TULUNGAGUNG - PG Modjopanggoong tak mau ketinggalan mengikuti perayaan Hari Jadi Ke-819 Tulungagung.
Mereka mengirim peleton untuk mengikuti Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo.
Tulungagung kembali merayakan Hari Jadi Ke-819 dengan penuh semarak.
Salah satu acara unggulan yang menarik perhatian adalah Gerak Jalan Kreasi Napak Tilas Ketandan-Bonorowo yang digelar pada Kamis (5/12).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 pagi ini mengambil rute yang dirancang untuk mengenang pindahnya ibu kota kabupaten dari Kalangbret menuju Tulungagung.
Sebelum keberangkatan, tim gerak jalan kreasi PG Modjopanggoong mendapatkan arahan khusus dari GM Sugiyanto di halaman kantor PG Start gerak jalan ini di depan eks kantor UPAS Pendidikan Kecamatan Kauman.
Para peserta bergerak ke arah utara menuju perempatan Cuwiri, kemudian melanjutkan perjalanan ke timur melewati perempatan SMPN 1 Kedungwaru.
Dari sana, mereka bergerak ke selatan menuju perempatan timur kodim, dan akhirnya berbelok ke barat memasuki Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa melalui pintu timur.
Setelah melewati panggung penghormatan di pendapa, peserta mencapai garis finis di pintu barat pendapa.
Sekadar diketahui, gerak jalan kreasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam tiga kategori, yaitu tingkat SMP/MTs dan SMA/ MA/SMK, tingkat kecamatan serta UPAS pendidikan, dan tingkat OPD serta umum.
PG Modjopanggoong menjadi salah satu peserta yang tampil penuh semangat, memperlihatkan partisipasi aktif dalam memeriahkan perayaan bersejarah ini.
Tak sekadar lomba jalan, gerak jalan ini juga menjadi ajang unjuk kreativitas.
Peserta menampilkan kostum unik, seni gerak yang dinamis, serta yel-yel yang menggambarkan semangat juang dan cinta terhadap budaya lokal. Sepanjang rute, warga yang berbaris di sisi jalan memberikan sorak-sorai meriah, menciptakan suasana yang penuh kegembiraan.
Koordinator peserta gerak jalan kreasi PG Modjopanggoong, Nyoto Pamuji mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol persatuan dan semangat gotong royong masyarakat Tulungagung.
Selain mengenang perjuangan para leluhur, gerak jalan ini bertujuan mempererat silaturahmi antarkomunitas, sekolah, dan instansi pemerintahan.
“Gerak jalan ini adalah wujud kebanggaan kami sebagai warga Tulungagung. Kami ingin melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya yang diwariskan para pendahulu,” jelasnya.
Acara ditutup dengan penuh kemeriahan di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa.
Para peserta disambut hangat panitia dan masyarakat setempat. Perayaan Hari Jadi Ke-819 Kota Marmer ini diharapkan menjadi momen refleksi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan sejarah serta budaya daerahnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri