RADAR TULUNGAGUNG – Menjelang bulan suci, umat Islam perlu melakukan persiapan Ramadan yang matang, tidak hanya fisik tetapi juga pemahaman fikih yang mendalam. Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam kajian terbarunya membedah tuntas bekal spiritual melalui "30 Fatwa Seputar Ramadan". UAS menekankan bahwa pemahaman aturan dasar sangat krusial agar ibadah puasa tahun 2026 ini berjalan sempurna tanpa keraguan.
Langkah awal dalam persiapan Ramadan adalah memahami penentuan awal puasa melalui metode hilal. UAS menjelaskan perbedaan mencolok antara kriteria MUI dan Muhammadiyah. MUI menetapkan standar tinggi 3 derajat untuk visibilitas anak bulan, sementara Muhammadiyah menggunakan metode wujudul hilal (asal sudah di atas ufuk). Perbedaan ini seringkali memicu awal puasa yang tidak serentak, namun UAS meminta jemaah untuk menyikapinya dengan bijak tanpa perpecahan.
Isu harian seperti menggosok gigi juga dibahas. UAS menyarankan jemaah untuk membersihkan mulut sebelum azan subuh. Menggosok gigi setelah waktu zuhur hukumnya makruh karena kondisi mulut yang mulai kering dan efek kesegaran yang berlebihan dari odol atau pasta gigi. "Gunakan siwak yang alami tanpa perasa jika ingin tetap membersihkan gigi di siang hari," tambahnya.
Salah satu puncak ibadah di bulan suci adalah membayar zakat fitrah. UAS menegaskan bahwa zakat fitrah pada asalnya adalah dalam bentuk makanan pokok (beras di Indonesia). Namun, beliau juga tidak menyalahkan penggunaan uang asalkan mengikuti kriteria yang ditetapkan oleh lembaga berwenang seperti Kemenag.
Editor : Dinar Ananda Putri