Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jeffrey Epstein Files Terbaru Dibuka: Nama Donald Trump Muncul Ribuan Kali, Putri Mahkota Norwegia hingga Pejabat Dunia Terseret

Nabiyah Putri Wibowo • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:30 WIB

Jeffrey Epstein Files terbaru dibuka, nama Donald Trump hingga Putri Mahkota Norwegia muncul dan memicu polemik global.
Jeffrey Epstein Files terbaru dibuka, nama Donald Trump hingga Putri Mahkota Norwegia muncul dan memicu polemik global.
RADAR TULUNGAGUG – Pemerintah Amerika Serikat kembali membuka tabir skandal Jeffrey Epstein setelah Kementerian Kehakiman AS merilis sekitar 3,5 juta dokumen, foto, dan video terbaru pada Jumat, 30 Januari.

Rilis besar-besaran yang dikenal sebagai Jeffrey Epstein Files ini langsung memicu polemik global karena menyeret nama-nama tokoh berpengaruh dari berbagai negara.

Dalam arsip terbaru Jeffrey Epstein Files, nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump muncul ribuan kali.

Meski demikian, sebagian besar penyebutan tersebut tercatat sebagai rujukan pemberitaan dan bukan tuduhan langsung.

Pemerintah AS menegaskan bahwa kemunculan nama dalam dokumen tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam kejahatan seksual.

Tak hanya Trump, Jeffrey Epstein Files juga memuat nama pejabat negara, keluarga kerajaan, hingga pengusaha internasional.

Publikasi dokumen ini menimbulkan tekanan politik serius di sejumlah negara, bahkan memicu pengunduran diri beberapa tokoh penting.

Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia Usai Hancurkan Jepang 5-3, Suporter Yakin Sejarah Emas Tercipta di Kandang

Putri Mahkota Norwegia Jadi Sorotan Utama

Salah satu nama yang paling disorot dalam dokumen terbaru adalah Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit.

Namanya tercatat muncul lebih dari 1.000 kali dalam Jeffrey Epstein Files, khususnya dalam korespondensi email yang terjadi pada periode 2011 hingga 2014.

Dokumen tersebut mengungkap adanya komunikasi antara Mette-Marit dan Epstein, meski tidak menjelaskan secara rinci konteks isi percakapan.

Setelah namanya mencuat ke publik, Mette-Marit menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menyebut hubungannya dengan Epstein sebagai sebuah penyesalan besar dalam hidupnya.

Pihak Istana Norwegia juga memberikan klarifikasi dengan menyatakan bahwa Putri Mahkota telah menghentikan seluruh kontak dengan Epstein sejak 2014.

Istana menyebut Mette-Marit merasa hubungannya telah dimanfaatkan oleh Epstein untuk kepentingan tertentu.

Kebocoran ini muncul di momen yang sensitif bagi keluarga kerajaan Norwegia, menyusul kasus hukum yang juga menjerat putra Mette-Marit, sehingga sorotan publik semakin tajam.

Dampak Politik di Eropa Timur

Efek domino dari pembukaan Jeffrey Epstein Files juga terasa di Eropa Timur.

Baca Juga: Karya Tari Bedaya Ambadya Tirta Ciptaan Anugrah Natalin Nilawati Harumkan Nama Tulungagung di Jawa Timur

Di Slovakia, nama Penasihat Keamanan Nasional Miroslav Lechan tercantum dalam dokumen yang dirilis Kementerian Kehakiman AS.

Meski detail keterlibatannya tidak dijelaskan secara gamblang, tekanan publik yang menguat membuat Miroslav Lechan memilih mengundurkan diri dari jabatannya.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas politik dan mencegah spekulasi yang lebih luas.

Pemerintah Slovakia menyatakan akan mempelajari dokumen secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pejabat negara.

Tokoh Olimpiade dan Politisi Inggris Ikut Terseret

Nama Ketua Olimpiade Los Angeles 2028, Keny Westerman, juga muncul dalam Jeffrey Epstein Files.

Ia tercatat pernah melakukan korespondensi dengan Ghislaine Maxwell, pasangan sekaligus kaki tangan Epstein yang kini telah divonis bersalah.

Westerman kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menegaskan bahwa komunikasi tersebut terjadi di masa lalu, sebelum kasus Epstein mencuat ke publik.

Di Inggris, mantan Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson, kembali disebut dalam dokumen terbaru.

Akibat tekanan politik dan sorotan media, Mandelson memutuskan mundur dari Partai Buruh. Ia menyatakan langkah tersebut diambil demi menjaga reputasi partai, meski membantah keterlibatan dalam kejahatan Epstein.

Transparansi yang Masih Menuai Kritik

Meski jutaan arsip telah dipublikasikan, sejumlah pengamat menilai transparansi Jeffrey Epstein Files belum sepenuhnya utuh.

Banyak bagian dokumen masih disensor, sementara konteks kemunculan nama-nama besar belum dijelaskan secara rinci.

Pemerintah AS menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan masyarakat diminta tidak menarik kesimpulan prematur.

Namun, rilis dokumen ini kembali membuka luka lama dan mempertanyakan sejauh mana jaringan Epstein memengaruhi elite global lintas negara.

Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia Usai Hancurkan Jepang 5-3, Suporter Yakin Sejarah Emas Tercipta di Kandang

Editor : Nabiyah Putri Wibowo
#global #Jeffrey Epstein files #elite #skandal global #donald trump