Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kunang-kunang, Salah satu Makhluk Ajaib Dunia yang Hampir Punah karena Ulah Manusia

Naufal Shafa Diya • Jumat, 25 Juli 2025 | 04:15 WIB

 

Kunang-kunang cahaya ajaib yang hampir hilang karena manusia.
Kunang-kunang cahaya ajaib yang hampir hilang karena manusia.

TULUNGAGUNG - Siapa yang tidak terpesona dengan kunang-kunang?

Kunang-kunang merupakan serangga kecil ini mampu memancarkan cahaya alami di malam hari, menciptakan pemandangan magis yang sulit dilupakan.

Namun sayangnya, kunang-kunang kini semakin jarang terlihat. Bahkan di pedesaan yang dulu menjadi habitat mereka, keberadaannya kini kian langka.

Lalu, ke mana mereka menghilang? Jawabannya sederhana: ulah manusia.

Baca Juga: Alami Tapi Efektif, Berikut 8 Cara Mengusir Nyamuk dari Rumah

Berikut ini adalah penyebab utama hilangnya kunang-kunang yang patut kita sadari:

1. Polusi Cahaya: Musuh Terbesar Cahaya Alami

Kunang-kunang menggunakan cahaya tubuhnya untuk berkomunikasi dan mencari pasangan.

Namun, lampu jalan, lampu rumah, dan kilau kota telah mengganggu sistem komunikasi alami mereka.

Cahaya buatan membuat kunang-kunang bingung, kesulitan kawin, hingga akhirnya punah secara perlahan.

2. Perusakan Habitat Alam

Hutan, lahan basah, dan sawah merupakan habitat alami kunang-kunang. Namun, pembangunan jalan, perumahan, dan industrialisasi besar-besaran membuat tempat hidup mereka semakin sempit.

Banyak kunang-kunang mati karena tidak mampu beradaptasi di lingkungan yang rusak.

3. Penggunaan Pestisida dan Bahan Kimia

Pestisida dan herbisida yang digunakan dalam pertanian modern tidak hanya membunuh hama, tapi juga makhluk kecil lain seperti kunang-kunang.

Larva kunang-kunang yang hidup di tanah sangat rentan terhadap bahan kimia beracun. Akibatnya, daur hidup mereka terputus sebelum sempat berkembang.

4. Pembakaran Lahan dan Sampah

Di beberapa daerah, pembakaran lahan atau sampah menjadi kebiasaan. Asap dan panas dari proses ini merusak mikrohabitat tempat larva kunang-kunang berkembang.

Tak hanya itu, polusi udara yang dihasilkan juga merusak ekosistem secara keseluruhan.

5. Kurangnya Edukasi dan Kepedulian

Banyak orang menganggap kunang-kunang hanya serangga biasa. Padahal, mereka adalah indikator kesehatan lingkungan.

Minimnya edukasi membuat upaya pelestarian kunang-kunang nyaris tidak terdengar. Bahkan anak-anak zaman sekarang mungkin belum pernah melihat kunang-kunang secara langsung.

Fakta Menarik:

Cahaya kunang-kunang disebut “bioluminescence” dan hampir tidak menghasilkan panas, Setiap spesies kunang-kunang memiliki pola kedipan cahaya yang berbeda.

Di beberapa budaya, kunang-kunang dianggap pembawa harapan dan kebahagiaan.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Matikan lampu luar rumah saat malam hari jika tidak diperlukan

Kurangi penggunaan pestisida dan beralih ke pertanian organik

Tanam pohon dan jaga vegetasi alami di pekarangan

Hindari pembakaran sampah dan lahan sembarangan

Edukasi anak-anak tentang pentingnya pelestarian serangga kecil ini.

Hilangan kunang-kunang bukan sekadar hilangnya serangga bercahaya, tapi juga pertanda bahwa ekosistem kita sedang tidak baik-baik saja.

Sebelum terlambat, mari kita jaga bumi dan makhluk kecil indah seperti mereka dengan lebih bijak. Karena jika kunang-kunang hilang untuk selamanya, kita akan kehilangan lebih dari sekadar cahaya di malam hari kita kehilangan harapan. (*)

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#kunang-kunang #tulungagung #manusia penyebab hewan punah