BLITAR - Daun mint atau peppermint merupakan tanaman herbal yang sebagian besar tumbuh di Eropa. Meski memiliki daun yang kecil, tanaman yang memiliki nama latin Mentha piperita L ini mengandung banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.
Salah satu manfaat tersebut yakni untuk menetralisasi pencernaan seperti obat maag. Selain itu, juga untuk antiinflamasi atau menghilangkan rasa sakit, masker wajah, dan obat gatal.
"Untuk obat gatal cukup diremas-remas daunnya dan ditempel ke bagian yang gatal. Misalnya karena gigitan nyamuk atau ulat," ujar produsen olahan mint Kampung Mint Kota Blitar, Iin Faristine, Sabtu (7/10/2023).
Ibu lima anak ini memang sudah hobi berkebun sejak lajang. Tak ayal ketika sudah berumah tangga masih dijalani di sela-sela kesibukan sebagai seorang guru.
Bahkan, saat ini dia bersama suami berhasil mengajak warga lingkungan rumahnya untuk memproduksi berbagai olahan daun mint.
Hingga terbentuklah Kampung Mint di Jalan Kaliopak, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Tepat di utara Taman Pakunden.
Iin -sapaan akrabnya- mengatakan, selain sebagai obat herbal, daun mint bisa diolah menjadi berbagai jenis masakan. Tentunya dengan tidak mengurangi kadar manfaat, tetapi justru memberikan rasa segar dan membuat tubuh menjadi tambah fit.
Meski terkadang juga ada sejumlah orang yang mengeluhkan efek samping setelah mengonsumsi olahan daun mint, misalnya teh mint, seperti pusing, mudah lapar, atau lemas.
Efek itu merupakan bentuk detoksifikasi racun pada tubuh. "Setiap orang memang berbeda-beda efeknya. Ada juga yang merasa bugar. Ya teruskan, (mengonsumsi olahan mint, Red). Kalau mau terlihat manfaatnya tidak bisa hanya sekali minum. Harus rutin," imbuh perempuan berkacamata ini.
Ada banyak jenis olahan daun mint. Sebab, peppermint memiliki rasa yang soft dan tidak langu daripada jenis daun mint lainnya. Olahan tersebut bisa berupa pangan dan nonpangan. Olahan pangan seperti cokelat mint, milo mint, infused water, sirup mint, teh mint, rempah-rempah atau minuman herbal, dan jeli mint.
"Sebenarnya masih banyak lagi, karena ada banyak jenis kreasi makanan. Kami masih mencoba mengeksplorasi untuk campuran kue," katanya.
Kemudian, olahan nonpangan seperti sabun mandi dan sampo. Sabun mandi dapat berupa cair dan batangan. Produk homemade olahan daun mint tersebut bahkan bisa dijual dan menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Peminatnya hingga luar daerah. "Kalau infused water sering kirim ke Batu, Malang. Sabun dan sampo kemarin juga dibawa teman untuk acara bazar di Jogjakarta," pungkasnya.
Editor : M. Subchan Abdullah