Batu Akik Terpopuler di Indonesia, 20 Jenis Ini Punya Warna Unik dan Asal yang Berbeda

JAKARTA – Batu akik terpopuler di Indonesia memiliki karakter yang beragam, mulai dari Bacan yang dikenal dengan warna hijau, Pancawarna Garut dengan perpaduan banyak warna, hingga kecubung ungu dari Kalimantan Tengah.
Keunikan tersebut berasal dari karakter material, pola alami, dan proses pembentukan geologi yang berbeda. Sebanyak 20 jenis batu akik lokal ini menunjukkan bagaimana kekayaan alam Indonesia berkembang menjadi bagian dari tradisi perhiasan dan hobi koleksi.
Tren batu akik sempat ramai di Indonesia sekitar 2014. Pada periode tersebut, batu cincin menjadi perhatian masyarakat dari berbagai kalangan. Sejumlah jenis batu kemudian dikenal luas karena penampilan khasnya, keterkaitan dengan daerah tertentu, dan permintaan dari para kolektor.
Baca Juga: Fikri Alvino, Berawal dari MC Sekolah hingga Jadi Presenter Stasiun TV di Jawa Timur
Mengenal Batu Akik Berdasarkan Daerah Asalnya
1. Jawa Barat dan Jawa Tengah
Garut, Jawa Barat, dikenal dengan batu Pancawarna yang memiliki kombinasi warna merah, kuning, hijau, putih, hingga jingga. Pola yang terbentuk pada setiap batu membuat tampilannya tidak selalu sama.
Selain Pancawarna, Garut juga dikenal melalui batu hijau yang memiliki warna cerah dan tampilan bening. Sementara itu, Tasikmalaya memiliki batu Karang Nunggal dengan variasi pola atau pamor yang dipengaruhi karakter bahan serta proses pengolahannya.
Di Jawa Tengah, batu Klawing Nogos berasal dari kawasan Sungai Klawing, Purbalingga. Batu ini memiliki dasar hijau gelap dengan bercak merah yang menjadi ciri visualnya. Wonogiri juga dikenal melalui fire opal, batu dengan warna jingga hingga merah yang dapat memperlihatkan kilau ketika terkena cahaya.
2. Aceh dan Sumatera Barat
Aceh mempunyai sejumlah batu yang dikenal di pasar batu akik, termasuk giok Aceh dan material yang dipasarkan dengan nama black jade. Giok Aceh umumnya dikaitkan dengan warna hijau, mulai dari hijau muda hingga hijau tua, terkadang disertai pola putih atau hitam.
Batu bung api juga menarik perhatian karena tampilannya yang gelap dan dapat memperlihatkan semburat kemerahan ketika disorot cahaya. Meski demikian, identifikasi mineral setiap batu tetap perlu dilakukan untuk memastikan jenis materialnya.
Dari Sumatera Barat, Sungai Dareh menjadi salah satu nama yang dikenal kolektor. Batu ini memiliki warna hijau dengan variasi serat dan corak alami. Karakter tersebut membuat setiap spesimen mempunyai penampilan berbeda.
3. Jawa Timur dan Kawasan Kalimantan
Pacitan, Jawa Timur, dikenal melalui Red Baron yang memiliki warna merah kuat. Batu yang dipasarkan dengan nama tersebut umumnya dikaitkan dengan kelompok kalsedon, mineral silika yang juga menjadi bahan berbagai jenis batu akik.


