Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Sisir 1 KM Masih Nihil, SAR Tulungagung Gunakan Metode Manuver
A
Penulis: Aburizal Sulthon Hakim❯
Tulungagung – Pencarian korban hanyut akibat terseret arus pladu terkendala intensitas deras arus serta lubang bekas tambang pasir yang berada di dasar Sungai Brantas. Diketahui, berdasarkan kasus serupa, mayoritas jasad korban akan mengambang di hari keempat setelah kejadian.
Tim Operasi SAR, Eko Aprianto mengatakan, untuk melakukan pencarian korban, pihaknya menurunkan dua perahu karet serta melakukan penyisiran di sekitaran tempat kejadian musibah (TKM) dengan metode manuver.
Menurut dia, dengan menggunakan metode manuver tersebut, apabila korban tersangkut maka dapat segera ditemukan. Diketahui, pencarian korban hanyut terseret arus pladu di Sungai Brantas tersebut dimulai sejak pagi. “Radius pencarian itu tadi siang di sekitaran TKM dan diteruskan ke bawah sekitar 1 KM,” jelasnya kemarin (7/3).
Adapun kendala dalam pencarian korban yakni keruhnya air sungai serta derasnya arus sungai akibat flushing atau pladu dari dari Bendungan Lodoyo dan Wlingi Blitar. Tak hanya itu, diketahui pada dasar bantaran Sungai Brantas terdapat lubang-lubang bekas tambang pasir. “Itu juga menjadi hambatan bagi kita untuk melakukan pencarian korban. Ditambah, banyaknya lubang-lubang bekas tambang pasir di dasar sungai,” ucapnya.
Diketahui, berdasarkan kasus, jasad korban hanyut tersebut di hari pertama biasanya berada di dasar sungai. Baru setelah hari ketiga hingga keempat, jasad akan mengambang.
Dia menjelaskan, hari ketiga dan hari keempat merupakan hari emas dalam pencarian korban hanyut maupun tenggelam. “Jadi melewati proses pembusukan terlebih dahulu. Nanti hari ke empatnya, jasad itu sudah ke atas,” paparnya.
Kemudian untuk mencegah kejadian serupa berulang kembali, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sungai pada saat pladu. Menurutnya, beraktivitas di sungai seperti memancing maupun menjala pada saat pladu sangat berisiko tinggi. “Kalau bisa ketika pladu itu kita tidak usah beraktivitas di sungai, karena berisiko tinggi,” ujarnya.
Kapolsek Ngantru AKP Sumaji mengatakan, pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (8/3) atau pagi hari ini. Pencarian hari pertama dihentikan sementara pada pukul 16.30 kemarin.
Dari pencarian hari pertama, akan dilakukan analisis dan evaluasi (anev) untuk menentukan langkah berikutnya. “Sudah ditempatkan tim hingga Kras, Kabupaten Kediri, selain terus melakukan pemantauan di lokasi juga koordinasi,” pungkasnya. (mg2/c1/din).
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



