada aksi yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Dengan begitu, bukan hanya sehat yang didapat, melainkan juga berkah dari aksi sosial yang dilakukan.

"Apa pun yang mengarah ke hal-hal positif, ya kita jalani. Selama tidak merugikan orang lain," ujarnya.

Sejumlah daerah pernah disambangi oleh PBC. Baik di wilayah Blitar maupun luar daerah seperti Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek. Misalnya, Bendungan Serut, Bendungan Jegu, Sirah Kencong, Candi Penataran, Gunung Kelud, Simpang Lima Gumul, Pantai Popoh, dan lainnya.

PBC juga memeriahkan event-event sepeda yang diadakan oleh komunitas atau instansi pemerintah daerah terkait. Yang terbaru adalah Gowes Palah yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

"Hadiah itu bonus, yang penting ketemu teman-teman baru. Tambah relasi, tambah pengalaman," pungkasnya. (*/c1/sub)

Editor : M. Subchan Abdullah