Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gara-Gara Glofis, Warga Blitar Ini Tergiur Keuntungan Budidaya, Harganya Sampai Segini

M. Luki Azhari • Sabtu, 30 September 2023 | 16:00 WIB
BERPIJAR: Glofish, ikan yang belakangan ini sedang ramai jadi primadona pembeli lantaran warna mencolok dan perawatannya mudah.
BERPIJAR: Glofish, ikan yang belakangan ini sedang ramai jadi primadona pembeli lantaran warna mencolok dan perawatannya mudah.

BLITAR - Glofish atau ikan bercahaya belakangan memang sedang digandrungi pencinta ikan, baik tua, muda, maupun anak-anak.

Dijuluki glofish lantaran ikan tersebut berpendar terang kala dibias cahaya putih alami serta ultraviolet. Cahaya inilah yang jadi daya tarik hingga ikan ini makin eksis alias naik daun.

Jenis ikan ini tidak muncul begitu saja. Melansir berbagai sumber, sebelum dijuluki glofish, ikan ini bernama ikan zebra lantaran garis hitam vertikal di permukaan tubuhnya.

Nama glofish kemudian muncul saat ilmuan di Singapura berhasil menambahkan gen green fluorescent protein (GFP) atau protein hijau berpendar dari ubur-ubur ke embrio ikan zebra.

Rekayasa genetika itu kemudian memunculkan warna lain seperti ungu, merah muda, kuning, dan oranye berpijar tercipta.

"Ikan ini memang lagi ramai dicari, tapi ya kalangan anak-anak, penghobi begitu. Kesannya ramai di akuarium," ujar Aziz Resta, salah seorang pembudi daya glofish kepada Jawa Pos Radar Blitar, Sabtu (30/9/2023).

Warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, ini sudah cukup lama membudidayakan ikan jenis tersebut. Selain itu, dia juga menjual di lapak miliknya.

Grafik penjualan ikan ini cukup meningkat sejak libur panjang lalu. Mayoritas pembelinya kalangan pemuda.

Selain warnanya yang mencolok, ikan bernama ilmiah Brachydanio rerio ini begitu diminati lantaran harganya yang cenderung ekonomis.

Yaitu berkisar Rp 2.000-3.000 per ekor. Adapun warna yang kerap diburu yakni hijau, kuning, dan merah muda.

CERUK PUNDI: Glofish ramai jadi primadona pembeli lantaran warna mencolok dan perawatannya mudah.
CERUK PUNDI: Glofish ramai jadi primadona pembeli lantaran warna mencolok dan perawatannya mudah.

"Mungkin karena kalau kena cahaya bisa lebih mencolok. Lalu, bisa ditambah aksesori lampu sehingga akan jauh lebih bagus," tuturnya.

Perawatan glofish relatif mudah. Ikan yang masuk dalam kategori nano fish atau berukuran kecil ini tak memerlukan wadah yang terlalu besar.

Misalnya, akuarium berukuran 60 sentimeter (cm) sudah ideal. Atau menaruh glofish di wadah berukuran lebih kecil dengan jumlah ikan sedikit bukan jadi masalah.

Lalu, pemelihara glofish bisa menambahkan mesin filtrasi. Sebab, ikan ini berbeda dari jenis cupang atau channa yang memiliki alat pernapasan labirin.

Adanya filtrasi juga membuat pemelihara tidak harus mengganti air secara sering. Cukup tambahkan media penyaring yang dapat mengurai amonia menjadi nitrat agar kualitas air terjaga.

"Glofish juga menyukai air yang temperaturnya hangat. Penambahan lampu juga bisa membuat temperatur air hangat," imbuhnya.

Selain lampu, tampilan akuarium yang menarik juga jadi magnet tersendiri. Mengimbuhkan dekorasi minimalis dan tumbuhan sintetis bisa membuat glofish tidak gampang stres. Sebab, sesuai dengan habitatnya.

"Intinya mudah saja, karena perawatannya beda dengan ikan lain seperti koi dan koki. Ini lebih mudah," tandas pria ramah ini. (luk/c1/dit)

Editor : M. Subchan Abdullah
#ikan glofish #Budidaya ikan #ikan bercahaya #ikan hias #ikan hias blitar