Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sejarah Rempah Kapulaga: Dijuluki Ratu Rempah, Ternyata Jadi Rempah Termahal Ketiga di Dunia

Ayu Dhea Cheryl • Selasa, 3 Maret 2026 | 12:53 WIB

Sejarah rempah kapulaga bermula dari India dan kini dikenal sebagai rempah termahal ketiga di dunia setelah vanili dan safron.
Sejarah rempah kapulaga bermula dari India dan kini dikenal sebagai rempah termahal ketiga di dunia setelah vanili dan safron.

Sejarah rempah kapulaga mencatat perjalanan panjang sejak ribuan tahun lalu. Rempah yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai kardamom ini telah digunakan lebih dari 2.000 tahun, terutama dalam pengobatan tradisional dan kuliner kuno.

Sejarah rempah kapulaga bermula dari kawasan Pegunungan Ghats Barat di India. Dari wilayah inilah kapulaga menyebar ke berbagai belahan dunia melalui jalur perdagangan kuno. Tak heran jika hingga kini India masih menjadi salah satu produsen utama kapulaga dunia.

Dalam perkembangannya, sejarah rempah kapulaga tak lepas dari peran pedagang Arab yang membawa komoditas ini ke Timur Tengah dan Afrika Utara. Selanjutnya, kapulaga masuk ke Eropa melalui jalur karavan dan perdagangan maritim, hingga akhirnya menjadi bagian penting dari berbagai hidangan internasional.

Baca juga:Berasal dari Hutan Tropis India

Kapulaga merupakan tanaman herba abadi yang tumbuh di kawasan hutan tropis. Tingginya bisa mencapai tiga meter dengan bunga hijau berkelopak putih bergaris ungu. Dari bunga tersebut dihasilkan polong kecil berisi biji yang kemudian dikeringkan dan dijadikan rempah.

Di India, kapulaga bahkan dijuluki sebagai “Ratu Rempah-Rempah”. Selain India, negara lain yang dikenal sebagai penghasil kapulaga antara lain Guatemala, Tanzania, Sri Lanka, Madagaskar, Papua Nugini, Kamboja, Vietnam, Costa Rica, dan Nepal.

Guatemala saat ini menjadi salah satu pengekspor kapulaga terbesar di dunia. Sementara India tetap mempertahankan reputasinya sebagai produsen utama dengan kualitas unggulan.

Baca juga:Jalur Perdagangan Kuno

Penyebaran kapulaga ke berbagai wilayah dunia terjadi melalui jalur perdagangan kuno. Pedagang Arab memegang peranan penting dalam memperkenalkan kapulaga ke kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Setelah itu, para penjelajah Eropa membawa kapulaga ke benua biru. Rempah ini kemudian digunakan dalam berbagai hidangan, mulai dari kopi khas Timur Tengah hingga kue tradisional Skandinavia.

Hingga kini, kapulaga menjadi bahan penting dalam teh herbal, kopi, hingga masakan berbumbu kuat seperti kari dan semur daging.

Baca juga:Dua Jenis Utama: Kapulaga Hijau dan Hitam

Secara umum, kapulaga terdiri dari dua jenis utama, yakni kapulaga hijau dan kapulaga hitam.

Kapulaga hijau dipanen dengan teknik khusus karena tidak ada perbedaan warna antara polong yang matang dan belum matang. Hanya pekerja berpengalaman yang mampu menentukan waktu panen terbaik.

Setelah dipanen, kapulaga hijau dikeringkan di bawah sinar matahari atau menggunakan ruang pengeringan khusus. Proses ini bertujuan menghentikan oksidasi sekaligus menjaga warna hijau serta kesegarannya.

Cita rasanya merupakan perpaduan pedas dan manis dengan sensasi hangat. Rempah ini banyak digunakan dalam masakan Arab dan Asia, serta menjadi campuran populer dalam teh dan kopi.

Sementara itu, kapulaga hitam dipanen ketika polong sudah matang sempurna. Proses pengolahannya melibatkan teknik pengasapan sehingga menghasilkan aroma asap yang khas dan warna lebih gelap.

Rasanya lebih kuat dan tajam, sehingga sering digunakan dalam hidangan berbumbu berat seperti semur dan olahan daging.

Baca juga:Termasuk Rempah Termahal di Dunia

Salah satu fakta menarik dalam sejarah rempah kapulaga adalah statusnya sebagai rempah termahal ketiga di dunia setelah vanili dan safron.

Proses panen yang rumit serta hasil produksi yang terbatas menjadi faktor utama mahalnya harga kapulaga. Untuk menghasilkan satu kilogram kapulaga kering, dibutuhkan sekitar enam kilogram polong segar dengan metode manual.

Bahkan satu tanaman kapulaga hanya mampu menghasilkan tidak lebih dari sepuluh polong, setara dengan sekitar 1,5 sendok teh bubuk kapulaga.

Keterbatasan produksi inilah yang membuat kapulaga memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global.

Baca juga:Manfaat dalam Pengobatan Tradisional

Selain sebagai bumbu dapur, kapulaga juga dikenal luas dalam pengobatan tradisional. Sejak ribuan tahun lalu, rempah ini digunakan untuk membantu meredakan gangguan pencernaan dan meningkatkan stamina.

Aroma khasnya yang kuat juga dipercaya mampu memberikan efek relaksasi. Tak heran jika kapulaga sering dijadikan campuran teh herbal.

Dengan sejarah panjang dan nilai ekonominya yang tinggi, kapulaga bukan sekadar pelengkap masakan. Rempah ini menjadi bagian penting dari peradaban perdagangan dunia serta simbol kekayaan rasa dalam kuliner global.

Editor : Ayu Dhea Cheryl
#Sejarah rempah kapulaga #Rempah termahal dunia #Kapulaga Hijau #Kapulaga hitam #manfaat kapulaga