Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Berbagai Olahan Daun Mint yang Bisa Dinikmati di Kampung Mint Kota Blitar, Yuks Intip Apa Saja?

Mila Inka Dewi • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 16:30 WIB
KREASI YANG MENYEGARKAN: Berbagai olahan daun mint milik Iin Faristine di Kampung Mint, di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jumat (6/10/2023 lalu).
KREASI YANG MENYEGARKAN: Berbagai olahan daun mint milik Iin Faristine di Kampung Mint, di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jumat (6/10/2023 lalu).

BLITAR - Daun mint atau peppermint merupakan tanaman herbal yang sebagian besar tumbuh di Eropa. Meski memiliki daun yang kecil, tanaman yang memiliki nama latin Mentha piperita L ini mengandung banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.

Salah satu manfaat tersebut yakni untuk menetralisasi pencernaan seperti obat maag. Selain itu, juga untuk antiinflamasi atau menghilangkan rasa sakit, masker wajah, dan obat gatal.

"Untuk obat gatal cukup diremas-remas daunnya dan ditempel ke bagian yang gatal. Misalnya karena gigitan nyamuk atau ulat," ujar produsen olahan mint Kampung Mint Kota Blitar, Iin Faristine, Sabtu (7/10/2023).

Ibu lima anak ini memang sudah hobi berkebun sejak lajang. Tak ayal ketika sudah berumah tangga masih dijalani di sela-sela kesibukan sebagai seorang guru.

Bahkan, saat ini dia bersama suami berhasil mengajak warga lingkungan rumahnya untuk memproduksi berbagai olahan daun mint.

Hingga terbentuklah Kampung Mint di Jalan Kaliopak, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Tepat di utara Taman Pakunden.

Iin -sapaan akrabnya- mengatakan, selain sebagai obat herbal, daun mint bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan. Tentunya dengan tidak mengurangi kadar manfaat, tetapi justru memberikan rasa segar dan membuat tubuh menjadi tambah fit.

Meski terkadang juga ada sejumlah orang yang mengeluhkan efek samping setelah mengonsumsi olahan daun mint, misalnya teh mint, seperti pusing, mudah lapar, atau lemas.

Efek itu merupakan bentuk detoksifikasi racun pada tubuh. "Setiap orang memang berbeda-beda efeknya. Ada juga yang merasa bugar. Ya teruskan, (mengonsumsi olahan mint, Red). Kalau mau terlihat manfaatnya tidak bisa hanya sekali minum. Harus rutin," imbuh perempuan berkacamata ini.

Kebun mini Daun Mint di Kampung Mint Kota Blitar.
Kebun mini Daun Mint di Kampung Mint Kota Blitar.

Ada banyak jenis olahan daun mint. Sebab, peppermint memiliki rasa yang soft dan tidak langu daripada jenis daun mint lainnya. Olahan tersebut bisa berupa pangan dan nonpangan. Olahan pangan seperti cokelat mint, milo mint, infused water, sirup mint, teh mint, rempah-rempah atau minuman herbal, dan jeli mint.

"Sebenarnya masih banyak lagi, karena ada banyak jenis kreasi makanan. Kami masih mencoba mengeksplorasi untuk campuran kue," katanya.

Kemudian, olahan nonpangan seperti sabun mandi dan sampo. Sabun mandi dapat berupa cair dan batangan. Produk homemade olahan daun mint tersebut bahkan bisa dijual dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Peminatnya hingga luar daerah. "Kalau infused water sering kirim ke Batu, Malang. Sabun dan sampo kemarin juga dibawa teman untuk acara bazar di Jogjakarta," pungkasnya. 

Editor : M. Subchan Abdullah
#olahan daun mint #daun mint #usaha daun mint Blitar #Kota Blitar #kampung mint Kota Blitar