Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polisi Tunggu Hasil Otopsi Siswa MTsn

M
Penulis: M. Luki Azhari❯
ILUSTRASI : OTOPSI
ILUSTRASI : OTOPSI

KABUPATEN BLITAR - Polisi terus melakukan penyidikan terhadap tewasnya AJH, siswa kelas IX MTs di Kecamatan Wonodadi pada Jumat (25/8) lalu. Guna pemeriksaan lebih lanjut, polisi tengah menunggu hasil otopsi tim forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Kediri.


Advertisement

Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Galih Putra Samudra mengungkapkan, upaya otopsi tersebut dilakukan atas persetujuan pihak keluarga korban. Setelah diotopsi, polisi menyerahkan jenazah korban ke pihak keluarga untuk dimakamkan

Penyidik kini menunggu hasil resmi otopsi dari tim medis. “Korban sudah diotopsi oleh tim kedokteran forensik dari RS Bhayangkara Kediri. Kami untuk sementara menunggu hasil,” ujarnya kemarin (26/8). Setelah diotopsi, polisi berpangkat tiga balok di pundak itu menyebut, jenazah bocah malang berusia 14 tahun itu telah dikebumikan. Kepada polisi, pihak keluarga korban menyatakan akan menunggu hasil bedah tersebut.

Terpisah, Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Punjung Setyo Himawan membenarkan bahwa proses penyidikan masih terus berlanjut. Sementara menunggu rilis otopsi, pemeriksaan terhadap saksi pun terus dilakukan.

Advertisement

Hingga kemarin, tak kurang sebanyak 16 saksi telah diperiksa guna membuat terang kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini. “Benar, sudah 16 yang diperiksa. Di antaranya dari guru dan teman korban,” tuturnya.

Meski tak merinci proses pemeriksaan, Punjung memastikan, polisi terus bekerja guna membuat kasus tewasnya AJH menemui titik terang. Pemeriksaan saksi diharapkan dapat mengungkap motif tersangka melakukan penganiayaan kepada AJH.

Sebelum dirujuk ke RSUD, AJH sempat mendapat perawatan di RS Al Ittihad, Kecamatan Srengat. Berdasarkan pemeriksaan awal, diketahui korban telah meninggal setibanya di rumah sakit.

Advertisement

Tim medis menyatakan korban mengalami luka serius di leher bagian belakang akibat putusnya saraf. “Kami periksa, yang kami curigai adanya kemungkinan cedera tulang belakang leher, sampai saraf putus dan meninggal dunia,” beber dokter RSU Al Ittihad, Denny Krisna.

Sebelumnya, warga Blitar Raya dibuat gempar dengan tewasnya siswa kelas IX MTs di Kecamatan Wonodadi, Jumat (25/8). Korban AJH diduga tewas setelah dianiaya oleh teman sekolahnya, MA, 14. AJH diduga dipukul pada bagian rahang, kepala, dan leher hingga hilang kesadaran dan tewas.

Setelah dilakukan penelusuran, terduga pelaku MA diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota. “Karena terkait anak-anak , butuh penanganan khusus,” tandas Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo. (luk/c1/dit)

Advertisement
Editor : Doni Setiawan
Sumber : RADAR BLITAR

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer