Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wawan, Pelaku Pembunuhan Sadis di Pacitan Masih Buron, 10 Sekolah Terpaksa Diliburkan

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Rabu, 24 September 2025 | 17:10 WIB

 

Rumah korban pembunuhan di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan.
Rumah korban pembunuhan di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan.

RADAR TULUNGAGUNG – Suasana mencekam menyelimuti wilayah Pacitan setelah insiden pembunuhan sadis yang menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya di Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari.

Sebagai imbas langsung dari peristiwa tragis tersebut, sebanyak sepuluh lembaga pendidikan di Desa Temon dan Kecamatan Arjosari, Pacitan terpaksa diliburkan sementara waktu.

Menyusul kekhawatiran masyarakat terhadap pelaku pembunuhan berinisial AS alias Wawan yang masih berkeliaran dan belum tertangkap.

Pelaku yang diketahui bernama AS (45) dari Desa Kayen, Kecamatan Kebonagung, tega melakukan serangan brutal terhadap keluarga mantan istrinya pada Sabtu malam, 20 September 2025, sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa ini diduga karena motif sakit hati pasca perceraian dan rencana pernikahan baru sang mantan istri.

Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan ratusan warga telah meningkatkan intensitas pencarian guna meringkus Wawan, terduga pelaku pembunuhan keji tersebut.

Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, bahkan mengonfirmasi bahwa kepolisian telah mengerahkan dua anjing pelacak dari Satuan K9 Polda Jawa Timur untuk mempercepat penemuan pelaku yang diduga kuat bersembunyi di hutan sekitar desa.

Baca Juga: Pukuli Wakapolsek Pakel Saat Konvoi Perguruan Silat, Residivis Kasus Penganiayaan di Tulungagung Kembali Masuk Bui

Pengerahan anjing K9, yang telah dilatih secara khusus untuk tugas penegakan hukum termasuk pelacakan penjahat, dimulai pada Selasa pagi, 23 September 2025, pukul 08.30 WIB.

Setelah upaya penyisiran tim gabungan selama lebih dari dua hari tidak membuahkan hasil.

Keputusan meliburkan sekolah ini diambil secara kolektif sebagai langkah antisipasi untuk menghindari risiko yang mungkin timbul.

Mengingat pelaku pembunuhan masih bebas dan dikabarkan sempat mengancam sejumlah warga di lokasi kejadian.

Salah satu sekolah yang siswanya kini harus belajar di rumah adalah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Temon.

Guru SDN 2 Temon, Sumaryani, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada kesepakatan dengan wali murid.

Kekhawatiran warga dan siswa semakin memuncak setelah salah satu murid SDN 2 Temon, Arga Novalleky Saputra (11), menjadi salah satu korban pembacokan pelaku dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Darsono Pacitan.

Peristiwa berdarah ini terjadi ketika AS mendatangi rumah mantan istrinya, Miswati, dan langsung mengamuk serta menyerang penghuni rumah secara membabi buta dengan senjata tajam.

Baca Juga: Mengejutkan! Ini Peran Dua Prajurit Kopassus dalam Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN

Rasa sakit hati menjadi pemicu dugaan sementara dari aksi keji ini. Pelaku dan mantan istrinya diketahui baru bercerai sekitar empat bulan lalu, dan amarah AS memuncak setelah mengetahui Miswati (40) berencana menikah lagi dengan pria lain.

Dalam serangan tersebut, Timi , yang merupakan mantan mertua pelaku, tewas seketika di lokasi setelah mengalami luka sayatan serius di bagian leher. Almarhumah Timi telah dimakamkan di TPU Desa Temon, yang dipimpin oleh Kapolsek Arjosari.

Selain korban meninggal, empat anggota keluarga lainnya menderita luka berat dan harus dilarikan ke RSUD dr. Darsono Pacitan untuk perawatan intensif.

Mereka yang terluka adalah mantan istri pelaku, Miswati (40), mantan mertua Miskun (60), saudara ipar Eky (27), dan keponakan Arga (10/11).

Korban anak, Arga, dilaporkan menderita luka berat dan kini telah dirujuk ke Yogyakarta untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena kondisinya yang kritis.

Baca Juga: Kayu Jati Kawasan Tulungagung Digarong Pembalak Liar, Dua Pelaku Diamankan Polsek Pucanglaban

Keputusan meliburkan sekolah mencerminkan betapa parahnya situasi keamanan di Desa Temon dan sekitarnya pasca-insiden.

Suasana di beberapa sekolah, seperti SMP PGRI Arjosari, terlihat sepi dan terkunci rapat, hanya beberapa guru yang terlihat hadir.

Sumaryani menjelaskan bahwa selain risiko yang ditimbulkan oleh pelaku Wawan yang masih buron, rumah para siswa juga berada jauh dari sekolah dan mengharuskan mereka melewati hutan saat pulang pergi.

Kondisi serupa juga terjadi di enam sekolah lain di Kecamatan Arjosari, di mana para siswa kini mengikuti pembelajaran secara daring (online) dari rumah masing-masing.

Total sepuluh lembaga pendidikan yang diliburkan di antaranya adalah SDN 1 hingga 4 Arjosari, Madrasah ibtidaiyah Guppi Temon, SMP PGRI Arjosari, MTS/MA Darul Huda Arjosari, dan empat lembaga Paud.

Camat Arjosari, Didik Darmawan, membenarkan bahwa situasi di desa sempat bergejolak setelah peristiwa tersebut. Camat mengimbau agar masyarakat tetap tenang, namun di saat yang sama meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga: Sarifuddin Sudding Dorong Reformasi Kultural Polri yang Menyeluruh, Tegaskan Aparat Harus Jadi Pelayan Keadilan!

Polisi dan tim gabungan terus berupaya keras melacak keberadaan AS. Kapolsek Arjosari, Ipda Ferry Ardyanto, memimpin langsung pencarian pada Senin (22/9/2025) pagi, yang melibatkan sekitar 200 warga Desa Temon dan perangkat desa.

Mereka berkumpul di Cucian Mobil Timin, Dusun Krajan Lor, membawa peralatan seadanya untuk menyisir kebun, ladang, dan area perbukitan yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pelaku.

Kapolsek Arjosari menegaskan bahwa pencarian tidak akan berhenti hingga pelaku berhasil diamankan. Kerja sama dengan warga sangat penting karena mereka lebih mengenal kondisi wilayah.

Baca Juga: Terekam CCTV Mantan Anggota DPRD Pesawaran Diduga Aniaya Wartawan Senior di Lampung, Diduga Dipicu Kasus Pencemaran Nama Baik

Selain melibatkan anjing pelacak K9, polisi juga telah mengamankan anak kandung pelaku, Bima (17), yang sempat dikabarkan turut serta dalam pelarian AS.

Bima kini berada di Polres Pacitan dan berstatus sebagai saksi kunci untuk membantu mengungkap keberadaan ayahnya.

Polisi menduga pelaku yang masih buron ini telah keluar dari Desa Temon, berdasarkan pengerahan K-9 Polda Jatim. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor apabila mengetahui keberadaan pelaku. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pacitan #pembunuhan sadis #temon #peristiwa tragis