Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sisir Laut 5 Mil, Hasil Pencarian 8 ABK Masih Nihil

F
Penulis: Fajar Ali Wardana❯

 

ILUSTRASTOR: TENGGELAM
ILUSTRASTOR: TENGGELAM

KABUPATEN BLITAR – Pencarian terhadap 8 anak buah kapal (ABK) yang hilang terus dilakukan tim gabungan. Hingga kemarin sore (8/9), belum ada tanda-tanda fisik sejumlah ABK nahas tersebut.


Advertisement

Pencarian dilakukan oleh SAR Trenggalek, BPBD, polairut, kepolisian, hingga nelayan setempat. Bahkan, keluarga dan kerabat korban ikut membantu pencarian. Tim gabungan tersebut melakukan pencarian dengan menyisir darat dan laut. Ombak yang tinggi menyulitkan tim pencarian.

Komandan Tim (Dantim) SAR Basarnas Trenggalek Andris Tri Prasetya mengatakan, tim mengerahkan empat perahu yang bergerak sejak pagi. Pada pencarian hari kedua kemarin menggunakan dua metode pencarian, yakni jalur darat dengan penyisiran dan pemantauan. Sedangkan jalur laut menyisir hingga radius 5,5 mil laut atau sekitar 10 kilometer dari titik kejadian.

“Penyisiran kami lakukan di permukaan laut dalam yang cenderung dilakukan ke arah timur dari titik kejadian. Hal itu sesuai dengan arah arus air laut mengarah ke timur tenggara,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin (8/9).

Advertisement

Andris menjelaskan, tim tidak menggunakan perahu karet LCR (landing craft rubber) milik Basarnas karena ombak cukup tinggi sehingga dikhawatirkan oleng. Ketinggian ombak mencapai 2,5 meter hingga 4 meter. Selain itu, kecepatan angin juga cukup tinggi.

Penyisiran dilakukan selama kurang lebih 3,5 jam. Hingga sore pukul 17.00, tim belum berhasil menemukan ABK yang diduga hanyut ditelan ombak laut. Sedangkan sejumlah ABK lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang. Saat itu, perahu mereka dihantam ombak hingga terdampak di Pantai Gayasan, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.

Sementara itu, Kapolsek Wonotirto AKP Supriadi menjelaskan, pencarian juga dibantu oleh sejumlah nelayan Pantai Sine, Tulungagung. Mereka menggunakan perahu motor menyisir lokasi. Selain itu, petugas gabungan juga sempat mencari dari daratan di Pantai Gayasan menggunakan teropong. Namun, hasilnya nihil.

Advertisement

Pencarian hari kedua ini dihentikan pukul 17.00 atau menjelang maghrib. Pencarian pun dilanjutkan hari ini (9/9). ”Saat ini cuaca masih mendukung dalam pencarian para ABK yang hilang, namun belum ada tanda ditemukan. Pihak keluarga juga masih di lokasi kejadian, untuk membantu pencarian,” terang perwira berpangkat tiga balok ini.

Banyak juga nelayan dari Pantai Pangi dan Tambakrejo yang membantu. Turut membantu kerabat korban dari Pantai Prigi. Masyarakat asal Trenggalek ini sudah datang di lokasi kejadian sejak Kamis (7/9).

Gondin, 54, warga asal Pantai Prigi Trenggalek, ini datang untuk mencari saudaranya yang hilang. Dia datang bersama puluhan nelayan dari bumi menak sopal dengan satu tujuan, yakni mencari delapan rekannya yang diduga hanyut. Selain menempuh jalur darat, ada pula nelayan yang datang menggunakan kapal.

”Ada lebih dari lebih 50 warga Prigi ke lokasi kejadian. Dengan membawa 1 truk, 4 pick up dan sisanya memakai mobil,” ungkapnya. “Saudara saya juga yang ikut menjadi korban kecelakaan laut ini. Yang satu hilang,” sambung Gondin.

Para nelayan asal Trenggalek ini bahkan rela tidak pulang ke kampung halamannya. Mereka bermalam di Poskamladu yang didirikan oleh tim gabungan Basarnas, TNI-Polri di area Tambakrejo, Kabupaten Blitar.

Rencananya, para nelayan dari Kabupaten Trenggalek akan tetap bertahan di sekitaran pantai Gayasan dan Tambakrejo hingga 8 ABK ditemukan. “Kami menunggu hasil pencarian. Syukur, nelayan dari Tambakrejo dan Pangi juga ikut membantu,” pungkasnya.

Sementara itu, 13 ABK yang mengalami luka-luka sudah pulang ke rumahnya pada Kamis (7/9). Sedangkan 2 ABK lain yang awalnya dirawat RSUD Srengat sudah irujuk ke RSUD Campurdarat, Tulungagung.

Kasi humas, hukum dan pemasaran RSUD Srengat Tri Handayani menjelaskan, korban laka laut yang sempat dirawat di RSUD Srengat yakni Sumiran, 64, warga Prigi, Trenggalek dan Hariyadi, 49, warga Tulungagung. Dua ABK tersebut selamat dari laka laut yang terjadi. Keduanya mengalami patah tulang. “Karena mengalami patah tulang, dirujuk ke RSUD Srengat. Namun, keluarga merasa terlalu jauh, sehingga dialihkan ke RSUD Campurdarat Tulungagung,” jelasnya.

Keduanya dirujuk atas permintaan keluarga masing-masing. Mengingat rumah yang bersangkutan berada di Tulungagung dan Trenggalek. Kondisi 2 ABK tersebut kini berangsur membaik. Bahkan, saat dipindah pada Kamis malam sudah dalam kondisi sadar. Oleh karena itu, petugas medis berani untuk memindah ke RSUD Campurdarat. (jar/sub)

Advertisement

Artikel Terkait

Ultah Ke-2 Ceria Center, Pakar Tekankan Penerimaan Orang Tua sebagai Ruang Aman bagi ABK

Ultah Ke-2 Ceria Center, Pakar Tekankan Penerimaan Orang Tua sebagai Ruang Aman bagi ABK

Pada peringatan hari jadi ke-2, Ceria Center dapat konsisten memperluas jangkauan layanan psikologis yang ramah dan inklusif di wilayah Tulungagung.

Dua Hari Hilang, Lansia di Tulungagung Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Brantas, Diduga Tenggelam karena Pikun

Dua Hari Hilang, Lansia di Tulungagung Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Brantas, Diduga Tenggelam karena Pikun

Lansia yang dilaporkan pergi dari rumah sejak dua hari lalu ditemukan meninggal dunia dan mengapung di tepian Sungai Brantas masuk wilayah Dusun Sambirejo, Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, pada

Tangkapan Ikan Minim Akibat Cuaca dan Bulan Purnama, Nelayan di PPP Popoh Tulungagung Pilih Panen Jagung

Tangkapan Ikan Minim Akibat Cuaca dan Bulan Purnama, Nelayan di PPP Popoh Tulungagung Pilih Panen Jagung

Minimnya hasil tangkapan membuat sebagian nelayan Popoh memilih mencari penghasilan sementara di sektor lain, salah satunya ikut panen jagung di kawasan hutan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer