Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Tulungagung – Bus Tulungagung- Surabaya tidak lagi melewati simpang empat Gleduk mulai kemarin (17/4). Jalur bus tersebut dilakukan uji coba dengan jalur baru agar mengurangi kemacetan di dalam kota. Jalur penumpang bus yang bertujuan ke Surabaya menjadi lebih pendek.
Rencana pengalihan jalur bus tujuan Surabaya telah disosialisasikan Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung dan Satlantas Tulungagung sejak beberapa hari terakhir. Namun, pengalihan jalur itu baru dilakukan kemarin pagi hingga waktu yang belum ditentukan.
“Itu bukan perubahan jalur, tapi uji coba untuk rute. Lantaran jalur yang lama melewati simpang empat Gleduk dipandang menimbulkan kemacetan yang crowded, maka dishub mengajukan rute baru ke provinsi,” ujar Kanit Kamsel Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Kikis Agung Dwi Husodo.
Dia melanjutkan, rute baru itu bus yang menuju Surabaya keluar dari terminal langsung melewati perempatan Tamanan ke timur lurus hingga simpang empat Jepun. Kemudian, belok ke kiri atau utara hingga menuju ke kota tujuan. Smentara untuk bus yang dari Surabaya ke Tulungagung masih normal seperti biasanya.
Di sisi lain, jalur bus yang akan ke Malang hampir sama, dari simpang empat Tamanan hingga perempatan Jepun. Lalu bisa langsung lurus ke timur menuju kota tujuan. Sementara dari Malang ke Tulungagung normal seperti biasanya.
“Untuk titik kemacetan atau crowded berada di barat simpang empat Tamanan, yang barat jalan. Pada jalur itu sedikit crowded untuk berbelok ke utara. Selain itu, simpang empat Jepun sebelah barat, utara jalan,” terangnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan dishub agar titik crowded dipasangi rambu-rambu lalu lintas. Khusus yang berada di simpang empat Jepun sebelah barat utara jalan dan simpang empat Tamanan, kendaraan tidak boleh berhenti. Sementara untuk di dalam kota masih aman, tidak ada kemacetan yang crowded dampak dari uji coba jalur ini.
Dia menegaskan, sifat pengalihan jalur ini hanya uji coba dan setelah beberapa hari nanti dilakukan evaluasi. Jika memang lancar melewati jalur timur, pihaknya bersama dishub akan melanjutkan langkah tersebut. Namun, jika menimbulkan kemacetan, akan dikembalikan ke jalur lama.
“Tambahan, pada selatan perempatan BTA juga akan diberi rambu-rambu dilarang berhenti. Jalur baru ini tidak memengaruhi kemacetan di perempatan itu bila ada rambu tersebut dan lainnya mengikuti isyarat lampu,” terangnya.
Sementara itu, Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Terminat Tipe A Gayatri Dukut Siswantoyo menanggapi, perubahan jalur bus tujuan Surabaya mengikuti dari pihak dishub. Apalagi, tujuannya untuk mengurai kemacetan di tengah kota.
“Dampaknya untuk penumpang, mereka lebih senang. Karena jalurnya lebih pendek. Namun untuk kemacetan, mungkin lokasinya beralih. Kami tetap mendukung langkah pemerintah terkait itu,” pungkasnya. (jar/c1/din)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



