Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pencarian 8 ABK Dihentikan, Begini Alasannya

F
Penulis: Fajar Ali Wardana❯

 


Advertisement

 

HASIL NIHIL: Petugas gabung melakukan pemnatauan di hari terakhir pencarian delapan ABK yang hilang, kemarin (13/9).
HASIL NIHIL: Petugas gabung melakukan pemnatauan di hari terakhir pencarian delapan ABK yang hilang, kemarin (13/9).

KABUPATEN BLITAR – Operasi pencarian delapan anak buah kapal (ABK) yang hilang di Pantai Gayasan resmi dihentikan kemarin (14/9). Itu setelah tim gabungan tak menemukan tanda-tanda keberadaan nelayan yang berasal dari Trenggalek yang mengalami kecelakaan laut pada Rabu (6/9) lalu.

Dantim Pos Basarnas Trenggalek Andris Dwi Prasetyo mengungkapkan, seluruh mekanisme pencarian terhadap delapan ABK sudah sesuai dengan standart operational procedure (SOP). Bahkan, tim juga memperluas titik pencarian hingga Pantai Sanggar, Kabupaten Tulungagung. Sayang, sampai kemarin, tim belum juga menemukan keberadaan delapan ABK yang hilang. “Bahkan, kami sudah tambah menjadi radius 25 nautikal mil atau 46 kilometer. Tapi belum juga ada hasil,” jelasnya.

Sebanyak 50 personel tim gabungan dikerahkan di hari terakhir pencarian. Jumlah itu dibagi menjadi enam regu berbeda. Rinciannya, dua regu melakukan pencarian di laut dan empat regu menyisir daratan. Dua regu laut yang menggunakan perahu jukung milik nelayan sekitar sempat menemui kendala. Yakni, adanya gelombang laut yang cukup tinggi dan munculnya angin kencang. “Kondisi cuaca memang buruk. Karena Rabu pagi terjadi hujan yang disertai kabut cukup tebal. Maka dari itu, proses pencarian delapan ABK hilang dilakukan lebih awal dari sebelumnya,” terangnya.

Advertisement

Usai melakukan pencarian, tim gabungan segera melakukan konsolidasi. Hasilnya, tim memutuskan untuk menghentikan proses pencarian terhadap para awak kapal yang hilang. Namun bukan berarti proses pencarian sama sekali tidak akan dilanjutkan. Sebab, tim tetap melakukan pemantauan di lokasi. Proses pencarian dan evakuasi bakal kembali dibuka jika nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan ABK. Andris menegaskan, peristiwa ini menjadi kecelakaan laut terbesar di wilayah Blitar.

“Bukan ditutup, melainkan dihentikan. Itu hasil evaluasi yang dilakukan oleh tim gabungan hari ini (kemarin, Red). Metode yang dilakukan adalah dengan menyampaikan kepada masyarakat sekitar, termasuk nelayan, untuk ikut melaporkan jika nantinya mereka menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” bebernya.

Terpisah, Kapolsek Wonotirto AKP Supriadi mengatakan bahwa petugas sudah melakukan upaya maksimal dalam pencarian. Namun, memang ada berbagai kendala yang membuat tim gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi ini. Salah satunya adalah faktor cuaca yang tak bersahabat. “Karena itu, petugas cukup kesulitas karena visibilitas mereka rendah,” akunya.

Advertisement

Polisi berpangkat tiga balok di pundak ini menambahkan bahwa menerima laporan terkait adanya pihak keluarga korban menggelar doa bersama di Pantai Gayasan kemarin. Keluarga berharap agar petugas dapat menemukan keberadaan kerabatnya yang tersapu ombak di perairan pantai yang berada di Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung itu. “Ada sekitar 16 orang yang melakukan doa bersama di lokasi kejadian tadi,” ujar Supriadi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto mengaku, para petugas masih punya pekerjaan rumah (PR). Yakni untuk tetap melakukan pemantauan di lokasi kejadian. Meski begitu, laki-laki ramah ini belum memastikan batas waktu pematauan tersebut.

“Selama saya menjadi kalaksa BPBD, masih kali ini terjadi kecelakaan yang korbannya cukup banyak. Bahkan tidak ditemukan satu korban. Meskipun berhenti, semoga saja ada keajaiban di kemudian hari. Tapi, kita tetap harus berusaha. Salah satunya dengan terus melakukan pemantauan,” tegasnya. (jar/c1/dit)

Advertisement

Artikel Terkait

Kekeringan Meluas ke Enam Desa, BPBD Tulungagung Salurkan 17 Rit Air Bersih untuk 1.148 Warga

Kekeringan Meluas ke Enam Desa, BPBD Tulungagung Salurkan 17 Rit Air Bersih untuk 1.148 Warga

Kesulitan mendapatkan air bersih mulai meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung. Hingga 24 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung mencatat enam desa di lima kecamatan terdampak keker

Wilayah Selatan Jadi Perhatian, BPBD Siapkan Dropping Air Bersih Saat Puncak Kemarau

Wilayah Selatan Jadi Perhatian, BPBD Siapkan Dropping Air Bersih Saat Puncak Kemarau

Sejumlah desa di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjelang puncak musim kemarau.

Karhutla Kotawaringin Timur Capai 1.382 Hektare, Api Mulai Dekati Permukiman

Karhutla Kotawaringin Timur Capai 1.382 Hektare, Api Mulai Dekati Permukiman

Karhutla Kotawaringin Timur mencapai 1.382 hektare dan mulai mendekati permukiman. Pemerintah menambah personel hingga sekitar 250 orang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer